• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Akal yang Dipasung, Wahyu yang Dibekukan

fusilat by fusilat
February 25, 2026
in Feature
0
Akal yang Dipasung, Wahyu yang Dibekukan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Di tengah menguatnya fundamentalisme dan populisme beragama, kecurigaan terhadap akal menjelma menjadi gejala yang kian kentara. Pertanyaan diperlakukan sebagai ancaman, nalar dicap berbahaya, dan iman direduksi menjadi kepatuhan emosional. Agama tak lagi dihidupi sebagai proses pencarian makna, melainkan dikunci dalam kepastian-kepastian sempit. Dalam konteks inilah buku Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu‘ tazilah karya Harun Nasution menemukan relevansinya kembali. Buku ini bukan sekadar kajian sejarah teologi Islam, melainkan kritik mendasar terhadap cara beragama yang mempasung akal dan membekukan wahyu.

Peta Klasik: Sejauh Mana Akal Bekerja

Harun Nasution memetakan secara sistematis peran dan kemampuan akal dalam berbagai aliran teologi Islam, khususnya Asy’ariyah, Mu‘ tazilah, dan pandangan teologis Muhammad Abduh. Dari pemetaan ini, tampak jelas bahwa perdebatan akal dan wahyu bukan soal “beriman atau tidak beriman”, melainkan soal sejauh mana manusia diberi ruang kebebasan untuk bertindak dan memikul tanggung jawab moral atas perbuatannya.

Dalam teologi Asy’ariyah, peran akal sangat dibatasi. Akal hanya dianggap mampu mengenal eksistensi Tuhan. Pengetahuan tentang baik dan buruk, kewajiban moral, serta hukum sepenuhnya bergantung pada wahyu. Ketika posisi ini dipraktikkan secara literal, ia berpotensi melahirkan teologi kepasrahan. Manusia ditempatkan sebagai penerima pasif kehendak Tuhan, bukan sebagai subjek moral yang aktif dan bertanggung jawab. Dalam konteks sosial-politik, pembatasan peran akal semacam ini mudah berkelindan dengan sikap anti-kritik, penolakan terhadap perubahan, dan legitimasi terhadap status quo.

Sebaliknya, dalam teologi Mu‘ tazilah, akal memiliki kemampuan yang luas dan mandiri. Akal tidak hanya mampu mengetahui eksistensi Tuhan dan kehidupan akhirat, tetapi juga mampu membedakan perbuatan baik dan buruk, mengetahui kewajiban dasar terhadap Tuhan, serta memahami kewajiban berbuat baik dan menjauhi kejahatan tanpa harus menunggu wahyu. Etika, dalam pandangan ini, tidak sepenuhnya bergantung pada teks, melainkan berakar pada rasionalitas manusia sebagai makhluk bermoral.

Muhammad Abduh: Rasionalisme yang Diperluas

Muhammad Abduh, dalam pembacaan Harun Nasution, tidak berhenti pada rasionalisme Mu‘ tazilah. Ia mengadopsi seluruh kemampuan akal sebagaimana dirumuskan oleh aliran tersebut, tetapi melangkah lebih jauh. Bagi Abduh, akal bukan sekadar alat memahami nilai dan kewajiban moral, melainkan juga instrumen untuk merumuskan hukum-hukum syariat demi kemaslahatan manusia.

Di titik inilah Abduh tampil sebagai pembaru. Syariat tidak dipandang sebagai kumpulan aturan beku yang selesai di masa lalu, melainkan sebagai hasil dialektika terus-menerus antara wahyu dan akal manusia. Dengan kerangka ini, hukum Islam memiliki daya hidup: mampu merespons perubahan sosial tanpa kehilangan pijakan etis dan spiritualnya. Wahyu tetap menjadi sumber nilai, tetapi akal bertugas menghidupkannya dalam realitas yang terus berubah.

Fundamentalisme, Populisme, dan Teologi yang Membeku

Fundamentalisme dan populisme beragama hari ini menemukan justifikasi teologisnya dalam cara pandang yang mencurigai dan membatasi kerja akal. Agama disederhanakan menjadi identitas kolektif dan alat mobilisasi emosi: “kami” versus “mereka”, pembela agama versus musuh agama. Dalam skema semacam ini, rasionalitas diperlakukan sebagai ancaman karena membuka ruang dialog, perbedaan, dan kritik.

Padahal, sebagaimana ditunjukkan oleh Mu‘ tazilah dan Muhammad Abduh, iman yang sehat justru menuntut akal yang bekerja. Ketika akal dimatikan, wahyu tidak lagi menjadi sumber pembebasan, melainkan simbol yang dibekukan—sakral secara retoris, tetapi mandul secara etis dan sosial.

Teologi Kepasrahan dan Akar Kemunduran Umat

Buku ini mengingatkan kita bahwa ketakutan terhadap akal sejatinya adalah ketakutan terhadap tanggung jawab moral manusia. Ada korelasi yang menyakitkan antara dominasi teologi kepasrahan (fatalisme) dan kemunduran peradaban Islam yang kita saksikan selama berabad-abad.

Ketika peran akal dipangkas, semangat ijtihad—kreativitas berpikir dan keberanian menafsir—mati, lalu digantikan oleh taklid atau kepatuhan buta. Dampaknya melampaui ranah ritual; ia merembet ke dunia sains, ekonomi, dan politik. Teologi kepasrahan melahirkan mentalitas masyarakat yang lebih suka “menunggu keajaiban” ketimbang “menciptakan perubahan”. Alam semesta tidak lagi dipelajari sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan yang rasional, melainkan diterima sebagai misteri yang tabu untuk dipertanyakan.

Sejarah peradaban Islam justru menunjukkan bahwa kemajuan lahir ketika akal dan wahyu berjalan beriringan. Sebaliknya, kemunduran bermula ketika umat merasa cukup dengan teks tanpa kesediaan untuk menggunakan nalar guna membaca konteks. Di tengah arus fundamentalisme dan populisme beragama hari ini, pemikiran Muhammad Abduh kembali menjadi seruan yang mendesak: akal bukan musuh wahyu, melainkan amanah Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Selama umat masih mencurigai akalnya sendiri, selama itu pula wahyu akan tetap membeku—dan kemajuan hanya akan tinggal angan-angan yang terus menjauh.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa Bilang Menolak MBG Menentang HAM?

Next Post

Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Ruang Rapat

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH
Economy

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026
Feature

Apakah Identitas Selalu Menjadi Faktor Penyelamat?

February 26, 2026
Next Post

Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Ruang Rapat

Kapolri Harus Mundur – Bukan Minta Maaf

Kapolri Harus Mundur - Bukan Minta Maaf

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Apakah Identitas Selalu Menjadi Faktor Penyelamat?

February 26, 2026
Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

February 26, 2026
Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

February 26, 2026

Surat Kaleng dan Harga Sebuah Nama Baik

February 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...