• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Demensia Massal di China, Bayang-Bayang Krisis Kognitif di Indonesia

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
May 18, 2025
in Feature, Health
0
Demensia Massal di China, Bayang-Bayang Krisis Kognitif di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Pada suatu siang musim semi di Kota Suzhou, China bagian timur, Lin Wei (59 tahun) duduk termenung di kursi rotan di beranda rumahnya. Di tangannya tergenggam cangkir teh yang tak lagi hangat. Sudah hampir satu jam ia menatap kosong ke halaman depan tanpa sepatah kata. Sang istri, Meilan, hanya bisa menghela napas. “Dia lupa bagaimana caranya membuka pintu kamar mandi,” ujarnya lirih kepada wartawan South China Morning Post, sembari menahan air mata. “Padahal, dia baru pensiun dua tahun lalu.”

Kisah Lin Wei hanyalah sepotong kecil dari realitas besar yang kini menyelimuti Negeri Tirai Bambu. Data dari Pusat Penelitian Alzheimer China menunjukkan bahwa sekitar 15 juta penduduk negara itu menderita demensia, dengan lebih dari separuhnya mulai menunjukkan gejala sebelum usia 65 tahun. Fenomena ini membuat para ilmuwan geleng kepala: mengapa China menjadi episentrum baru “pikun dini” di dunia?

Penelitian dari The Lancet Public Health mengaitkan tingginya kasus demensia di China dengan gaya hidup urban yang penuh tekanan, jam kerja panjang, diet tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, serta paparan polusi udara tingkat tinggi. Kombinasi faktor ini disebut mempercepat degenerasi saraf otak, terutama di kalangan penduduk usia produktif.

Efek Domino ke Seluruh Dunia

Di tengah kecemasan global atas stabilitas ekonomi pasca-pandemi, ledakan demensia dini di China menjadi bom waktu. Negara ini memegang posisi kunci dalam rantai pasokan dunia—dari elektronik, tekstil, hingga bahan baku obat. Ketika jutaan pekerja potensial terganggu kapasitas kognitifnya, risiko gangguan ekonomi bukan sekadar wacana.

“Dampaknya bisa sistemik,” kata Profesor Hiroshi Tanaka, ahli ekonomi kesehatan dari Universitas Kyoto. “Penurunan produktivitas kerja, meningkatnya biaya kesehatan, dan ketimpangan sosial akan menular ke negara-negara mitra dagang, termasuk Indonesia.”

Bank Dunia mencatat bahwa China menyumbang sekitar 18 persen dari total PDB dunia. Jika motor ekonomi ini tersendat oleh beban kesehatan yang makin berat, negara-negara berkembang yang menggantungkan investasi dan ekspor ke China bisa terdorong ke jurang resesi ringan.

Indonesia: Jalan Menuju Krisis yang Sama?

Indonesia belum mencatat lonjakan demensia dini sebesar China. Namun, tanda-tanda ke arah itu mulai tampak. Riset dari Universitas Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 1,2 juta lansia Indonesia mengalami gejala awal demensia, dan jumlah itu berpotensi melonjak menjadi 4 juta orang pada 2050.

Lebih mengkhawatirkan lagi, tren gangguan kognitif kini mulai merambah usia 40-an. Dosen Fakultas Kedokteran UGM, dr. Retno Pratiwi, menyebutkan bahwa gaya hidup sedentari, stres berkepanjangan, dan konsumsi makanan ultra-proses telah mempercepat kerusakan fungsi otak. “Saya pernah menangani pasien usia 47 tahun, mantan manajer perbankan, yang kehilangan orientasi waktu dan lupa arah jalan pulang dari kantor,” katanya.

Kasus lain menimpa Arman (nama samaran), 52 tahun, mantan pengusaha dari Surabaya. Ia kerap lupa nama anaknya sendiri, meski masih mampu menyetir mobil dan melakukan transaksi jual beli. “Kata dokter, saya kena demensia ringan. Tapi saya masih kuat olahraga,” ujarnya dengan nada datar, seperti tak yakin dengan kondisi dirinya sendiri.

Negara Masih Lengah

Kementerian Kesehatan belum menjadikan demensia dini sebagai prioritas nasional. Program Posyandu Lansia masih terfokus pada hipertensi dan diabetes. Padahal, data dari WHO menunjukkan bahwa demensia adalah penyebab utama keempat kematian di dunia, dan berpotensi menjadi yang pertama dalam dua dekade mendatang.

Berbeda dengan Jepang atau Korea Selatan yang sudah memiliki roadmap nasional untuk menghadapi penuaan populasi, Indonesia tampak belum memiliki arah yang jelas. Padahal, ledakan jumlah lansia akan tiba lebih cepat dari perkiraan. Pada 2035, Bappenas memperkirakan bahwa 20 persen penduduk Indonesia adalah lansia.

Mengambil Pelajaran dari China

Pelajaran dari China seharusnya menjadi alarm peringatan. Negara dengan kemajuan teknologi dan sistem informasi terbaik pun kelabakan menghadapi serbuan demensia dini. Mereka harus menggelontorkan miliaran yuan untuk membangun panti jompo pintar, robot perawat lansia, dan aplikasi pendeteksi dini gejala pikun.

Bagi Indonesia, saat ini mungkin masih ada waktu untuk bersiap. Kampanye kesehatan otak, pembenahan sistem jaminan sosial, serta insentif untuk gaya hidup sehat bisa menjadi langkah awal. Sebab jika tidak, sebagaimana kata pepatah lama, “ketika Cina bersin, dunia bisa ikut flu”—dan Indonesia tak akan kebal dari dampaknya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anggotanya Ditangkap karena Palak Pedagang…,Ketum FBR, Menegaskan Pembelaannya

Next Post

Mengaku Bareng Di-Wisuda Dengan Jokowi – Tapi Pada Ijazahnya Tertulis Tahun 1989

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Mengaku Bareng Di-Wisuda Dengan Jokowi – Tapi Pada Ijazahnya Tertulis Tahun 1989

Mengaku Bareng Di-Wisuda Dengan Jokowi - Tapi Pada Ijazahnya Tertulis Tahun 1989

Rp6,9 Triliun Kerugian Negara Akibat Korupsi Krakatau Steel (KRAS) 5 Mantan Bos Jadi Tersangka 

Dibalik Rumor Penggantian - Jaksa Agung Pamitan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist