Sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia terus mendorong ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan. Indonesia akan mendukung budaya untuk berdialog dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik
Jakarta – Fusilatnews – Presiden Joko Widodo dalam pidatonya Pada forum KTT G20 di India menegaskan tentang pentingnya tiga kunci untuk menentukan arah pembangunan dunia yakni stabilitas, solidaritas dan kesetaraan, terutama kesetaraan.
“Falsafah ‘Satu Keluarga’ ini semestinya bukan semata jargon. Melainkan sebuah pola pikir untuk menentukan arah pembangunan dunia. Kita semua harus bertanggung jawab dan pastikan seluruh masyarakat dunia tanpa terkecuali hidup dalam damai, stabil dan sejahtera,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya dihadapan para pemimpin G20 .
Sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia terus mendorong ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan. Indonesia akan mendukung budaya untuk berdialog dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.
Ia menyerukan untuk menghentikan perang dan mengakhiri permusuhan dengan berpegang teguh pada hukum internasional dan semangat kerja sama serta multilateralisme yang inklusif. Sebagai forum premier kerja sama ekonomi, G20 diarahkan untuk menjadikan solidaritas sebagai ruh kerja sama antar anggota.
“Dengan kondisi global yang semakin terpolarisasi, G20 harus bergerak untuk mengakhiri dikotomi utara-selatan, maju-berkembang, maupun timur-barat. Pintu dialog dan kerja sama harus terbuka bagi seluruh negara,” katanya.
Pada sesi kedua tersebut, Presiden Jokowi juga menyambut bergabungnya Uni Afrika dalam G20. Indonesia terus mendorong representasi kawasan yang lebih luas untuk tata kelola global.
Menurutnya, G20 harus mendukung penguatan partisipasi negara berkembang dalam rantai pasok global. Ekosistem kerja sama yang setara, inklusif, dan adil perlu diwujudkan untuk pemenuhan hak pembangunan bagi semua. “G20 harus memajukan semangat persaudaraan dan mewujudkan dunia yang damai, adil, dan sejahtera,” katanya.
Jokowi dan ibu negara Iriana telah kembali ke Indonesia pada Minggu malam. Dalam acara KTT G20 itu, ia didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beserta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya.
























