• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 25, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Betapa Mahal Ongkos Kerja Presiden Ketika biaya negara tidak berhenti pada pesawat, iring-iringan, dan pengamanan
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Karena posisinya strategis, setiap perjalanan kerja presiden tidak pernah sekadar perpindahan seorang pejabat dari satu kota ke kota lain. Ia bergerak bersama negara. Di belakang satu kunjungan presiden terdapat rangkaian panjang pengamanan, koordinasi lintas lembaga, penyiapan infrastruktur, mobilisasi aparat, hingga penghentian sementara aktivitas publik demi protokol keamanan.

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Kebumen pada Mei 2026 menjadi gambaran kecil mengenai besarnya biaya negara untuk memastikan satu agenda berlangsung aman. Sedikitnya 356 personel Polres Kebumen diterjunkan, belum termasuk unsur TNI, aparat pendukung, personel dari wilayah lain, serta perangkat pemerintahan daerah yang turut dilibatkan. Pengamanan dilakukan berlapis, dari pengamanan lokasi hingga pengamanan jalur dan kegiatan pendukung.

Yang terlihat publik hanyalah presiden datang, meninjau lokasi, lalu pulang. Namun yang tidak terlihat adalah mesin negara yang bekerja di belakangnya.

Masalahnya bukan pada pengamanan. Tidak ada negara yang menempatkan keselamatan presiden sebagai hal sepele. Amerika Serikat bahkan menutup jalan-jalan utama saat presiden bergerak. Negara-negara lain melakukan hal serupa. Persoalannya muncul ketika ongkos besar itu tidak menghasilkan manfaat yang setara bagi rakyat.

Jika satu kunjungan kerja melibatkan ratusan personel, biaya operasional, kendaraan, logistik, koordinasi, dan penggunaan sumber daya negara, maka publik tentu berhak mengajukan pertanyaan sederhana: seberapa besar hasil yang kembali kepada masyarakat?

Pertanyaan itu menjadi lebih penting ketika kunjungan kerja presiden berkaitan dengan proyek-proyek strategis yang kemudian dipersoalkan efektivitasnya.

Program food estate misalnya. Ide dasarnya sangat menarik: menciptakan lumbung pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan. Namun, dalam pelaksanaannya, berbagai kritik muncul. Badan Pemeriksa Keuangan menemukan berbagai persoalan terkait perencanaan, penggunaan data, hingga implementasi proyek yang dianggap tidak sesuai ketentuan.

Jika proyek dengan anggaran besar itu tidak menghasilkan produktivitas yang sepadan, maka yang hilang bukan hanya uang negara. Yang ikut hilang adalah energi birokrasi, waktu, sumber daya manusia, serta berbagai biaya pendukung yang menyertainya.

Negara sesungguhnya tidak pernah membayar proyek hanya pada angka APBN yang tertulis.

Di balik setiap proyek terdapat “biaya tak terlihat”: rapat yang tak terhitung, perjalanan dinas, kunjungan lapangan, pengamanan, tenaga administrasi, hingga aparat yang dikerahkan.

Biaya semacam ini sering luput dari perhatian publik.

Hal yang sama dapat menjadi pertanyaan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya mulia: meningkatkan kualitas gizi dan menyiapkan generasi yang lebih sehat. Pemerintah mengalokasikan anggaran awal puluhan triliun rupiah untuk program tersebut.

Namun sejumlah akademisi dan pengamat mengingatkan bahwa program berskala sangat besar memiliki risiko pembengkakan biaya dan berpotensi menekan sektor lain bila implementasinya tidak efisien.

Persoalannya bukan apakah program itu baik atau buruk. Persoalannya adalah apakah hasilnya sebanding dengan ongkos yang dikeluarkan negara.

Karena jika sebuah program raksasa ternyata gagal mencapai sasaran, maka kerugiannya bukan hanya triliunan rupiah. Kerugiannya juga berupa hilangnya kesempatan.

Ekonom menyebutnya opportunity cost atau biaya kesempatan.

Setiap Rp100 triliun yang gagal dimanfaatkan secara efektif sesungguhnya adalah sekolah yang tidak dibangun, rumah sakit yang tidak berdiri, bendungan yang tidak selesai, atau petani yang tidak memperoleh dukungan.

Di titik ini, kita perlu memandang kerja presiden secara lebih luas.

Ongkos presiden bukan hanya pengamanan VVIP. Bukan hanya pesawat kepresidenan atau iring-iringan kendaraan. Ongkos terbesar seorang presiden sesungguhnya adalah ketika negara menggerakkan seluruh mesin birokrasi untuk sebuah keputusan.

Ketika keputusan itu tepat, negara mendapatkan manfaat besar.

Tetapi ketika keputusan itu keliru, negara tidak hanya kehilangan uang.

Negara kehilangan waktu.

Dan waktu adalah sumber daya yang tidak bisa diutang, tidak bisa dicetak, dan tidak bisa dikembalikan.

Karena itu, ukuran keberhasilan presiden tidak semestinya berhenti pada berapa banyak kunjungan kerja dilakukan, berapa proyek diresmikan, atau berapa kali kamera merekam aktivitas di lapangan.

Pertanyaan sesungguhnya jauh lebih sederhana:

Setelah seluruh biaya besar itu dikeluarkan, apakah kehidupan rakyat benar-benar menjadi lebih baik?

Sebab pada akhirnya, yang membayar seluruh ongkos kerja presiden bukanlah negara.

Yang membayarnya adalah rakyat melalui pajak mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Tuduhan Intoleransi: Antara Fakta, Generalisasi, dan Kejujuran Sosial

Next Post

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung
Birokrasi

Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI yang Rusak Criminal Justice System

July 16, 2026
Operasional Mesin Olah Runtah di Jawa Barat Dihentikan Usai Dikritik Menteri Lingkungan Hidup
Crime

Paradoks MOTAH 65: Ketika Pemerintah Takut Asap Kebakaran, tetapi Membangun Mesin Pembakar Sampah

July 16, 2026
Next Post
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI yang Rusak Criminal Justice System

July 16, 2026
Operasional Mesin Olah Runtah di Jawa Barat Dihentikan Usai Dikritik Menteri Lingkungan Hidup

Paradoks MOTAH 65: Ketika Pemerintah Takut Asap Kebakaran, tetapi Membangun Mesin Pembakar Sampah

July 16, 2026
Kejagung Hina Publik, KPK Harus Ambil Alih Kasus Mantan Jampidsus

Kejagung Hina Publik, KPK Harus Ambil Alih Kasus Mantan Jampidsus

July 16, 2026

Sapu yang Bersih Integritas adalah Amanah (Pelajaran Al-Qur’an dan Hadits tentang Penegakan Hukum)

July 16, 2026
Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

July 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI yang Rusak Criminal Justice System

July 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...