JAKARTA-Fusilatnews — Isu perubahan iklim dan cuaca ekstrem di DKI Jakarta ternyata sudah menjadi perhatian serius sejak masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur. Hal itu disampaikan langsung oleh Anies dalam sesi doorstop usai menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2025.
Dalam forum bertema “Geopolitik Global dan Masa Depan Bangsa”, Anies menegaskan bahwa kebijakan antisipatif terhadap dampak cuaca ekstrem, khususnya di wilayah selatan DKI Jakarta, telah dirancang sejak dirinya menjabat. “Penanganan emisi dan penataan kota sebagai ruang berkumpulnya talenta sudah dirancang. Tinggal dilanjutkan,” ujar Anies kepada wartawan.
Gerakan Rakyat, organisasi masyarakat yang baru resmi berdiri pada 20 Februari 2025 dan dipimpin oleh Syahrin Hamid, mengadakan Rapimnas perdananya untuk menyusun struktur organisasi dan mengonsolidasikan pandangan dari perwakilan berbagai daerah di Indonesia.
Syahrin Hamid, yang merupakan sahabat sekaligus kader HMI bersama Anies, menjelaskan bahwa forum ini juga bertujuan menentukan arah Gerakan Rakyat ke depan. “Apakah akan menjadi partai politik, tetap independen, atau menjalin kerja sama strategis, semuanya akan diputuskan bersama. Kita mulai dari jihad ibda’ binafsik — membenahi diri sendiri. Kalaupun kecil, itu adalah risiko perjuangan,” ungkapnya.
Dalam sesi panel bertajuk Vox Populi Dialog Kebangsaan, hadir sejumlah tokoh yang membahas isu-isu strategis global dan nasional. Panelis yang hadir antara lain:
- Agung Nurwijoyo membahas “Perang Timur Tengah dan Dampaknya bagi Indonesia”,
- Prof. Muradi, M.Si. membahas “Teknologi dan Perang Mendatang”,
- Thomhert Suprapto S. menyampaikan materi soal “AI dan Masa Depan Nasional”,
- Prof. Burhanuddin Muhtadi mengangkat isu “Digitalisasi dan Demokrasi”,
- Prof. Didin Damanhuri membedah “Perang Dagang AS-Tiongkok dan Posisi Ekonomi Indonesia”,
- Dr. Ari Yusuf Amir membahas isu hukum, khususnya kasus Tom Lembong, dan mengajak masyarakat menghadiri sidang Tom Lembong dan Hasto di PN Jakarta Pusat pada 14 Juli 2025 pagi.
Acara ditutup dengan silaturahmi dan makan malam yang dihadiri sejumlah tokoh seperti Prof. Awalil Rizky, Juju Purwanto, Saidah, Yusuf Lakaseng, Dewi Aminah, dan berbagai aktivis serta panitia Rapimnas.
Sayangnya, kegiatan peliputan oleh wartawan sedikit terganggu karena tindakan represif dari petugas Hotel Aryaduta yang membatasi akses media dalam mengonfirmasi pernyataan para tokoh.
— Mahdi























