• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat pengakuan dari negara sebagai penggali nilai-nilai Pancasila, dan pencetus istilah Pancasila dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Tanggal 1 Juni kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila yang kita peringati hari ini.

Bung Karno hanya menggali dan meramu, karena sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu sudah tersedia di Nusantara sejak dulu kala.

Bung Karno pun hanya sebagai pencetus istilah Pancasila, karena sesungguhnya kosakata “panca” dan “sila” sudah tersedia dalam bahasa Sansekerta.

Adapun dasar hukum penetapan Hari Lahir Pancasila adalah Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Sejak itu, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni yang ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Selama Orde Baru, Hari Lahir Pancasila tidak dikenal. Yang ditonjolkan adalah Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, mengacu pada keberhasilan Soeharto mematahkan pemberontakan Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia atau G 30 S/PKI.

Namun apa lacur? Ternyata Pancasila lahir hanya untuk mati.

Mati sejak era Orde Lama yang ditandai dengan lahirnya Demokrasi Terpimpin serta carut-marutnya kondisi ekonomi dan sosial Indonesia. Akibatnya, Bung Karno jatuh.

Pancasila mati pula pada era Orde Baru yang ditandai dengan lahirnya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), Dwifungsi ABRI, pembatasan partai politik hanya tiga, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), melebarnya kesenjangan sosial, serta maraknya kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) di akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto. Akibatnya, Pak Harto jatuh.

Pancasila mati karena telah kehilangan nilai-nilai praksisnya. Pancasila hanya hidup dalam pidato-pidato pejabat. Pancasila hanya dilafalkan saja, tanpa pernah sungguh-sungguh diimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan bernegara.

Contoh paling kasat mata adalah berkembangnya sistem ekonomi liberal yang melahirkan konglomerasi, de l’om par l’om, homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Jauh dari sistem ekonomi kekeluargaan yang diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Di era Reformasi ini, kematian Pancasila dikubur lebih dalam lagi. Sistem multipartai ternyata tak membuat Indonesia lebih demokratis, tetapi justru dikuasai oleh oligarki para pemilik modal. Siapa yang punya modal finansial paling kuat, dialah yang akan memenangkan pertarungan politik.

Kalau sudah memenangkan pertarungan politik, otomatis dia juga akan memenangkan pertarungan ekonomi. Yang berlaku adalah hukum rimba. Homo homini lupus, kata Thomas Hobbes (1588-1679).

Maklum, sejak lahirnya era Reformasi, sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia adalah demokrasi liberal, bukan demokrasi Pancasila.

Secara de jure memang yang berlaku demokrasi Pancasila, tetapi secara de facto yang berlaku adalah demokrasi liberal. Konsekuensinya, para pemilik modal finansiallah yang kerap memenangkan pertarungan politik di Indonesia.

Lihat saja bupati, walikota dan gubernur terpilih yang kebanyakan berlatar pengusaha. Pun anggota DPRD, DPR RI dan DPD RI.

Dinasti politik pun lahir di mana-mana, baik pusat maupun daerah.

Di era Reformasi, korupsi justru makin merajalela. Kerugian negara yang ditimbulkannya tidak lagi dalam bilangan miliar, tapi triliunan, bahkan ratusan triliun rupiah.

Di era Presiden Prabowo Subianto saat ini, demokrasi disinyalir justru mengalami kemunduran. Salah satu indikatornya, masih terjadi aksi-aksi teror terhadap mereka yang suka mengkritik pemerintah.

Di sektor ekonomi, Prabowo memang sedang mencoba untuk membelokkan ke sistem ekonomi kekeluargaan. Ribuan Koperasi Merah Putih (KMP) didirikan di seantero negeri. Akan tetapi, KMP diprediksi lahir hanya untuk mati seperti Pancasila. Mengapa?

Karena KMP melawan pakem koperasi pada umumnya. Lazimnya, koperasi dibentuk oleh anggota secara mandiri dan modal pun disiapkan secara mandiri. Sistemnya bottom up atau dari bawah ke atas. Sementara KMP top down, sistemnya dari atas ke bawah. Modalnya disiapkan pemerintah. Begitu pun pengurusnya. Konsekuensinya, sekali lagi, KMP lahir hanya untuk mati.

Di sisi lain, Prabowo tidak akan dapat melepaskan diri dari cengkeraman oligarki.

Alhasil, jika Pancasila terus dibiarkan mati, kehilangan nilai-nilai praksisnya, maka munculnya aspirasi untuk mengganti Pancasila dengan sistem lainnya akan terus membuncah. Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 dan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965 niscaya hanya akan menjadi kenangan belaka. Semoga ini tidak terjadi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PARAMETER BARU UNTUK PARADIGMA BARU

Next Post

PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: PARADOKS KETIKA NEGARA BERJALAN DI JALUR LIBERAL-KAPITALISTIK

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya
Feature

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026
Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis
Birokrasi

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Next Post
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: PARADOKS KETIKA NEGARA BERJALAN DI JALUR LIBERAL-KAPITALISTIK

PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: PARADOKS KETIKA NEGARA BERJALAN DI JALUR LIBERAL-KAPITALISTIK

Simalakama Teddy Wijaya

Tinjauan Yuridis: Presiden Membayar Sendiri Kelebihan Biaya Perjalanan Dinas? Persoalannya Bukan pada Uangnya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...