• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Board of Peace, Ulama, dan Distorsi Dalil

fusilat by fusilat
February 9, 2026
in Feature, Politik
0
Board of Peace, Ulama, dan Distorsi Dalil
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Dukungan sebagian pimpinan ormas Islam dan ulama terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump diberikan dengan satu prasyarat: jika BoP terbukti lebih banyak membawa mudarat dan tidak berkontribusi pada perjuangan kemerdekaan Palestina, maka Indonesia akan keluar. Sekilas, sikap ini tampak hati-hati dan moderat. Namun jika ditelisik lebih dalam, legitimasi bersyarat tersebut justru rapuh, baik secara nalar politik maupun etika keagamaan.

Untuk membenarkan langkah Prabowo, Menteri Agama bahkan mengajukan dalil keagamaan dengan menganalogikannya pada Perjanjian Hudaibiyah. Analogi ini bermasalah dan berbahaya. Dalam riwayat yang masyhur, Umar bin Khattab secara kritis mempertanyakan perjanjian tersebut kepada Nabi Muhammad: apakah itu murni strategi politik Nabi sebagai manusia, ataukah perintah dan petunjuk langsung dari Allah. Umar menegaskan, jika itu sekadar ijtihad manusia, ia berhak menyatakan keberatan; namun jika itu wahyu, ia akan tunduk sepenuhnya.

Dengan analogi Hudaibiyah yang digunakan Menteri Agama, pertanyaan serius pun muncul: apakah keputusan Prabowo juga hendak ditempatkan dalam kategori petunjuk ilahiah yang tak boleh dikritik? Jika demikian, maka kritik terhadap kebijakan negara tidak lagi diposisikan sebagai hak warga negara, melainkan dianggap pembangkangan terhadap “kehendak Tuhan”. Di titik inilah dalil agama tidak lagi berfungsi sebagai cahaya moral, tetapi berubah menjadi alat pembungkam nalar kritis.

Ironinya, Israel secara terbuka menyatakan penolakan terhadap segala bentuk partisipasi Palestina dalam BoP. Artinya, sejak awal forum ini sudah menyingkirkan subjek utama yang katanya hendak diperjuangkan. Jika Palestina tidak diakui sebagai aktor politik yang sah dalam forum tersebut, maka pertanyaan mendasarnya adalah: di mana letak maslahat Palestina dalam sebuah kerangka perdamaian yang bahkan tidak mengakui kedaulatannya?

Lebih problematis lagi, keputusan bergabung ke BoP diambil tanpa proses konsultasi terlebih dahulu dengan ulama atau ormas Islam. Mereka justru muncul belakangan, bukan sebagai mitra deliberatif dalam pengambilan keputusan, melainkan sebagai pemadam kebakaran ketika Prabowo menuai kritik dan kecaman publik. Posisi ini menurunkan martabat ulama: dari penjaga moral kekuasaan menjadi alat legitimasi kekuasaan.

Prasyarat “akan keluar jika terbukti tidak bermanfaat” pun mengandung ambiguitas serius. Kapan evaluasi itu dilakukan? Siapa yang berwenang menilai? Dengan indikator apa kebermanfaatan atau kemudaratan diukur? Tanpa tenggat waktu dan parameter yang jelas, syarat tersebut tidak lebih dari janji normatif yang sulit dipertanggungjawabkan.

Apalagi keterlibatan Indonesia dalam BoP disertai kewajiban kontribusi hingga Rp17 triliun. Angka ini sangat signifikan jika dialokasikan untuk pemulihan pascabencana di Sumatra, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, atau ketahanan pangan nasional. Mengalihkan sumber daya sebesar itu ke sebuah forum internasional yang efektivitas dan keberpihakannya diragukan bukanlah keberanian diplomatik, melainkan spekulasi politik yang mahal.

Jika ulama dan ormas Islam ingin tetap relevan secara moral dan historis, mereka semestinya berdiri kritis di hadapan kekuasaan, bukan berlari di belakangnya sambil memelintir dalil. Palestina tidak membutuhkan legitimasi simbolik atau retorika religius yang dangkal, melainkan keberpihakan politik yang tegas, rasional, dan konsisten.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Transfer Pricing: Kejahatan Lama yang Terus Menggerogoti Kedaulatan Ekonomi – Momentum Penting Jika Negara Ingin Berubah

Next Post

Berterimakasihlah Pers kepada Prabowo!

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Berterimakasihlah Pers kepada Prabowo!

Berterimakasihlah Pers kepada Prabowo!

Pupuk Bersubsidi: Menjamin Kemakmuran Petani atau Menjerat Ketergantungan?

Dari Kelangkaan ke Kepastian: Pupuk Negara untuk Petani, Bukan Janji Kosong

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...