• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bila Bogor Curah Hujan Tinggi, Jakarta Dipastikan Banjir, Salahnya di Mana?

Ali Syarief by Ali Syarief
March 7, 2025
in Feature, Lingkungan Hidup
0
Bila Bogor Curah Hujan Tinggi, Jakarta Dipastikan Banjir, Salahnya di Mana?

Istimewa Antara

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Jakarta dan banjir adalah dua kata yang kerap kali muncul dalam satu kalimat, terutama saat musim hujan tiba. Salah satu faktor yang sering dijadikan kambing hitam adalah curah hujan tinggi di Bogor. Narasi yang berulang ini seakan membenarkan bahwa setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Puncak dan sekitarnya, maka Jakarta dipastikan akan kebanjiran. Namun, benarkah sepenuhnya salah Bogor? Atau ada aspek lain yang lebih fundamental yang gagal diatasi?

1. Topografi dan Faktor Alam

Jakarta secara geografis terletak di dataran rendah dengan 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Sebaliknya, Bogor yang dikenal sebagai “Kota Hujan” memiliki topografi berbukit dengan curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Jakarta. Sungai-sungai yang melintasi Jakarta, seperti Ciliwung, Cisadane, dan Pesanggrahan, berhulu di kawasan Bogor. Secara alami, air hujan yang turun di daerah hulu akan mengalir ke hilir, yaitu Jakarta.

Namun, sistem alami ini seharusnya bisa dikendalikan dengan mitigasi yang tepat. Beberapa kota besar dunia yang juga berhadapan dengan potensi banjir akibat aliran sungai dari wilayah hulu telah berhasil mengelola risiko ini. Mengapa Jakarta masih terus berulang menghadapi bencana yang sama?

2. Kerusakan Ekosistem di Hulu dan Hilir

Deforestasi di kawasan Puncak dan Bogor menjadi faktor krusial yang mempercepat aliran air ke Jakarta. Alih fungsi lahan untuk permukiman dan villa-villa mewah telah mengurangi daya serap tanah, sehingga air hujan tidak lagi terserap secara alami, melainkan langsung mengalir ke sungai dalam volume besar. Ketika aliran air meningkat drastis dalam waktu singkat, banjir bandang dan luapan sungai menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

Di sisi lain, Jakarta juga tidak lebih baik dalam mengelola daerah resapannya. Alih fungsi lahan yang masif, pembangunan tanpa memperhatikan sistem drainase yang memadai, serta minimnya ruang terbuka hijau membuat kota ini tidak memiliki cukup daya tampung terhadap air yang datang dari hulu. Bahkan, sungai-sungai di Jakarta mengalami sedimentasi akibat sampah dan limbah yang mempersempit kapasitasnya dalam menampung air.

3. Buruknya Tata Kelola Air dan Drainase Kota

Sistem drainase Jakarta masih jauh dari kata ideal. Banyak saluran yang tersumbat oleh sampah dan lumpur, membuat air yang seharusnya mengalir ke laut tertahan dan meluap ke permukiman warga. Selain itu, proyek normalisasi dan naturalisasi sungai yang menjadi bagian dari solusi jangka panjang kerap tersendat akibat tarik-menarik kepentingan politik dan birokrasi.

Keberadaan waduk dan polder yang berfungsi sebagai penampung air juga belum optimal. Waduk-waduk yang ada tidak dikelola dengan baik, sering kali mengalami pendangkalan, serta jumlahnya belum mencukupi kebutuhan kota sebesar Jakarta. Sementara itu, pompa air yang seharusnya membantu mengalirkan air ke laut kerap kali tidak berfungsi maksimal akibat kurangnya perawatan dan perencanaan.

4. Urbanisasi dan Beban Kota yang Berlebihan

Sebagai ibu kota dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta mengalami tekanan luar biasa dari sisi infrastruktur dan tata kota. Urbanisasi yang tinggi menyebabkan pembangunan permukiman yang tidak terkendali, termasuk di kawasan-kawasan yang seharusnya menjadi daerah resapan air. Tidak mengherankan jika setiap kali hujan deras, air sulit meresap ke tanah dan langsung menggenangi permukiman.

Ketergantungan Jakarta terhadap Bogor dalam hal banjir juga mencerminkan kegagalan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan air yang terintegrasi. Kota ini seharusnya tidak hanya bergantung pada kondisi hulu, tetapi juga memperbaiki sistemnya sendiri agar lebih resilien terhadap bencana.

Kesimpulan

Menyalahkan Bogor sebagai biang keladi banjir di Jakarta adalah cara pandang yang terlalu simplistis. Masalah banjir di Jakarta adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari degradasi lingkungan di hulu hingga buruknya manajemen air di hilir. Tanpa perbaikan menyeluruh, termasuk rehabilitasi kawasan hulu, pembangunan infrastruktur drainase yang lebih baik, serta pengelolaan tata ruang yang lebih berkelanjutan, maka banjir akan terus menjadi tamu tahunan bagi warga Jakarta.

Solusinya bukan hanya menuding hujan di Bogor, tetapi membangun sistem kota yang lebih adaptif dan tahan terhadap bencana. Jika kota-kota lain di dunia bisa mengelola banjir dengan baik, mengapa Jakarta masih terus berkutat dengan masalah yang sama? Salahnya di mana? Jawabannya ada pada kita semua, terutama pada kebijakan yang diambil dan tindakan nyata yang dilakukan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasus Tom Lembong: Mengapa Tidak dengan Zulhas?

Next Post

Kepentingan di Balik Pertemuan Prabowo dan Para Taipan: Membangun Ekonomi atau Mengukuhkan Oligarki?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Kepentingan di Balik Pertemuan Prabowo dan Para Taipan: Membangun Ekonomi atau Mengukuhkan Oligarki?

Kepentingan di Balik Pertemuan Prabowo dan Para Taipan: Membangun Ekonomi atau Mengukuhkan Oligarki?

Aguan Dipanggil Prabowo: Kasus Pemagaran Laut Selesai?

Aguan Dipanggil Prabowo: Kasus Pemagaran Laut Selesai?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist