• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Sejatinya Jokowi yang Harus Menjadi “Tersangka” — Mengapa Justru Roy Suryo Cs?

Ali Syarief by Ali Syarief
November 15, 2025
in Aya Aya Wae, Crime, Feature
0
STRATEGI KOMUNIKASI JOKOWI: GLEMBUK SOLO DALAM BALUTAN SMOKE AND MIRRORS
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika ruang demokrasi semakin sempit, aparat penegak hukum sering kali menunjukkan dengan telanjang di pihak mana mereka berdiri. Penetapan Roy Suryo dan sejumlah warga sebagai tersangka karena mempertanyakan isu publik yang menyangkut dokumen seorang mantan presiden bukan sekadar persoalan pasal karet—ini adalah gejala dari penyakit yang jauh lebih kronis dalam tubuh institusi kepolisian.

Pertanyaan publik tentang keaslian ijazah Presiden Joko Widodo, betapapun kontroversialnya, lahir dari ruang yang seharusnya dilindungi demokrasi: keingintahuan warga tentang integritas pejabat publik. Namun respons negara justru melenceng. Alih-alih menjelaskan secara transparan, negara memilih jalan yang lebih mudah: membungkam suara yang bertanya.

Sebuah gambaran telanjang tentang bagaimana kekuasaan lama masih menganga dan meminta untuk terus dilayani.


Pertanyaan Publik yang Dipidanakan

Dalam sebuah negara demokratis, warga negara berhak mempertanyakan apa pun yang berkaitan dengan pejabat publik—apalagi menyangkut syarat legalitas seseorang menduduki jabatan tertinggi republik. Yang diharapkan dari negara sederhana: klarifikasi yang jernih, dibuka secara resmi, agar tidak ada ruang bagi kecurigaan.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Yang dipertanyakan tidak pernah dibuka secara terang benderang.
Yang bertanya justru dilabeli kriminal.

Logika ini tidak hanya terbalik, tetapi juga merusak fondasi demokrasi. Sebab pada dasarnya, yang perlu diuji adalah data dan dokumen, bukan mulut yang mempertanyakan.


Polri dan Luka Lama: Ketika Hukum Mengabdi pada Figur

Penetapan tersangka pada Roy Suryo cs menghidupkan kembali persepsi publik bahwa Polri masih rentan menjadi alat politik. Kesan ini tidak muncul dari ruang hampa. Sepanjang satu dekade, publik kerap menyaksikan bagaimana kepolisian bersikap sangat peka terhadap kritik yang menyentuh nama tertentu—khususnya mantan presiden yang pengaruhnya masih terasa dalam dinamika politik nasional.

Ketika aparat bergerak cepat untuk melindungi reputasi seorang figur, tetapi berjalan lambat dalam menangani dugaan penyimpangan atau tuntutan transparansi, maka jelas ada sesuatu yang timpang. Polri, dalam kesan publik, tampak kembali bekerja bukan untuk negara, tetapi untuk seseorang.


Mengapa Justru Warga yang Menjadi Tersangka?

Pertanyaan inilah yang bergema di benak publik.
Kenapa Roy Suryo cs?
Kenapa bukan transparansi negara yang diperiksa?
Kenapa bukan dugaan publik yang diuji melalui mekanisme resmi?

Dengan mempidanakan pertanyaan, negara justru memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Padahal, jika memang semuanya jelas dan sah, mekanisme verifikasi terbuka justru akan mengakhiri polemik. Kasus ini menunjukkan satu hal penting: yang dibungkam bukan fitnah, tetapi pertanyaan.

Dan ketika pertanyaan diperlakukan sebagai kejahatan, demokrasi memasuki masa gelapnya.


Urgensi Reformasi Polri: Ketika Kewenangan Tanpa Pengawasan Menjadi Ancaman

Masalah ini tidak berdiri sendiri. Ia adalah cerminan bahwa Undang-Undang Polri sudah tertinggal jauh dari kebutuhan demokrasi modern. Kewenangan besar tanpa pengawasan independen membuat institusi ini dapat digunakan—secara sengaja atau tidak—untuk kepentingan politik tertentu.

Reformasi mendesak harus mencakup:

1. Penguatan pengawasan eksternal yang independen

Kompolnas harus memiliki taring, bukan sekadar papan nama.

2. Pembatasan penggunaan pasal pencemaran nama baik untuk melindungi pejabat publik

Kritik politik tidak boleh dipidana.

3. Pemisahan tegas antara kepolisian dan kepentingan kekuasaan

Polri harus kembali menjadi alat negara, bukan alat figur politik, apalagi mantan presiden.

Tanpa perubahan sistemik ini, kasus Roy Suryo cs hanyalah permulaan dari deretan panjang kriminalisasi warga dalam demokrasi yang menua sebelum waktunya.


Penutup: Republik yang Takut pada Pertanyaan

Esai ini kembali menegaskan ironi terbesar dalam kasus ini:
Pertanyaannya tidak dibuka, tetapi penanyanya dibungkam.

Dalam demokrasi yang sehat, pejabat publik membuka diri terhadap pemeriksaan. Dalam demokrasi yang rapuh, justru warga yang diperiksa karena mempertanyakan pejabat publik.

Dan di titik inilah judul esai ini menemukan relevansinya:
Jika logika demokrasi ditegakkan,
sejatinya yang harus diuji adalah dokumennya—atau bahkan mantan presidennya—bukan mereka yang berani bertanya.

Namun di negeri ini, yang menjadi tersangka justru Roy Suryo cs.

Sebuah potret telanjang tentang bagaimana hukum bekerja, dan mengapa reformasi Polri bukan sekadar penting—tetapi mutlak.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bulog Bukan Lagi BUMN: Saatnya Negara Hadir Menguasai Pangan

Next Post

Sampah Mengepung Kota, Warga Bangkit: Asobsi–Lions Club Gedor Kesadaran Zero Waste di Cimahi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Next Post
Sampah Mengepung Kota, Warga Bangkit: Asobsi–Lions Club Gedor Kesadaran Zero Waste di Cimahi

Sampah Mengepung Kota, Warga Bangkit: Asobsi–Lions Club Gedor Kesadaran Zero Waste di Cimahi

Tanda-Tanda Gibran Mulus Menjadi Presiden RI — dan Rintangannya, Serta Faktor Takdir

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist