• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

SIHIR UANG KERTAS

fusilat by fusilat
February 27, 2026
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 27 Februari 2026
Yus Dharman, S.H., M.M., M.Kn
Advokat / Ketua Dewan Pengawas FAPRI
(Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia)

Pada zaman dahulu, emas merupakan alat tukar utama dalam aktivitas ekonomi. Namun, emas memiliki satu persoalan mendasar: berat, sulit dibawa ke mana-mana, dan berisiko tinggi terhadap pencurian.

Memasuki abad ke-13, para pedagang kaya mulai memikirkan solusi. Mereka membutuhkan tempat aman untuk menitipkan emas. Dari sinilah lahir gagasan mendirikan bank—berasal dari bahasa Italia banca atau banco, yang berarti bangku atau meja tempat para penukar uang bertransaksi.

Sebagai gantinya, para bankir memberikan resi—secarik kertas—sebagai bukti penitipan, dengan janji bahwa pemegangnya dapat menukarkannya kembali dengan emas kapan saja.

Tak disangka, kertas resi ini justru jauh lebih praktis dibanding emas fisik. Seorang pedagang di Italia yang ingin membeli barang di Inggris tidak lagi perlu membawa peti emas, cukup membawa secarik kertas. Dari sinilah cikal bakal bank modern dan uang kertas bermula.


Kertas Tanpa Nilai yang Disulap Menjadi Bernilai

Secara inovatif—dan licik—para bankir kemudian menciptakan alat tukar dari kertas yang sejatinya tanpa nilai intrinsik menjadi sesuatu yang bernilai (value), sementara emasnya tetap tersimpan di brankas mereka.

Karena dianggap aman dan praktis, orang-orang kaya berbondong-bondong menitipkan emasnya di bank. Apalagi, emas tersebut hampir tidak pernah ditarik secara serempak. Situasi ini dimanfaatkan para bankir untuk menggandakan resi-resi tersebut dan meminjamkannya kepada pihak lain yang membutuhkan modal.

Di sinilah konsep lending and borrowing bermula.

Setiap nasabah yang menitipkan emas memperoleh resi atau sertifikat deposito—yang pada hakikatnya hanyalah kertas. Sebaliknya, ketika seseorang meminjam uang dari bank, ia diwajibkan menyerahkan jaminan berupa properti atau aset riil sebagai agunan (collateral).

Contohnya:
Sebuah bank menyimpan emas 5 gram senilai Rp10 juta. Dengan emas itu, bank dapat menerbitkan resi lebih dari Rp20 juta:

  • Rp10 juta untuk pemilik emas asli,

  • Rp10 juta lagi dipinjamkan kepada debitur lain.

Secara efektif, bank telah menciptakan uang dari ketiadaan nilai. Selama semua orang tidak secara bersamaan menuntut emasnya kembali (bank rush), sistem ini akan berjalan lancar—dan tampak aman.

Inilah fondasi sistem perbankan fraksional, riba, dan kelahiran bank sentral.


Jika Uang Bisa Dicetak Tanpa Batas, Mengapa Masih Ada Orang Miskin?

Jika bank sentral mampu mencetak uang dari ketiadaan menjadi sesuatu yang bernilai tanpa batas, mengapa kemiskinan tetap ada?

Apakah karena kelangkaan sumber daya (scarcity)?
Tentu tidak.

Uang itu infinit—tak terbatas.
Ia bisa dicetak kapan saja.

Kemiskinan bertahan bukan karena ketidakmampuan sistem, melainkan karena mereka yang berkuasa tidak menginginkan semua orang memiliki uang.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, kemiskinan justru memiliki fungsi vital: menciptakan ilusi bahwa uang itu berharga.

Karena itu, uang tidak dibagikan secara cuma-cuma seperti air hujan. Cara memperolehnya dipersulit, agar nilainya tidak jatuh menjadi nol. Jika semua orang kaya, siapa yang mau bekerja keras? Siapa yang mau melakukan pekerjaan kasar?


Kemiskinan: Bukan Kegagalan, Melainkan Fitur

Sistem riba sangat membutuhkan keberadaan orang miskin untuk menciptakan rasa takut dan dorongan. Orang tua menasihati anaknya: “Belajarlah giat dan bekerjalah keras agar tidak miskin.”

Ancaman kemiskinan menjadi alat kontrol.

Jika tidak ada orang miskin, ancaman itu hilang. Jika ancaman hilang, motivasi mengejar uang pun runtuh.

Maka, kemiskinan bukanlah kegagalan sistem—ia adalah fitur yang sengaja diciptakan untuk memaksa manusia terus bekerja.


Krisis, Perang, dan Roda Kapitalisme

Ketika uang dan kekayaan berlebih (oversupply), krisis harus diciptakan. Salah satu caranya: perang.

Akibatnya, bursa saham runtuh, nilai tukar mata uang negara-negara tertentu terdepresiasi terhadap dolar AS, dan kekacauan ekonomi tercipta. Semua itu bertujuan agar roda ekonomi—yang digerakkan oleh tenaga kerja manusia—tetap berputar.

Inilah yang kerap dilakukan negara adidaya terhadap negara-negara kaya akan sumber daya alam.


Uang Hanyalah Ilusi Sosial

Pada akhirnya, uang hanyalah konstruksi sosial. Nilai sejatinya bukan terletak pada kertas atau angka di layar bank, melainkan pada tenaga, waktu, dan hidup manusia yang ditukar dengan kertas itu.

Sistem ekonomi kapitalis liberal yang kita jalani hari ini adalah sebuah ilusi besar—dirancang agar manusia terus bekerja keras mengejar sesuatu yang sesungguhnya dapat diciptakan tanpa batas oleh pemegang kekuasaan.

Ia mirip permainan video game: kita berlari mengejar poin (uang) yang sebenarnya bisa saja diprogram muncul begitu saja. Namun tanpa ilusi kesulitan dan kelangkaan, permainan itu menjadi tidak menarik—dan sistem pun runtuh.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

Next Post

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

fusilat

fusilat

Related Posts

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat
Economy

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran
Economy

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia
Feature

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
Next Post
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

"AOTS E-Newsletter" is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

“AOTS E-Newsletter” is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS)

February 27, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

February 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...