• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
in Birokrasi, News, Pojok KSP
0
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel yang menyiksa relawan Global Sumud Flotilla (GSF) selama masa penahanan.

Kecaman itu disampaikan melalui pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Turki, Jordania, Qatar, Mesir, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, kemarin.

Saat menjemput kedatangan 9 warga negara Indonesia (WNI) relawan GSF yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore, Menteri Luar Negeri RI Sugiono, atau Kak Sugiono karena usianya masih relatif muda, yakni 47 tahun, juga menyampaikan kecaman kepada Israel.

“Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam misi kemanusiaan adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter,” ujar Kak Sugiono yang juga Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

Mengapa Kak Sugiono seperti orang kebakaran jenggot, padahal dia sendiri tak punya jenggot?

Mungkin karena gagap. Dia tidak punya basis diplomatik. Dia berbasis militer, pangkat menengah, seperti Teddy Indra Wijaya yang menjadi Sekretaris Kabinet, sehingga bisa dibilang terjadi inflasi pejabat, seperti Teddy bilang, ada fenomena inflasi pengamat karena kritik yang dilontarkan tak sesuai dengan latar belakang pendidikan pengamat itu.

Saat melontarkan kecaman kepada Israel, Kak Sugiono mungkin pura-pura tahu hukum internasional. Pura-pura tahu hukum humaniter. Ini jika dilihat dari pernyataan dia sebelumnya.

Sebelumnya, saat berita pencegatan kapal-kapal GSF di perairan internasional menuju Gaza, Palestina, oleh pasukan Israel mencuat, Kak Sugiono terlihat tenang-tenang saja. Bahkan dia seolah menyalahkan para relawan di satu pihak, dan membela Israel di lain pihak.

Kak Sugiono mengatakan, para relawan yang ditangkap pasukan Israel itu, temasuk 9 WNI, sudah tahu risiko berlayar menuju Gaza.

Apa yang dilakukan tentara Israel, kata Kak Sugiono, juga bukan penculikan atau penyanderaan, melainkan penangkapan karena memang semua kapal misi kemanusiaan yang menuju Gaza tidak diperbolehkan oleh Israel.

Kini, setelah semua relawan GSF, termasuk 9 WNI, sudah dilepaskan dengan bantuan tiga negara, yakni Turkiye, Jordania dan Mesir, Kak Sugiono baru melontarkan kecaman.

Saat penahanan masih berlangsung dan video penyiksaan terhadap relawan oleh tentara Israel viral di media sosial, Indonesia seakan tak berdaya. Kak Sugiono berdalih, Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga upaya pembebasan 9 WNI dilakukan melalui negara ketiga seperti Turkiye, Jordania dan Mesir.

Bukankah Indonesia dan Israel sama-sama anggota Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sehingga Presiden Prabowo Subianto mestinya bisa memanfaatkan forum itu untuk melobi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, atau melalui Donald Trump kalau tak bisa langsung ke Netanyahu?

Prabowo selama ini juga terkesan membela Israel dengan menyatakan Israel pun harus mendapatkan jaminan keamanan bila Palestina dan Israel mau berdamai.

Bukankah yang mencaplok wilayah Palestina adalah Israel? Bukankah yang kerap memerangi Palestina adalah Israel yang didukung AS?

Sebagai negara penjajah, Israel dengan sendirinya mendapatkan jaminan keamanan, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh AS dan sekutu-sekutunya. Bilamana Palestina melakukan serangan, itu tak lebih dari sekadar upaya membela atau mempertahankan diri. “Pertahanan terbaik adalah menyerang,” kata Sun Tzu (544-496 SM).

Mestinya, dengan sikap Prabowo yang cenderung berpihak ke Israel, Ketua Umum Partai Gerindra itu bisa berkomunikasi langsung dengan Netanyahu, meski sebatas “person to person”, bukan “government to government”. Kalau tidak, buat apa bela-bela Israel?

Ironisnya, di media sosial ada yang memuji-muji Prabowo. Katanya, pembebasan 9 WNI oleh Israel itu berkat lobi-lobi rahasia Prabowo. Padahal, Kak Sugiono sendiri seperti orang kebakaran jenggot. Alamak!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan

Next Post

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan
Birokrasi

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

May 25, 2026
Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan
Birokrasi

Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal
Birokrasi

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Next Post
Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

May 25, 2026
Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

May 25, 2026
Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

May 25, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan

Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan

May 25, 2026
Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Tuduhan Intoleransi: Antara Fakta, Generalisasi, dan Kejujuran Sosial

Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Tuduhan Intoleransi: Antara Fakta, Generalisasi, dan Kejujuran Sosial

May 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

May 25, 2026
Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

May 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist