Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Ketika pada 17 September 2025 Prabowo Subianto memasukkan Nanik S Deyang ke Badan Gizi Nasional (BGN), mungkin Presiden RI itu sedang melaksanakan misi infiltrasi atau penyusupan agar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi itu memata-matai Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN lainnya: Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Hasilnya, setelah sembilan bulan bekerja dan melakukan investigasi serta inspeksi mendadak ke dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), banyak dapur MBG yang kemudian dibekukan karena tidak memenuhi syarat.
Puncaknya adalah pencopotan Dadan, Lodewyk dan Sony, Selasa (2/6/2026), yang diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Nanik kemudian naik takhta menggantikan Dadan.
Selain karena dugaan jual-beli dapur MBG, pencopotan Dadan, Lodewyk dan Sony diduga terkait kualitas makanan dalam program MBG yang merupakan hasil investigasi dan sidak dari Nanik.
Dini hari usai dicopot, Kejaksaan Agung langsung menggeledah kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026), sekaligus dikabarkan menjemput Dadan, Lodewyk dan Sony untuk dibawa ke Kejagung. Ketiganya bahkan akhirnya ditahan Kejagung sebagai tersangka korupsi.
Setelah berhasil melaksankaan misi mata-mata, Nanik pun beroleh “reward” (penghargaan) dengan diangkat menjadi Kepala BGN.
Mengapa Nanik tidak justru dicopot seperti Dadan, Lodewijk dan Sony, padahal ia satu gerbong dengan ketiganya? Sekali lagi karena Nanik berhasil melaksanakan misi mata-mata dari Prabowo.
Dus, Nanik serupa Ken Arok yang setelah diterima menjadi pengawal Tunggul Ametung, lalu membunuh Adipati Tumapel itu, untuk merebut takhtanya sekaligus memperistri permaisurinya: Ken Dedes.
Ya, Prabowo diduga sengaja menanam Nanik di BGN untuk menjalankan manajemen konflik. Maklum, sudah lama Nanik dikenal dekat dengan Prabowo. Nanik menjadi mata-mata Prabowo di BGN.
Kini, setelah “menikam” Dadan dkk, apakah Nanik akan berhasil menakhodai BGN, seperti Ken Arok menakhodai Tumapel bahkan kemudian berhasil mendirikan kerajaan baru, Singasari di Jawa Timur?
Atau justru Nanik akan dikhianati oleh wakil-wakilnya di BGN, seperti dia juga pernah mengkhianati artis senior Ratna Sarumpaet, sahabatnya?
Biarlah waktu yang bicara!

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)



















