Makassar, Fusilatnews – Keterbatasan fisik tak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita setinggi langit. Semangat itulah yang ditunjukkan Irwan, siswa tunanetra dari SLB A YAPTI Makassar, yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dan diterima di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Pengumuman kelulusan yang dirilis pada Selasa (25/5/2026) menjadi kabar membahagiakan bagi keluarga besar SLB A YAPTI. Selain Irwan, dua siswa lainnya yakni Muhammad Adrian dan Fitrah Dewi Sari juga dinyatakan lulus dan akan melanjutkan pendidikan tinggi di UNM pada program studi yang berbeda.
Irwan mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas pencapaian tersebut. Setelah menuntaskan pendidikan SMA selama tiga tahun, ia akhirnya berhasil menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT dan diterima di jurusan Manajemen, program studi yang selama ini menjadi impiannya.
“Hari ini saya merasa sangat senang. Saya berhasil menyelesaikan SMA dan lulus SNBT di jurusan yang saya cita-citakan, yaitu Manajemen. Melalui jurusan ini, saya ingin belajar banyak agar suatu saat bisa membangun usaha sendiri ketika sudah sukses nanti,” ujar Irwan saat ditemui di asrama.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua, guru, serta teman-teman yang terus memberikan semangat selama menjalani pendidikan.
Ia bahkan telah menyiapkan mimpi besar setelah menyelesaikan kuliahnya kelak.
“Kalau nanti saya sudah lulus perguruan tinggi, saya ingin kembali ke kampung halaman untuk ikut membangun regulasi dan fasilitas yang lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas,” katanya.
Kepala sekolah SLB A YAPTI, Subu B., S.Pd., mengaku bangga atas capaian para siswanya yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri.
“Kami atas nama SLB A YAPTI sangat bangga mendengar siswa-siswi kami diterima di perguruan tinggi. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus belajar dan mengikuti jejak kakak-kakaknya yang kini sedang menempuh pendidikan tinggi,” ujarnya.
Subu berharap para siswa yang lulus SNBT tahun ini dapat memperoleh dukungan beasiswa dan terus menjaga semangat belajar. Ia juga berpesan agar mereka senantiasa menghormati serta mendoakan kedua orang tua dan para guru yang telah berjuang mendampingi mereka.
“Kalian harus membuktikan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas netra juga mampu berprestasi, berkuliah, bekerja, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Ini bukan yang pertama. Banyak alumni kami yang telah lebih dahulu menyelesaikan kuliah dan sukses di dunia kerja,” tambahnya.
Rasa syukur juga diungkapkan Rita, ibu Irwan, yang mengaku terharu atas keberhasilan putranya menembus perguruan tinggi negeri.
Menurutnya, di kampung halamannya di Desa Osango, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, masih sangat sedikit penyandang disabilitas yang mampu mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Kami sangat bersyukur mendengar kabar ini. Di daerah kami, anak disabilitas yang bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi masih sangat minim. Semoga Irwan mampu menyelesaikan studinya tepat waktu dan meraih cita-citanya,” tuturnya.
Keberhasilan Irwan dan rekan-rekannya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan tekad, dukungan keluarga, dan kesempatan yang setara, mereka mampu menembus batas yang selama ini dianggap mustahil oleh sebagian orang.
Reporter: Firdaus Abdul Rahim





















