• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Berbohong kepada Istri sampai Menipu Rakyat Indonesia

fusilat by fusilat
February 15, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ada satu kesamaan mendasar antara pejabat korup dan seorang suami yang diam-diam menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya:
Keduanya hidup dalam kebohongan yang tidak pernah berhenti.

Bukan kebohongan sesaat.
Bukan dusta sekali-dua kali.
Melainkan kebohongan yang berdetak—detik demi detik, siang dan malam, tanpa jeda.

Seperti jarum jam yang terus berputar, dosa itu berjalan tanpa henti.
Ironisnya, para pelakunya sering merasa “baik-baik saja”: tanpa penyesalan, tanpa rasa bersalah. Hati yang menghitam membuat mereka sulit membedakan mana yang benar dan mana yang batil.

Perbandingan antara pejabat negara dan suami yang berkhianat bukan untuk menyederhanakan perkara. Keduanya justru memperlihatkan pola yang simetris: pola pikir manipulatif, seperti permainan seorang gamer. Keberhasilan menipu objek dianggap prestasi—selama kebohongan itu belum terbongkar.


Sumpah Jabatan: Janji kepada Allah dan 250 Juta Jiwa

Setiap pejabat tinggi negara mengucapkan sumpah saat dilantik.
Bukan sekadar formalitas.
Bukan ritual protokoler.

Ia adalah pernyataan terbuka di hadapan Allah dan seluruh rakyat Indonesia.
Sumpah untuk setia kepada negara, mengabdi kepada rakyat, dan menjaga amanah.

Artinya jelas: ketika sumpah itu diucapkan, janji tersebut ditujukan kepada lebih dari 250 juta jiwa.

Maka ketika sumpah itu dilanggar—melalui korupsi, manipulasi, atau penyalahgunaan wewenang—yang dikhianati bukan hanya hukum negara, melainkan:

  • Kepercayaan rakyat,

  • Amanah Tuhan,

  • Masa depan generasi.

Sejak pelanggaran itu terjadi, satu fakta tak terbantahkan:
Pelakunya hidup dalam kebohongan—setiap hari, setiap jam, setiap detik.


Korupsi: Memakan Harta Secara Batil

Al-Qur’an telah lama memberi peringatan:

“Dan janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…”
(QS. Al-Baqarah: 188)

Korupsi bukan sekadar “mengambil uang negara”.
Ia adalah:

  • Memakan hak rakyat,

  • Merampas jatah orang miskin,

  • Mengkhianati masa depan bangsa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang kami angkat menjadi pejabat, lalu ia menyembunyikan sesuatu darinya, maka itu adalah ghulul (pengkhianatan).”
(HR. Abu Dawud)

Ghulul adalah pengkhianatan terhadap amanah publik. Dan dalam Islam, dosa harta haram tidak berhenti ketika uang itu diambil.

Dosa itu terus mengalir:
selama harta disimpan,
selama belum dikembalikan,
selama belum dimintakan maaf,
Selama belum disucikan.

Setiap detik uang itu berada di tangan pelaku, dosanya tetap berjalan—
Seperti meteran listrik yang tak pernah mati.


Pernikahan, Keadilan, dan Luka yang Disembunyikan

Dalam urusan rumah tangga, Al-Qur’an pun sangat tegas soal keadilan.

“Nikahilah perempuan yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu takut tidak berlaku adil, maka satu saja.”
(QS. An-Nisa: 3)

Namun Allah juga mengingatkan:

“Dan kamu tidak akan mampu berlaku adil di antara istri-istri, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian.”
(QS. An-Nisa: 129)

Ayat kedua ini sering diabaikan.
Banyak orang gemar mengutip “boleh empat”, tetapi lupa peringatan “kamu tidak akan mampu adil”.
Padahal, di situlah inti peringatannya.


Nikah Siri Diam-Diam: Dosa yang Berdetak

Ketika seorang suami menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya, lalu pulang seolah tak terjadi apa-apa, apa yang sesungguhnya ia lakukan?

