Sampai kini sudah ada dua partai politik yang menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur pada pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Jakarta – Fusilatnews – Semakin dekat waktu pendaftaran Pasangan calon Gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta dinamika politik di Jakarta semakin semarak menyusul manufer PKS mengusung Pasangan Anies Baswedan – Sohibul Imam yang menuai resistensi dikalangan partai politik.
Meski begitu mantan Gubernur DKI Anies Baswedan sudah mengantogi dukungan dari dua partai politik yaitu Partai Keadilan Sejahterah (PKS dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedangkan wakilnya masih proses tawar menawar diantara partai-partai politik pengusung Anies.
Sampai kini sudah ada dua partai politik yang menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur pada pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
PKS boleh dibilang selangkah lebih maju ketimbang PKB. PKS diketahui telah menyodorkan kadernya, Sohibul Iman, sebagai bakal calon wakil gubernur (bacawagub) untuk mendampingi Anies.
Sementara PKB belum mengusulkan nama pendamping Anies sebagai syarat pemberian dukungan.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, sikap PKS dalam pengusungan Anies-Sohibul Iman terbilang pelik. karena PKS menyatakan mengusung Sohibul Iman sebagai bakal calon Gubernur di Jakarta. Sehari berselang, putusan tersebut berubah, yaitu PKS menetapkan Anies sebagai calon gubernurnya dan Sohibul Iman sebagai pendampingnya.
“Padahal kita juga belum ajukan nama. Memang PKB tidak punya kader?” kelakar Jazilul di kantor DPP PAN, Rabu, 3 Juli 2024.
Sedangkan sikap PDIP terkait cawagub pendamping Anies, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga mengatakan, akan mendukung Anies dengan syarat wakilnya berasal dari partainya. Kata Eriko pada Senin, 15 Juli 2024. lalu
Menurut Eriko, PDIP pantas mengajukan bacawagub karena peraih suara terbanyak kedua di Jakarta pada pemilihan umum atau Pemilu 2024 lalu. Urutan pertama ditempati PKS.
Eriko menilai peluang PDIP berkoalisi dengan PKB di Jakarta masih terbuka. Sebab, katanya, sejauh ini komunikasi antar-dua parpol tersebut ia nilai fleksibel.
Jazilul mendukung keinginan PDIP mengusulkan nama bacawagub yang akan mendampingi Anies. Jika mengusulkan cawagub untuk Anies, dia menilai, artinya PDIP akan mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam Pilkada mendatang. Sebagai partai yang mendukung Anies, dia mengaku menunggu hal tersebut terjadi.
“Boleh, kan harus dibahas. Bagus, kalau PDIP mengusulkan cawagub,” kata Jazilul saat ditanya kans dukungan PDIP terhadap Anies, usai menghadiri kegiatan Silaturahmi Kebangsaan MPR RI di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024, seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, elektabilitas Anies sejauh ini berada pada posisi teratas untuk Pilkada Jakarta. Dia pun berharap ada partai-partai lain yang menyerahkan dukungannya terhadap Anies di Jakarta demi kepentingan masyarakat.
“Sesuai dengan pengamatan PKB, memang Pak Anies tidak ada lawan di DKI,” kata Wakil Ketua MPR RI tersebut.
Walaupun begitu, dia mengatakan, sejauh ini belum ada komunikasi yang formal antara PKB dengan PDIP terkait dukungan untuk Anies. Menurutnya komunikasi antara politisi di kedua partai itu masih sebatas informal.
Sedangkan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, akan berjuang untuk meyakinkan partai-partai lain agar mendukung pasangan Anies-Sohibul. Adapun partai yang bakal berusaha diyakinkan oleh PKS adalah PDIP dan PKB.
“Ya akan merapat ke Mas Anies dan PKS akan bekerja keras untuk meyakinkan menerima Ustad Sohibul Iman,” kata Mardani di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis, 4 Juli 2024.
Mardani menegaskan , PKS berencana untuk bertemu dengan partai-partai lain untuk membahas koalisi di Pilkada DKI Jakarta.

























