Jakarta – Fusilatnews – Dilansir dari laman sehatnegeriku Sabtu 25/2 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai penyakit flu burung klad atau clade 2.3.4.4b yang potensial menular ke manusia.
Kemenkes menghimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kejadian luar biasa mengingat mutasi virus flu burung baru ini cenderung cepat dan konsisten pada mamalia.
Dengan begitu, virus influenza A H5N1 klad 2.3.4.4b penyebab flu burung memiliki kecenderungan zoonosis, atau potensial menular dari hewan ke manusia.
“Saat ini memang belum ada laporan penularan ke manusia, tapi kita tetap harus waspada,” kata Maxi Rein Rondonuwu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes,
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai, risiko infeksi flu burung pada manusia saat ini masih rendah dan belum ada laporan penularan dari manusia ke manusia.
Namun, terpantau ada peningkatan penularan virus H5N1 clade 2.3.4.4b dari burung liar ke beberapa spesies mamalia di beberapa wilayah.
Berkaca dari kasus tersebut, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyebut, perpindahan dan mutasi virus yang cepat dan terus-menerus pada mamalia ini porensial berkembang menjadi infeksi zoonosis.
Di Indonesia, flu burung subtipe H5N1 clade 2.3.4.4b yang mewabah di dunia telah terdeteksi di peternakan komersial bebek peking yang tidak divaksin di Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk itu, pemerintah meminta dinas kesehatan dan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit ini.
Terutama jika menemukan kematian unggas mendadak dalam jumlah yang banyak di lingkungannya.
Penularan dan gejala flu burung pada manusia Menurut Kementerian Kesehatan, virus penyebab flu burung dapat menular melalui udara atau kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan.
