Ia sedang:

  • Berbohong setiap kali tersenyum,

  • Menipu setiap kali berkata “aku setia”,

  • Mengkhianati setiap kali berjanji.

Kebohongan itu tidak berhenti. Ia berjalan:
saat makan bersama,
saat tidur bersama,
saat bercanda,
bahkan saat berdoa bersama.

Hingga suatu hari kebenaran terbuka.
Dan ketika itu terjadi, bukan hanya kepercayaan yang runtuh—harga diri, luka batin, dan trauma ikut hancur.

Islam tidak membenarkan kezaliman yang dibungkus “legalitas”.
Yang diukur bukan sekadar sah secara fikih, melainkan adil secara akhlak.


Dosa yang Tidak Pernah Diam

Korupsi dan pengkhianatan tersembunyi memiliki pola yang sama:
diawali niat menyimpang,
dilanjutkan kebohongan,
dipertahankan kepura-puraan,
Diakhiri kehancuran.

Selama kebohongan belum dihentikan, dosanya terus berjalan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih pantas baginya.”
(HR. Tirmidzi)

Harta haram, cinta haram, dan relasi yang dibangun di atas dusta membentuk karakter yang rusak—perlahan, nyaris tak terasa.


Tobat: Menghentikan Jarum Dosa

Islam tidak pernah menutup pintu tobat.
Namun tobat bukan sekadar ucapan.

Tobat sejati mensyaratkan:

  • Penyesalan,

  • Penghentian perbuatan,

  • Janji tidak mengulang,

  • Pengembalian hak yang dirampas.

Bagi koruptor: kembalikan uang rakyat.
Bagi suami yang berkhianat: akui, perbaiki, dan bertanggung jawab.

Tanpa itu, istighfar hanyalah hiasan bibir.


Kesimpulan: Dusta yang Terus Hidup

Korupsi dan pengkhianatan rumah tangga bukan sekadar kesalahan pribadi.
Keduanya adalah kejahatan moral berdampak luas.

Korupsi menghancurkan bangsa.
Pengkhianatan menghancurkan keluarga.

Keduanya dibangun dari kebohongan—dan kebohongan itu hidup.
Setiap detik korban menderita:
istri yang dikhianati,
rakyat yang dizalimi.

Dosa itu terus terakumulasi hingga kebohongan dihentikan, amanah dikembalikan, dan pemaafan sungguh-sungguh diupayakan—baik secara psikologis maupun material.


Penutup: Kembali pada Amanah

Untuk para pemimpin: jabatan bukan hadiah, melainkan titipan.
Untuk para suami: pernikahan bukan sekadar status, melainkan amanah jiwa.
Untuk kita semua: tak ada kebohongan yang abadi, tak ada dosa yang benar-benar tersembunyi.

Yang ada hanya pilihan:
berhenti sekarang,
Atau menunggu kehancuran datang.


Referensi

Al-Qur’an:

  • QS. Al-Baqarah: 188

  • QS. An-Nisa: 3

  • QS. An-Nisa: 129

Hadits:

  • HR. Abu Dawud (ghulul/pengkhianatan amanah)

  • HR. Tirmidzi (harta haram)

  • HR. Bukhari–Muslim (amanah dan kejujuran)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MBG: Game Changer yang Malah Mendisrupsi Ratusan Ribu Mata Pencaharian Kecil

Next Post

PANGAN SEBAGAI SENJATA KEKUASAAN: ARAH POLITIK PANGAN PRABOWO

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Pemerintah Mulai Beli Gabah Petani dengan HPP Rp6.500 per Kg pada 15 Januari

PANGAN SEBAGAI SENJATA KEKUASAAN: ARAH POLITIK PANGAN PRABOWO

Jokowi Menyalahkan DPR, DPR Membuka Fakta: Siapa Bohongi Publik Soal UU KPK?

Jokowi Menyalahkan DPR, DPR Membuka Fakta: Siapa Bohongi Publik Soal UU KPK?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...