• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Politik

2029 PAN Dukung Prabowo Saja — Lalu, Apa Kata Gibran?

fusilat by fusilat
February 8, 2026
in Politik, Tokoh/Figur
0
Zulhas: Tak Mengerti Arti Keracunan dan Mencret
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika PAN dengan lantang menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk dua periode, publik seharusnya tidak buru-buru bertepuk tangan. Sebab dukungan itu bukan sekadar pernyataan loyalitas politik, melainkan sinyal keras bahwa politik Indonesia kembali dipercepat ke masa depan, sementara masalah hari ini sengaja dilambatkan.

PAN tidak bicara soal evaluasi pemerintahan. Tidak juga soal janji yang belum lunas kepada rakyat. Yang muncul justru deklarasi dini: Prabowo lanjut. Titik. Soal siapa wakilnya? Itu urusan nanti. Bahkan posisi Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini sah sebagai Wakil Presiden, diperlakukan seperti variabel bebas—bisa dipakai, bisa dibuang, bisa diganti sesuai kebutuhan transaksi politik.

Di sinilah politik kehilangan rasa malunya.

Respons Gibran sendiri terdengar normatif, bahkan nyaris klise: fokus bekerja, tidak memikirkan 2029, mengutamakan rakyat. Kalimat yang terdengar bijak, tapi justru mengundang pertanyaan lebih tajam: apakah seorang wakil presiden memang harus selalu “diam elegan” ketika eksistensinya diperlakukan seperti barang tawar-menawar politik?

Ketika partai berbicara soal 2029, sementara rakyat masih berjibaku dengan 2025 yang mahal, sempit, dan penuh ketidakpastian, maka jelas ada jarak moral yang makin melebar antara elite dan publik. PAN, seperti partai-partai lain, tampak tak sabar menancapkan bendera di masa depan, seolah kekuasaan adalah lomba estafet yang harus diamankan sejak jauh hari—apa pun risikonya bagi demokrasi.

Lebih ironis lagi, dukungan itu dibungkus dengan narasi “satu napas perjuangan”. Padahal publik tahu, dalam politik Indonesia, satu napas sering kali berarti satu kepentingan. Bukan kepentingan rakyat, melainkan kepentingan bertahan di lingkar kekuasaan. Kursi menteri, akses anggaran, pengaruh kebijakan—itulah oksigen sebenarnya.

Lalu di mana posisi Gibran dalam peta ini?

Gibran berada dalam posisi paradoks: cukup kuat secara simbolik, tapi rapuh secara politik. Ia adalah wakil presiden, namun masa depannya sepenuhnya berada di tangan elite partai. Ia diminta bekerja maksimal hari ini, tapi keberlanjutannya esok hari ditentukan oleh kalkulasi yang tidak pernah transparan. Inilah wajah politik kita: bekerja keras tidak otomatis berarti dihargai, yang penting adalah cocok dalam skema kekuasaan.

Deklarasi PAN ini juga membuka tabir yang lebih besar: demokrasi elektoral kita makin kehilangan substansi. Pemilu belum lama usai, pemerintahan baru berjalan, tapi elite sudah berbicara soal periode berikutnya. Rakyat dijadikan latar belakang, bukan subjek utama. Seolah mandat pemilih adalah cek kosong yang bisa dicairkan kapan saja untuk kepentingan politik jangka panjang.

Jika Gibran benar ingin dikenang sebagai pemimpin, bukan sekadar produk kompromi, maka diam dan bekerja saja tidak cukup. Politik yang tidak dilawan akan membusuk. Dan kebusukan itu selalu dimulai dari normalisasi: normalisasi dukungan dini, normalisasi transaksi, normalisasi pengabaian suara rakyat.

Pada akhirnya, dukungan PAN kepada Prabowo dua periode bukan soal Prabowo semata. Ini adalah soal elite yang terlalu cepat menghitung kekuasaan, dan terlalu lambat mendengar rakyat. Soal Gibran? Ia hanya satu bab dalam cerita besar tentang demokrasi yang kian dikelola sebagai proyek elite—bukan amanah publik.

Dan pertanyaan paling jujur tetap menggantung di udara:
yang sedang diperjuangkan ini, masa depan bangsa—atau sekadar keberlanjutan kekuasaan?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hubungan antara Ilmu Alam dengan Al-Qur’an dan Hadits – (Perspektif Logika Psikologi)

Next Post

ZAMAN KEEMASAN: ANTARA MITOS SEJARAH DAN UJIAN KEKUASAAN

fusilat

fusilat

Related Posts

Turki Resmi Putuskan Hubungan dengan Israel, Ketegangan Memuncak
News

Turki Resmi Putuskan Hubungan dengan Israel, Ketegangan Memuncak

March 26, 2026
Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka
Feature

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026
Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin
Feature

Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin

March 25, 2026
Next Post
ZAMAN KEEMASAN: ANTARA MITOS SEJARAH DAN UJIAN KEKUASAAN

ZAMAN KEEMASAN: ANTARA MITOS SEJARAH DAN UJIAN KEKUASAAN

P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis

P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist