JAKARTA –FusilatNews.– Penunjukan Nanik Daeng sebagai kepala program MBG yang baru menuai beragam tanggapan dari publik. Salah satu kritik datang dari aktivis dan seniman Ratna Sarumpaet yang menyoroti persoalan kepercayaan publik terhadap figur yang dipercaya memegang jabatan strategis tersebut.
Saat dimintai pendapat mengenai penunjukan Nanik Daeng, Ratna Sarumpaet mengaku tidak terkejut dengan keputusan pemerintah. Namun, ia menilai persoalan utama yang akan dihadapi adalah soal kejujuran dan kepercayaan publik.
“Setahu saya masalah dia soal kejujuran,” kata Ratna Sarumpaet.
Ratna bahkan mengaku pernah merasakan langsung dampak dari tindakan Nanik Daeng di masa lalu.
“Dan kelakuannya itu pernah mengorbankan aku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ratna menyayangkan kebiasaan pemerintah yang menurutnya kerap melahirkan polemik baru melalui sejumlah kebijakan dan penunjukan pejabat publik.
“Pemerintahan kita kan gemar ciptakan masalah,” tambahnya.
Di media sosial, penunjukan Nanik Daeng juga memicu perdebatan. Sejumlah warganet mempertanyakan kemampuan pemerintah membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap figur yang pernah terseret kontroversi.
Salah seorang netizen menulis bahwa tantangan terbesar bukanlah menjalankan program, melainkan mengembalikan kepercayaan publik yang telah terlanjur terkikis.
“Paling sulit itu public trust,” tulisnya.
Netizen tersebut kemudian mengingatkan sebuah pepatah lama yang menggambarkan pentingnya integritas dalam kehidupan publik.
“Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya,” tulisnya lagi.
Pepatah tersebut banyak dikutip pengguna media sosial sebagai refleksi bahwa kepercayaan merupakan modal utama bagi setiap pejabat publik. Ketika kepercayaan itu rusak, pemulihannya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan membangunnya sejak awal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Nanik Daeng terkait kritik yang disampaikan Ratna Sarumpaet maupun respons publik atas penunjukannya sebagai kepala MBG yang baru.























