• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

ANGKA STATISTIK YANG MENYESATKAN

by
February 25, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Di negeri ini, kita tidak dilarang untuk mempertanyakan keakuratan data statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Hal itu sah-sah untuk ditempuh. Apalagi, kalau data yang dirilis, sangat berbeda dengan apa yang dirasakan oleh masyatakat, sehingga terkesan menjadi angka yang meragukan, atau malah bisa menjadi angka statistik yang menyesatkan.

Dari berbagai diskusi ysng dilakukan, angka statistik yang menyesatkan adalah angka-angka statistik yang tidak akurat atau tidak lengkap, sehingga dapat menyesatkan atau memberikan kesan yang salah tentang suatu fenomena atau keadaan. Angka statistik yang menyesatkan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: pertama, kesalahan pengumpulan data. Artinya, data yang dikumpulkan tidak akurat atau tidak lengkap, sehingga angka statistik yang dihasilkan juga tidak akurat.

Kedua, kesalahan interpretasi data. Dalam hal ini, data yang dikumpulkan tidak diinterpretasikan dengan benar, sehingga angka statistik yang dihasilkan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Ketiga, manipulasi data. Artinya, data yang dikumpulkan dimanipulasi untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga angka statistik yang dihasilkan tidak akurat.

Dan keempat, keterbatasan sampel. Maksudnya, sampel yang digunakan tidak representatif, sehingga angka statistik yang dihasilkan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Sampel yang terbatas, biasanya ada kaitan dengan keterbatasan anggaran. Padahal, sampel merupakan faktor penentu keakuratan proyeksi data yang akan ditetapkan.

Beberapa contoh angka statistik yang menyesatkan adalah, menggunakan rata-rata sebagai ukuran tendensi sentral, padahal data yang dikumpulkan memiliki distribusi yang tidak normal. Atau, menggunakan persentase sebagai ukuran proporsi, padahal sampel yang digunakan tidak representatif. Selain itu, menggunakan angka absolut sebagai ukuran besarnya suatu fenomena, padahal angka tersebut tidak dihubungkan dengan konteks yang lebih luas.

Atas hal demikian,, dalam menganalisis angka statistik, penting untuk memperhatikan beberapa hal, seperti sumber data; metode pengumpulan data; ukuran sampel;
distribusi data dan konteks yang lebih luas.Dengan demikian, kita dapat menghindari kesalahan interpretasi dan memperoleh kesimpulan yang lebih akurat.

Pengumuman Pemerintan terkait dengan penyetopan impor beras mulai tahun 2025, jelas tidak terlepas dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik. Diprediksi atas hasil panen raya padi mulai Pebruari hingga April 2025, produksi beras nasional akan meningkat sekitar 3 juta ton, sehingga bangsa ini akan memiliki surplus beras sebesar 5 juta ton.

Prediksi BPS ini, tentu dengan asumsi iklim dan cuaca, benar-benar menunjukkan keberpihakan kepada sektor pertanian. Namun, masalahnya akan menjadi lain, jika iklim dan cuaca sangat tidak berpihak kepada sektor pertanian, seperti halnya saat El Nino menyergap kehidupan petsni sekitar 3 tahun lalu. Kita ingat betapa bangsa kita ketar-ketir menghadapinya.

Waktu itu, kita tidak dapat mengelak terjadinya “darurat beras”. Pemerintah sendiri, terkesan seperti yang tidak siap menghadapinya. Akibatnya wajar, bila produksi beras secara nasional, mengalami penurunan dengan angka cukup signifikan. Selain itu, kita saksiksn pula harga beras di pasar melejit tinggi diatas HPP Beras dan HET. Emak-emak pun lumrah menyampaikan protes keras kepada Pemerintsh.

Lebih mencengangkan lagi adalah membengkaknya angka impor beras untuk tahun lslu. Dari pengamatan yang ada, impor beras yang ditempuh ternyata cukup fantastis. Angkanya menembus angka 4 juta ton. Kita sendiri pasti sangat memahami, mengapa angka impor beras ini sangat tinggi. Yang jelas, semua ini digarap karena produksi beras dalam negeri, memang tidak mencukupi kebutuhan beras di dalam negeri.

Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih, dinilai banyak pihak memiliki nyali cukup tinggi dengan mengumumkan, mulai tahun ini Indonesia akan menghentikan impor beras. Mengacu kepada data BPS diatas kertas, Pemerintah percaya para petani di dalam negeri akan mampu menggenjot produksi beras setinggi-tingginya menuju swasembada.

Bayangkan, di saat produksi beras secara nasional anjlok, yang dibuktikan dengan produksi beras secara nasional untuk tahun 2024, hanya mencapai 30,41 juta ton ditambah dengan membengkaknya impor beras dengan angka di atas 4 juta ton, Pemerintah membuat keputusan untuk menyetop impor beras. Padahal, selama ini impor beras, bisa disebut sebagai “dewa penolong” kehidupan rakyat.

Prediksi BPS yang dijadikan dasar Pemerintah untuk menghentikan impor beras mulai tahun ini, tentu telah mengantisipasi kemungkinan terburuk adanya sergapan iklim ekstrim dan cuaca buruk bagi sektor pertanian. Perhitungan angka surplus sebesar 5 juta ton, juga telah mempertimbangkan berbagai macam faktor. Termasuk di dalamnya kekuatan cadangan beras Pemerintah.

BPS telah ditetapkan Pemerintah sebagai satu-satunya lembaga data yang dipercaya untuk merilis data pembangunan. Secara regulasi, Undang-Undang (UU) yang mengatur statistik di Indonesia adalah UU Nomor 16 Tahun 1997. UU ini mengatur tentang penyelenggaraan statistik, mulai dari definisi, sistem, hingga ilmu yang mempelajari statistik.

Semoga data yang dicatat BPS tentang produksi beras tahun ini, benar-benar sesuai dengan fakta di lapangannya, sehingga penyetopan impor beras mulai tahun ini dapat berjslsn dengan baik. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pandangan Rocky Gerung “Konflik Megawati vs Jokowi”

Next Post

Negara Gagal, Pesangon Pegawai Merpati Tak Kunjung Dibayarkan

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post
Negara Gagal, Pesangon Pegawai Merpati Tak Kunjung Dibayarkan

Negara Gagal, Pesangon Pegawai Merpati Tak Kunjung Dibayarkan

Sedikitnya 100 Juta Orang Akan Mudik Lebaran 2025 Mendatang

Sedikitnya 100 Juta Orang Akan Mudik Lebaran 2025 Mendatang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...