• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bangkitnya Mahkamah Angpao

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2025
in Feature, Law, Pojok KSP
0
Bangkitnya Mahkamah Angpao
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Mahkamah Agung (MA), yang sering dipelesetkan menjadi Mahkamah Angpao karena banyaknya hakim yang menerima suap, sedang bangkit. Ia mau membersihkan dirinya dari berbagai noda. Kalau tak bisa jadi malaikat, jangan jadi setan. Karena hakim adalah wakil Tuhan.

Amsal malaikat dan setan ini disampaikan Ketua MA Sunarto dalam pidatonya pada acara pembinaan pimpinan pengadilan dan hakim se-Jakarta di Kantor MA, Jumat (23/5/2025), seperti dikutip banyak media.

Sunarto mengakui hakim juga manusia, sehingga tidak bisa diharapkan menjadi seperti malaikat. Namun, katanya, bukan berarti hakim bisa berkelakuan seperti setan.

Ia lalu menyinggung hakim yang bergaya hidup mewah atau hedonis seperti mengenakan arloji seharga satu miliar rupiah, bermobil mewah seperti Porsche, dan sebagainya. Dengan gaji hanya 23 juta rupiah, apa tidak malu?

Kalau memilih profesi hakim, kata Sunarto, pilihlah jalur kemaslahatan dan kebaikan. Jika tidak, maka pilihannya cuma dua: disanksi oleh MA atau diambil oleh penegak hukum.

Apa yang disampaikan Sunarto itu bukan tanpa dasar. MA baru saja memberhentikan sementara tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, yang memvonis bebas Ronald Tannur, terdakwa kasus pembunuhan kekasihnya sendiri. Ketiganya adalah Erintuah Damanik, Mangapul dan Heru Hanindyo.

Tidak itu saja. Sepanjang tahun 2024, MA telah menjatuhkan 206 sanksi disiplin kepada hakim dan aparatur peradilan, yakni 79 sanksi berat, 31 sanksi sedang, dan 96 sanksi ringan.

Selain itu, 33 hakim diusulkan sanksi oleh Komisi Yudisial (KY) karena pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Terlibatnya dua hakim agung dalam kasus suap, yakni Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh juga memperparah ambruknya marwah MA. Plus, dua Sekretaris MA yang juga terlibat korupsi, yakni Nurhadi Abdurrahman dan Hasbi Hasan. Ibarat pagar makan tanaman.

Dan yang paling mencengangkan adalah ditemukannya uang tunai hampir satu triliun rupiah dan emas batangan hingga 50 kilogram di rumah bekas pejabat MA Zarof Ricar yang diduga terlibat mafia peradilan.

Kini, lembaga yang menjadi benteng terakhir keadilan di Indonesia itu mencoba bangkit. MA menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penerapan Pola Hidup Sederhana Peradilan Umum.

Di sisi lain, Sunarto mengimbau jejaring media sosial mengawasi perilaku sehari-hari hakim dan keluarganya. Jika perlu, sampai dikuntit ke rumahnya. Di era media sosial ini, hakim ia sebut seperti ikan hidup di akuarium. Semua serba kelihatan.

Pertanyaanya, bisakah MA bangkit dari keterpurukan hanya dengan selembar kertas SE, dan juga pengawasan dari masyarakat di era media sosial?

Imbauan hidup sederhana sudah sering digaungkan di MA. Bukan kali ini saja. Tapi bak angin lalu saja.

Pantauan oleh jejaring media sosial juga bisa-bisa saja. Tapi di ruang-ruang gelap MA, dan juga di kamar-kamar gemerlap hotel mewah, apakah keberadaan mereka bisa dijangkau?

Di ruang-ruang publik, jika hakim dan pegawai peradilan tidak mengenakan baju seragam, apakah bisa terpantau?

Pengawasan melekat oleh MA selama ini dipertanyakan efektivitasnya. Bagaimana di era Sunarto ini di mana dia bekas Kepala Badan Pengawasan MA?

Jangan biarkan MA terus terpuruk dan tetap menjadi Mahkamah Angpao!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sorotan Pers Asing – Mengorbankan Rakyat untuk Bisnis Vaksin: Indonesia Dijadikan Laboratorium Global

Next Post

Bulog Menjawab Tantangan Zaman: Transformasi Lembaga Parastatal Menjadi Pilar Ketahanan Pangan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Unggulan Laporan Lembaga Survei Kalap, Beras SPHP Bulog Berstiker Paslon 02 Beredar Dimasyarakat

Bulog Menjawab Tantangan Zaman: Transformasi Lembaga Parastatal Menjadi Pilar Ketahanan Pangan

Doa dan Momentum: Refleksi Rasional dari Kisah Nabi Musa di Madyan

Doa dan Momentum: Refleksi Rasional dari Kisah Nabi Musa di Madyan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...