Para ilmuwan yakin sampel asteroid Bennu yang kaya karbon mungkin berisi petunjuk tentang asal usul bahan organik dan air yang dapat menyebabkan kehidupan di Bumi.
Fusilatnews – TRT World -Misi OSIRIS-REx akan mengirimkan sampel asteroid pertama NASA yang dikumpulkan di luar angkasa ke Bumi pada Ahad, 24 September.
Melaju dengan kecepatan sekitar 44.500 km per jam saat memasuki atmosfer, pesawat luar angkasa misi tersebut akan melepaskan kapsul berisi sampel batuan dan debu dari asteroid Bennu, dan mendarat di gurun Utah, tempat para ilmuwan menantikan untuk mengambilnya.
OSIRIS-REx adalah singkatan dari Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, dan Security-Regolith Explorer.
Kapsul pengembalian sampel akan mendarat pada pukul 08:55 MDT (10:55 EDT/09:55 CDT). Diperkirakan menampung sekitar setengah pon material Bennu, atau 250 gram +/- 101 gram, ini adalah sampel asteroid terbesar yang pernah diterima di Bumi.
Misi OSIRIS-REx NASA dipimpin oleh peneliti utama Dante Lauretta, seorang profesor ilmu planet dan kosmokimia di Laboratorium Bulan dan Planet Universitas Arizona.
Dipercaya memiliki senyawa organik dan mineral yang mengandung air, Bennu adalah asteroid dekat Bumi yang kaya karbon.
Sampel asteroid yang dikumpulkan diharapkan dapat membuka peluang penelitian selama puluhan tahun, membawa para ilmuwan lebih dekat untuk menjawab bagaimana planet terbentuk dan bagaimana kehidupan dimulai, termasuk bagaimana lautan di Bumi mendapatkan air, serta memperdalam pemahaman manusia tentang asteroid yang mungkin bertabrakan dengan Bumi.
Ukuran dan orbit Bennu menjadikannya asteroid yang berpotensi berbahaya.
Setiap enam tahun, asteroid tersebut melintas sekitar 300.000 km dari permukaan planet, yang lebih dekat dari orbit bulan, dan memiliki peluang 1 dari 2.700 untuk menabrak Bumi pada September 2182, menurut data dari tim sains OSIRIS-REx.
Asteroid ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999, dan diberi nama sesuai nama dewa Mesir kuno Bennu, yang dianggap melambangkan matahari, penciptaan, dan kelahiran kembali.
Berukuran diameter sekitar 492 meter — sedikit lebih lebar dari tinggi Empire State Building atau Menara Kembar Petronas Malaysia — Bennu memiliki sejarah lebih dari 4,5 miliar tahun.
Ia dianggap sebagai sisa-sisa kuno dari masa-masa awal tata surya kita, itulah sebabnya para ilmuwan berpendapat bahwa molekul organiknya mungkin berperan dalam dimulainya kehidupan di Bumi.
OSIRIS-REx milik NASA bukanlah misi pertama yang mengirimkan sampel asteroid ke Bumi.
Pada bulan Juni 2010, misi Hayabusa dari Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) membawa kembali bintik-bintik dari asteroid Itokawa, sedangkan misi JAXA Hayabusa2 mengirimkan sekitar lima gram sampel asteroid dari Ryugu pada bulan November 2021.
Pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx, kira-kira seukuran van berkapasitas 15 penumpang, diluncurkan pada 8 September 2016. Pesawat tersebut memulai perjalanan dua setengah tahun kembali ke Bumi pada Mei 2021 setelah berhasil mengumpulkan potongan Bennu di Oktober 2020.
NASA akan menyiarkan langsung pendaratan di Utah Test and Training Range mulai pukul 10 pagi EDT (8 pagi MDT/9 pagi CDT) pada tanggal 24 September di saluran YouTube dan NASA TV.
Sumber : TRT World
























