• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Swasembada Beras: Prestasi yang Bisa Runtuh Jika Tak Dilestarikan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 26, 2026
in Economy, Feature
0
Bapanas Klaim Dua Pekan ke Depan Harga Beras Bisa Turun. Kelamaan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Kementerian Pertanian (Kementan) memegang peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia. Peran itu tidak sekadar administratif, melainkan menyentuh langsung jantung ketahanan pangan nasional. Tugas utama Kementan meliputi beberapa hal mendasar.

Pertama, penyuluhan dan pengembangan pertanian, yakni mendampingi petani melalui transfer teknologi dan pengetahuan agar produktivitas serta kualitas hasil pertanian terus meningkat. Kedua, pengawasan dan perlindungan, mulai dari mutu benih hingga distribusi produk pertanian agar aman dan sesuai standar. Ketiga, peningkatan produktivitas, melalui pengembangan infrastruktur serta sarana dan prasarana produksi. Keempat, pengembangan agribisnis, dengan membuka akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Secara garis besar, fungsi utama Kementan adalah memastikan ketersediaan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian.

Pertanyaannya kemudian menjadi sangat relevan: apakah Kementan ikut bertanggung jawab dalam melestarikan swasembada beras?

Jawabannya jujur saja: iya, tetapi bukan Kementan semata. Melestarikan capaian swasembada beras pada hakikatnya adalah tanggung jawab kolektif. Namun, ada beberapa aktor kunci yang perannya tak tergantikan.

Kementerian Pertanian tentu berada di garda terdepan, sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung atas produksi beras nasional. Di sisi lain, petani dan kelompok tani adalah ujung tombak sesungguhnya. Tanpa mereka, swasembada hanya akan menjadi jargon. Karena itu, petani harus didukung dengan teknologi tepat guna, kepastian pasar, serta insentif yang adil.

Peran pemerintah daerah juga krusial, terutama melalui kebijakan lokal yang berpihak pada pertanian: alokasi anggaran, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, hingga pengelolaan irigasi. Tak kalah penting, masyarakat pun memiliki tanggung jawab moral—mendukung produk lokal dan mengonsumsi beras secara bijak.

Kunci utama agar swasembada beras tetap lestari terletak pada satu kata: keberlanjutan.

Keberlanjutan berarti produksi beras yang ramah lingkungan dan tidak merusak sumber daya alam. Ia juga menuntut pengelolaan lahan, air, serta input pertanian yang efisien dan bertanggung jawab. Lebih jauh lagi, keberlanjutan mensyaratkan peningkatan kesejahteraan petani, termasuk akses terhadap teknologi, pasar, dan insentif yang memadai. Di saat yang sama, diversifikasi pangan mutlak dilakukan agar ketergantungan berlebihan pada beras dapat dikurangi.

Dengan perspektif keberlanjutan inilah, swasembada beras tidak hanya menjadi capaian statistik, tetapi juga fondasi ketahanan pangan jangka panjang.

Dalam konteks ini, Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) memegang peran yang sangat vital. Bulog berfungsi sebagai stabilisator harga dan penyangga cadangan pangan nasional, terutama beras. Perannya mencakup stabilisasi harga melalui operasi pasar, pengamanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), distribusi beras ke daerah-daerah yang membutuhkan, serta pembelian gabah petani dengan harga yang kompetitif.

Saat ini, Bulog masih menjalankan fungsi-fungsi tersebut. Program pembelian gabah petani dan penyaluran beras ke wilayah rawan pangan terus dilakukan. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan: penurunan luas panen, fluktuasi produksi, serta dampak perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Karena itu, penguatan peran dan fungsi Bulog menjadi keniscayaan jika Indonesia ingin mempertahankan—bahkan memperkuat—swasembada beras di masa depan. Upaya Bulog mengembangkan program on-farm, memperkuat kerja sama dengan petani dan kelompok tani, serta meningkatkan cadangan beras nasional patut diapresiasi dan diperluas.

Menghadapi panen raya saat ini, Bulog mendapat mandat pemerintah untuk menyerap 4 juta ton gabah setara beras. Selain itu, Bulog juga ditugaskan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai instrumen pengendalian harga di pasar.

Pada akhirnya, swasembada beras bukan sekadar soal produksi melimpah, tetapi soal keberanian menjaga, merawat, dan melestarikannya. Tanpa komitmen bersama, prestasi swasembada bisa runtuh kapan saja—dan bangsa ini kembali bergantung pada impor.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Bodoh, Bajingan Tolol, dan Negara yang Gagap Mendengar Kritik

Next Post

Surat Kaleng dan Harga Sebuah Nama Baik

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH
Economy

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026
Feature

Apakah Identitas Selalu Menjadi Faktor Penyelamat?

February 26, 2026
Next Post

Surat Kaleng dan Harga Sebuah Nama Baik

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Apakah Identitas Selalu Menjadi Faktor Penyelamat?

February 26, 2026
Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

February 26, 2026
Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

February 26, 2026

Surat Kaleng dan Harga Sebuah Nama Baik

February 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...