• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Kapolri Harus Mundur – Bukan Minta Maaf

Sejatinya Harus Ada yang Mengundurkan Diri: Tidak Cukup Hanya Sekadar Minta Maaf

Ali Syarief by Ali Syarief
February 25, 2026
in Birokrasi, Crime, Feature
0
Kapolri Harus Mundur – Bukan Minta Maaf
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Permintaan maaf Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas perilaku anggota Polri yang “mencederai rasa keadilan publik” terdengar santun, bahkan terkesan rendah hati. Disampaikan dalam suasana buka puasa bersama insan pers, dibalut narasi silaturahmi, persatuan, dan kesiapan menerima kritik. Namun di hadapan realitas yang terus berulang—kekerasan, narkoba, penyalahgunaan kewenangan—permintaan maaf semata terasa semakin kosong makna.

Masalahnya bukan pada kata-kata. Masalahnya ada pada tanggung jawab struktural.

Dalam beberapa waktu terakhir, publik disuguhi ironi yang tak lagi bisa disebut sebagai “kasus oknum”. Eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, bukan hanya terjerat narkoba, tetapi disebut menerima Rp 2,8 miliar dari peredaran barang haram itu. Di Tual, Maluku, seorang remaja berusia 14 tahun meregang nyawa akibat penganiayaan anggota Brimob. Dua peristiwa ini berdiri di kutub yang sama: kekuasaan bersenjata yang gagal mengendalikan dirinya sendiri.

Di titik ini, permintaan maaf—betapapun tulusnya—menjadi tidak memadai. Karena yang dipertaruhkan bukan sekadar perasaan publik yang tersinggung, melainkan nyawa, hukum, dan kepercayaan.

Polri kerap berlindung pada frasa “kasus individu”. Namun publik semakin sadar: ketika pola berulang, itu bukan lagi soal individu, melainkan kegagalan sistemik. Budaya kekuasaan tanpa kontrol, mekanisme pengawasan yang tumpul, serta impunitas yang terlalu lama dibiarkan, telah membentuk ekosistem di mana pelanggaran bukan anomali, melainkan risiko yang dianggap wajar.

Di sinilah letak persoalan mendasar: siapa yang bertanggung jawab ketika sistem gagal?

Dalam etika kepemimpinan modern—terutama di negara demokratis—tanggung jawab tidak berhenti pada pelaku lapangan. Ada prinsip yang dikenal luas: command responsibility. Ketika kekerasan dan kejahatan terjadi secara berulang dalam satu institusi, maka pemimpin tertingginya tidak cukup hanya meminta maaf dan menjanjikan evaluasi. Harus ada konsekuensi politik dan moral.

Mengundurkan diri bukan berarti lari dari masalah. Justru sebaliknya, itu adalah bentuk tanggung jawab tertinggi. Sebuah pesan simbolik yang kuat bahwa jabatan bukan tameng, dan kekuasaan tidak kebal dari etika. Tanpa itu, setiap permintaan maaf hanya akan terdengar seperti ritual tahunan—datang, diucapkan, lalu dilupakan.

Ironisnya, di saat yang sama Polri terus menggaungkan pentingnya persatuan, silaturahmi dengan media, bahkan berbagi takjil kepada masyarakat. Semua itu baik, tetapi tidak menyentuh akar persoalan. Persatuan tidak lahir dari pencitraan, melainkan dari rasa keadilan yang benar-benar dirasakan warga, terutama mereka yang paling rentan menjadi korban kekerasan aparat.

Keamanan nasional tidak akan kokoh di atas fondasi ketakutan. Ketertiban tidak akan langgeng jika hukum diterapkan tajam ke bawah, tumpul ke atas. Dan kepercayaan publik tidak bisa dipulihkan hanya dengan kata “maaf”, selama tidak ada teladan pengorbanan dari pucuk pimpinan.

Sejatinya, ketika institusi penegak hukum berulang kali mencederai rasa keadilan, harus ada yang berani mundur, bukan demi drama, melainkan demi martabat negara hukum itu sendiri. Jika tidak, maka publik berhak curiga: permintaan maaf hanyalah cara paling murah untuk menunda pertanggungjawaban.

Dan bangsa ini—yang telah terlalu lama memaafkan—mungkin sudah sampai pada titik jenuh.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Ruang Rapat

Next Post

Qona’ah, Sikap Hidup Cerdas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Next Post

Qona’ah, Sikap Hidup Cerdas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Bela Diri atau Distorsi Fakta?  Kritik-Analisis Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas

Bela Diri atau Distorsi Fakta? Kritik-Analisis Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist