• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

BPJS Tidak Menanggung Pasien Keracunan MBG: Lambatnya Respon Pemerintah Memicu Krisis Kepercayaan

Ali Syarief by Ali Syarief
October 2, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Health
0
Keluhan Ikang Fauzie Ditanggapi Dirut BPJS dan Minta Jangan Digeneralisir
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kabar bahwa BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat meledak di media sosial. Warganet ramai-ramai melampiaskan amarah mereka, mempertanyakan di mana negara ketika rakyat sakit akibat program negara sendiri. “Lebih si*lnya lagi, rakyat yang keracunan makanan proyek MBG, pengobatan dan perawatannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan,” tulis salah satu akun. Komentar lain bahkan menuding bahwa beban biaya justru dialihkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kemarahan publik ini bisa dimengerti. Bagaimana mungkin program yang digadang-gadang untuk menyehatkan anak bangsa justru memakan korban, dan ironisnya, biaya perawatan dikabarkan tidak ditanggung oleh lembaga jaminan kesehatan yang selama ini diwajibkan iurannya kepada rakyat? Di sinilah letak masalah utama: pemerintah lambat merespon, hingga muncul kekacauan informasi yang menimbulkan keresahan nasional.

Baru setelah isu membesar, pihak BPJS Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara. Kepala Humas BPJS, Rizzky Anugerah, memastikan bahwa biaya korban keracunan MBG sebenarnya ditanggung penuh oleh BGN. Bahkan jika ada kasus yang luput, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa menjaminnya, selama kepesertaan BPJS aktif. Jika kasus sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), barulah pembiayaan dialihkan ke APBD. Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, yang menyebut lembaganya telah membayar tagihan Rp 350 juta di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, untuk merawat korban keracunan MBG.

Faktanya, publik tidak mempermasalahkan apakah dana tersedia atau tidak. Yang dipersoalkan adalah mengapa pemerintah begitu lambat memberikan klarifikasi. Di era media sosial, keterlambatan sehari saja sudah cukup untuk menimbulkan kepanikan dan menyulut krisis kepercayaan. Ketika informasi resmi datang terlambat, ruang publik otomatis dikuasai oleh spekulasi, kemarahan, bahkan hoaks.

Lambatnya respon ini menunjukkan kelemahan mendasar dalam tata kelola komunikasi publik pemerintah. Program sebesar MBG, yang menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia, semestinya dilengkapi dengan protokol risiko dan strategi komunikasi yang jelas sejak awal. Setiap potensi masalah, termasuk kemungkinan keracunan massal, seharusnya sudah diantisipasi dengan transparansi: siapa yang bertanggung jawab, bagaimana mekanisme pembiayaan, dan kapan publik mendapatkan kepastian.

Tanpa itu semua, rakyat hanya melihat wajah negara yang gagap. Rakyat dipaksa menunggu, sementara kesehatan mereka dipertaruhkan. Apa gunanya jargon “negara hadir” jika yang hadir justru kebingungan dan keterlambatan?

Ironinya, rakyat yang diwajibkan membayar iuran BPJS setiap bulan tanpa kompromi justru dibuat bingung ketika krisis benar-benar terjadi. Saat rakyat membutuhkan kepastian paling mendasar—yakni hak atas pengobatan—jawaban yang muncul malah simpang siur: apakah ditanggung BGN, BPJS, atau APBD? Di titik ini, publik berhak marah. Sebab, ketika negara gagal memberi kejelasan di saat genting, maka yang dipertaruhkan bukan hanya uang iuran, tetapi juga nyawa rakyat dan kredibilitas pemerintah.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Willy Abdullah Fujiwara: Tinggalkan Jepang Demi Berbakti ke Ibu (3)

Next Post

Hasan Nasbi: Jilat-Menjilat Reduksi Nilai Moral

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Hasan Nasbi: Jilat-Menjilat Reduksi Nilai Moral

Hasan Nasbi: Jilat-Menjilat Reduksi Nilai Moral

Indonesia: Negara Paling Rentan Gempa di Dunia

Indonesia: Negara Paling Rentan Gempa di Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist