• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Share on FacebookShare on Twitter

Apakah sahabat bisa membayangkan bagaimana kira-kira Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan rupiah yang terpuruk, pertumbuhan ekonomi yang melambat, daya beli masyarakat yang menurun, dan gelombang PHK yang menghantui banyak keluarga Indonesia?

Pertanyaan ini tentu bukan pertanyaan yang jahat. Justru ini pertanyaan yang sangat wajar. Sebab, dalam sejarah Indonesia, jabatan wakil presiden bukan sekadar penghias panggung kekuasaan. Pada masa-masa sulit, seorang wakil presiden sering kali menjadi dapur pemikiran tempat lahirnya berbagai solusi.

Saat krisis ekonomi mengguncang Indonesia, ada Jusuf Kalla yang dikenal cekatan, berani mengambil keputusan, dan memiliki pengalaman panjang dalam dunia usaha. Ketika ekonomi membutuhkan arah dan stabilitas, ada Boediono yang reputasinya dibangun dari disiplin ilmu ekonomi dan pengalaman panjang mengelola kebijakan moneter maupun fiskal.

Mereka boleh disukai atau tidak. Namun satu hal yang sulit dibantah: ketika berbicara soal ekonomi, keduanya memiliki bekal yang membuat publik yakin bahwa mereka memahami masalah yang sedang dibicarakan.

Lalu bagaimana dengan Gibran?

Mungkin suatu hari akan ada rapat ekonomi nasional. Rupiah melemah, investor menunggu kepastian, ekspor menurun, sementara pasar keuangan bergerak liar.

Para menteri ekonomi mulai membuka presentasi setebal ratusan halaman. Grafik ditampilkan. Angka-angka diproyeksikan ke layar. Inflasi, cadangan devisa, neraca perdagangan, arus modal asing, hingga risiko geopolitik global dibahas secara serius.

Semua mata kemudian beralih kepada wakil presiden.

“Bagaimana pendapat Bapak Wapres?”

Ruangan hening.

Semua menunggu.

Lalu sang wapres tersenyum.

“Mungkin kita bisa bikin challenge di media sosial supaya rupiah semangat lagi.”

Tentu ini hanya satire. Tetapi satire lahir justru karena publik kesulitan membayangkan kontribusi konkret yang bisa diberikan.

Masalah ekonomi bukan seperti menjual minuman kekinian yang bisa ditangani dengan promosi menarik atau desain kemasan yang lebih segar. Ekonomi nasional adalah persoalan yang melibatkan jutaan pelaku usaha, ratusan juta konsumen, pasar keuangan global, kebijakan fiskal, moneter, perdagangan internasional, hingga kepercayaan investor.

Ketika rupiah melemah, misalnya, tidak cukup hanya dengan optimisme. Pasar membutuhkan keyakinan bahwa pemerintah memahami akar masalah dan memiliki strategi yang masuk akal untuk mengatasinya.

Karena itu, yang sebenarnya ingin diketahui publik bukanlah apakah Gibran pandai berbicara atau tidak. Bukan pula apakah ia aktif membuat konten atau tampil di berbagai acara seremonial.

Yang ingin diketahui adalah: gagasan apa yang ia miliki?

Apa resepnya untuk meningkatkan investasi?

Bagaimana cara memperkuat industri nasional?

Apa pandangannya tentang utang negara?

Bagaimana strategi menghadapi perlambatan ekonomi global?

Apa usulnya untuk mengatasi pengangguran generasi muda?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu penting karena jabatan wakil presiden bukan hadiah keluarga, bukan pula bonus politik. Jabatan itu dibayar oleh rakyat melalui pajak yang mereka setorkan setiap hari.

Mungkin ada yang menjawab bahwa seorang wakil presiden tidak harus menjadi ahli ekonomi.

Benar.

Tetapi ketika negara menghadapi persoalan ekonomi yang serius, rakyat tentu berharap ada lebih dari sekadar senyum, jargon, atau pencitraan.

Mereka berharap ada kapasitas.

Mereka berharap ada kompetensi.

Mereka berharap ada pemikiran.

Sebab nilai rupiah tidak akan menguat hanya karena rakyat diminta optimistis. Lapangan kerja tidak akan tercipta hanya karena pemerintah mengunggah video pendek yang menarik. Daya beli tidak akan pulih hanya karena tagar tertentu menjadi viral.

Ekonomi memiliki hukum yang jauh lebih keras daripada algoritma media sosial.

Pada akhirnya, mungkin inilah tantangan terbesar yang dihadapi Gibran. Bukan bagaimana menjadi wakil presiden termuda. Bukan pula bagaimana mempertahankan popularitas.

Tetapi bagaimana membuktikan bahwa dirinya memang layak duduk di kursi yang pernah ditempati tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Karena sejarah selalu kejam terhadap mereka yang memperoleh jabatan besar tanpa prestasi yang sebanding.

Dan sejarah lebih kejam lagi ketika krisis datang, sementara para pemimpinnya hanya mampu menjawab dengan senyuman.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Next Post

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...