• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bela Diri atau Distorsi Fakta? Kritik-Analisis Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas

Ali Syarief by Ali Syarief
February 26, 2026
in Crime, Tokoh/Figur
0
Bela Diri atau Distorsi Fakta?  Kritik-Analisis Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pada akhir Februari 2026, publik nasional disuguhkan narasi yang menarik sekaligus kontroversial: Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa pembagian kuota haji saat ia menjabat sebagai Menteri Agama adalah semata demi keselamatan jiwa para jemaah. Menurutnya, diskresi pembagian—yang menghasilkan peningkatan signifikan kuota haji khusus—diambil untuk menghindari risiko penumpukan jamaah dan bahaya bagi keselamatan mereka di Tanah Suci.

Di permukaan, pernyataan itu tampak berbasis idealisme kemanusiaan: “hifdzun nafsi” (menjaga keselamatan jiwa) diposisikan sebagai prinsip utama dalam kebijakan publik. Namun, ketika pernyataan tersebut dipetakan dalam konteks objektif fakta hukum dan regulasi, narasi bela diri ini mengandung problematika serius yang patut mendapat kritik tajam.

1. Mengaburkan Batas Antara Kebijakan dan Penyimpangan Regulasi

Aturan kuota haji di Indonesia secara jelas membagi 92% untuk jemaah reguler dan maksimal hanya 8% untuk kuota haji khusus menurut ketentuan yang berlaku. Namun, kebijakan yang diambil kemudian memperluas kuota khusus hingga sekitar 50%, jauh melampaui batas yang ditetapkan.

Memposisikan perubahan drastis ini sebagai bentuk perlindungan jiwa jemaah tidak menjawab kenapa kebijakan dilakukan secara ekstrem. Bela diri seperti ini justru bisa menunjukkan upaya merasionalisasi penyimpangan administratif sebagai kebaikan moral—padahal prinsip keselamatan jiwa tidak otomatis membuka pintu untuk melampaui regulasi tanpa dasar hukum yang kuat.

2. Klaim Keselamatan Umat Dipertanyakan oleh Fakta Hukum

KPK secara resmi menyatakan akan mematahkan argumen Yaqut di pengadilan praperadilan, sambil menegaskan bahwa diskresi semacam itu tidak sesuai ketentuan hukum dan bahwa pembagian kuota tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan keselamatan. KPK bahkan menemukan adanya dugaan aliran dana dalam proses distribusi kuota tersebut.

Situasi ini jelas memperlihatkan ironi: bila kebijakan diambil demi keselamatan umat, mengapa tindakan itu justru menyimpang dari hukum dan berujung pada dugaan praktik transaksional? Logika ini bertolak belakang dengan klaim bela diri yang menempatkan niat luhur sebagai dalil utama.

3. Moralitas Pejabat vs. Akuntabilitas Negara

Dalam pemerintahan demokratis, moralitas pejabat tak bisa menjadi pembenaran mutlak atas tindakan yang menyimpang dari prinsip hukum dan tata kelola administrasi yang baik. Menggunakan narasi “keselamatan umat” sebagai justifikasi pada kebijakan yang diduga melanggar hukum menunjukkan kelemahan dalam akuntabilitas publik.

Kebijakan publik harus selalu dibingkai oleh dua elemen: niat baik dan dasar hukum yang kuat. Ketika salah satu elemen itu hilang atau direkayasa, maka yang tersisa bukanlah kebijakan bermartabat, tetapi strategi bela diri politik yang rapuh secara argumentatif.

4. Implikasi terhadap Kepercayaan Publik

Narasi semacam ini berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Ketika publik melihat kebijakan yang seharusnya menyangkut jalannya ibadah umat justru dipertahankan melalui argumentasi yang bertentangan dengan fakta hukum, maka yang terlihat bukan tanggung jawab negara, melainkan upaya “penyelamatan wajah politik”.

Dalam jangka panjang, ini akan memperlemah legitimasi pejabat publik di mata masyarakat yang kini semakin kritis dan peka terhadap inkonsistensi antara klaim moral dan praktik legal.


Kesimpulan: Bela Diri yang Malah Menjadi Beban

Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas yang menempatkan niat “keselamatan umat” sebagai fondasi kebijakan pembagian kuota haji—yang kemudian berujung pada kasus hukum—bukan hanya bentuk bela diri, tetapi juga merupakan upaya merasionalisasi tindakan yang berpotensi melanggar aturan.

Dalam demokrasi yang sehat, pejabat negara harus siap menghadapi kritik, bukan bersembunyi di balik narasi moral semata. Kritik bukan ancaman, tetapi alat penting untuk memperkuat akuntabilitas dan memastikan bahwa kebijakan publik tidak hanya baik secara niat, tetapi juga benar secara hukum.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Qona’ah, Sikap Hidup Cerdas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Next Post

Presiden Bodoh, Bajingan Tolol, dan Negara yang Gagap Mendengar Kritik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando
Feature

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

February 26, 2026
Kapolri Harus Mundur – Bukan Minta Maaf
Birokrasi

Kapolri Harus Mundur – Bukan Minta Maaf

February 25, 2026
Badut-badut Politik
Feature

Siapa Bilang Menolak MBG Menentang HAM?

February 25, 2026
Next Post
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih

Presiden Bodoh, Bajingan Tolol, dan Negara yang Gagap Mendengar Kritik

Bapanas Klaim Dua Pekan ke Depan Harga Beras Bisa Turun. Kelamaan

Swasembada Beras: Prestasi yang Bisa Runtuh Jika Tak Dilestarikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Apakah Identitas Selalu Menjadi Faktor Penyelamat?

February 26, 2026
Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

Marhaban Ya Ramadhan, IKM Pare Gelar Buka Bersama di Cafe Puakale Pasar Minggu

February 26, 2026
Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

Prabowo Identik dengan Trump: Kekuasaan, Kekayaan, dan Gaya Komando

February 26, 2026

Surat Kaleng dan Harga Sebuah Nama Baik

February 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Penggugur Dosa di Bulan Ramadhan

February 27, 2026
REBUTAN GABAH

SATU HARGA GABAH: MEMUTUS RANTAI TENGKULAK, ATAU SEKADAR ILUSI KESEJAHTERAAN PETANI?

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist