• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Ruang Rapat

fusilat by fusilat
February 25, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Di sebuah masjid kecil di tengah riuh kawasan belanja mancanegara di negeri tetangga, seorang Financial Controller bersimpuh lebih lama dari biasanya selepas salat Jumat. Di tangannya tergenggam selembar SK mutasi dari direksi: kembali ke kantor pusat. Kertas itu tipis, tetapi maknanya berat.

Yang mengusik pikirannya bukan soal pindah kota. Bukan pula tentang jabatan. Yang membuat dadanya sesak justru sesuatu yang lebih sunyi: berubahnya arah angin kekuasaan.

Sejak pucuk pimpinan holding company—yang selama ini dikenal tegas menjaga prinsip amar ma’ruf nahi munkar dalam tata kelola—dicopot dan digantikan oleh sosok dengan visi berbeda, atmosfer kantor tak lagi sama. Rapat-rapat strategis berjalan tanpa undangannya. Revisi policy dan SOP seleksi supplier serta buyer dibahas kilat—terlalu kilat untuk sesuatu yang menyangkut integritas.

SOP yang selama ini ia jaga ketat dicap “menghambat fleksibilitas bisnis.” Padahal, di atas kertas, SOP itulah benteng terakhir terhadap penunjukan langsung yang rawan konflik kepentingan. Ia paham betul: fleksibilitas sering kali hanyalah nama lain dari diskresi yang tak tercatat.

Sebulan sebelumnya, Direktur Keuangan holding datang membawa agenda yang terasa lebih politis ketimbang teknis: memetakan siapa kawan, siapa lawan. Dalam rapat itu, hanya satu tangan yang terangkat menyatakan keberatan atas perubahan SOP.
Tangannya.

Sejak hari itu, waktu seolah dipercepat. Dalam hitungan minggu, posisinya diganti. Ia dimutasi.
Sumber daya manusia “disesuaikan”.
Arah kebijakan “diluruskan”—atau mungkin justru dilengkungkan, tergantung dari sudut mana melihatnya.

Duduk di masjid yang sepi itu, ia sadar dirinya bukan pemilik kuasa. Ia hanya penjaga angka. Namun ia juga tahu, di balik angka-angka selalu ada amanah. Dan diam, dalam banyak situasi, adalah bentuk persetujuan paling sunyi.

Ia teringat sabda Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan Imam Muslim:
“Barang siapa melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu, dengan hatinya—dan itulah selemah-lemahnya iman.”

Pertanyaannya sederhana, tetapi menggigit:
di ruang rapat modern—dengan jas dan dasi, proyeksi EBITDA, dan growth strategy—di manakah posisi nahi munkar?
Apakah ia hanya layak di mimbar khutbah, atau justru diuji di meja tender?

Ia memutuskan untuk menghadap presiden direktur yang baru. Bukan untuk melawan. Bukan pula untuk mencari simpati. Ia hanya ingin menyampaikan apa yang ia tahu—dan risiko yang mengintai jika SOP dibongkar demi kepentingan jangka pendek.

Ia paparkan sejarah lahirnya SOP itu: hasil audit, temuan risiko, dan pelajaran dari kasus-kasus sebelumnya. Ia menekankan bahwa tata kelola bukan soal memperlambat bisnis, melainkan memastikan bisnis tetap hidup dalam jangka panjang.

Respons sang presiden di luar dugaannya.
“Saya sudah lebih dari seminggu sulit tidur,” katanya pelan. “Ada beban berat sejak diberi misi ini. Dan hari ini, saya merasa seperti diingatkan.”

Dua orang dengan latar keyakinan berbeda duduk dalam satu kesenyapan yang sama. Mereka mungkin berbeda agama. Tetapi kegelisahan moral adalah bahasa yang melampaui sekat-sekat itu.

Di titik itulah amar ma’ruf nahi munkar berhenti menjadi slogan religius. Ia menjelma sebagai keberanian etis.

Al-Qur’an, Surah Ali ‘Imran ayat 104, menyeru agar ada segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Seruan ini kerap dipahami dalam konteks sosial-keagamaan semata. Padahal, ia juga relevan—bahkan krusial—dalam konteks korporasi dan tata kelola.

Menyeru kepada yang ma’ruf dapat berarti menjaga transparansi.
Mencegah yang munkar dapat berarti menolak konflik kepentingan.

Dalam dunia bisnis modern, prinsip itu menemukan padanannya dalam Good Corporate Governance: transparency, accountability, responsibility, independency, fairness. Tanpanya, perusahaan mungkin mencetak laba—tetapi kehilangan legitimasi.

Sejarah berulang kali menunjukkan: krisis besar jarang lahir dari ketiadaan strategi, melainkan dari kompromi kecil yang dibiarkan tumbuh menjadi budaya.

Nassim Nicholas Taleb menuliskannya dengan brutal:
“If you see fraud and do not say fraud, you are a fraud.”

Kalimat itu keras. Tetapi justru karena keras, ia memaksa kita bercermin.

Sang Financial Controller sadar, keberanian moral bukan soal heroisme. Ia hanya memilih tidak mengkhianati nuraninya. Ia menolak mewariskan “selemah-lemahnya iman”, dan memilih meninggalkan jejak integritas—melalui lisan, sikap, dan tulisan.

Tawakalnya bersandar pada firman Allah:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl
“Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung.”
(Ali ‘Imran: 173)

Ia tahu, hasil akhir bukan di tangannya.
Tetapi sikap—selalu—adalah pilihannya.

Kesimpulan

Amar ma’ruf nahi munkar bukan sekadar etika personal, melainkan fondasi moral sosial—termasuk dalam organisasi modern. Ia menuntut keberanian untuk bersuara ketika sistem mulai keluar dari rel. Ia mengajarkan bahwa integritas bukan soal nyaman atau tidak nyaman, melainkan soal benar atau salah.

Di ruang rapat, di meja tender, di balik laporan keuangan—prinsip itu tetap hidup, selama masih ada yang bersedia menjaganya.

Saran Reflektif

Pertama, setiap profesional perlu menyadari bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar posisi.
Kedua, perusahaan harus melindungi suara berbeda—karena kebenaran kerap lahir dari dissenting opinion.
Ketiga, pemimpin perlu mengingat: setiap keputusan strategis selalu mengandung dimensi moral, bukan hanya finansial.

Pada akhirnya, kita mungkin tak selalu mampu mengubah keadaan.
Namun kita selalu punya pilihan: menjadi bagian dari arus, atau menjadi penanda arah.

Dan di masjid kecil itu, sebelum ia melipat kembali SK mutasinya dan melangkah keluar, ia telah memilih.
Mungkin sejarah tak akan mencatat namanya.
Tetapi nuraninya telah mencatat keberpihakannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akal yang Dipasung, Wahyu yang Dibekukan

Next Post

Kapolri Harus Mundur – Bukan Minta Maaf

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH
Economy

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026
Feature

Apakah Identitas Selalu Menjadi Faktor Penyelamat?

February 26, 2026
Next Post
Kapolri Harus Mundur – Bukan Minta Maaf

Kapolri Harus Mundur - Bukan Minta Maaf

Qona’ah, Sikap Hidup Cerdas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Apakah Identitas Selalu Menjadi Faktor Penyelamat?

February 26, 2026
Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

February 26, 2026
Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

February 26, 2026

Surat Kaleng dan Harga Sebuah Nama Baik

February 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...