• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Di Balik Pertemuan Prabowo dengan “Oposisi”: Dialog Sejati atau Tameng Politik?

fusilat by fusilat
February 7, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Di Balik Pertemuan Prabowo dengan “Oposisi”: Dialog Sejati atau Tameng Politik?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah hiruk-pikuk politik Indonesia yang tak pernah sepi dari intrik, plot dan twist, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintahan—seperti Abraham Samad (mantan Ketua KPK), Said Didu (mantan Sekretaris Kementerian BUMN), Susno Duadji (mantan Kabareskrim Polri), dan Siti Zuhro (peneliti BRIN). Acara ini berlangsung selama 4-5 jam di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 30 Januari 2026. Pertemuan ini langsung memicu spekulasi: apakah ini langkah tulus untuk mendengar suara oposisi, atau sekadar manuver untuk membangun narasi stabilitas dan kekuasaan? Jika politik itu soal harapan—namun jika harapan itu palsu, bukankah itu justru menjadi racun bagi demokrasi?

Fakta dari Pertemuan: Presentasi Kebijakan dan Diskusi “Dinamis”
Menurut para peserta, Prabowo secara pribadi mempresentasikan berbagai kebijakan strategis pemerintahannya, termasuk upaya percepatan perbaikan bangsa. Said Didu mengungkapkan bahwa diskusi berlangsung dinamis, membahas isu-isu sensitif seperti reformasi Polri, pemberantasan korupsi, dan bahkan isu internasional seperti Boarding of Peace (BoP) di Gaza. Abraham Samad menambahkan bahwa Prabowo mengundang mereka sebagai “tokoh-tokoh kritis,” dan pertemuan ini dihadiri juga oleh menteri-menteri seperti Sjafrie Sjamsoeddin (Menhan) dan Sugiono (Menlu), menunjukkan ini bukan obrolan santai tapi forum semi-resmi.

Pemerintah, melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, menekankan bahwa para tokoh ini bukan “oposisi” sejati, melainkan “tokoh nasional” dengan kepedulian tinggi di bidangnya masing-masing. Prasetyo bahkan membantah adanya pembahasan spesifik seperti pengembalian UU KPK, yang sempat dispekulasikan. Said Didu menyatakan ada kesepakatan untuk memprioritaskan agenda rakyat dan antikorupsi, sementara Abraham Samad mengapresiasi kesempatan untuk menyampaikan kritik langsung. Secara permukaan, ini terlihat seperti upaya inklusif: bahwa Prabowo mendengar, diskusi terbuka, dan harapan perubahan muncul.

Apakah ini Harapan atau Tameng?
Politik memang sering kali bergantung pada “harapan”—harapan bahwa kritik akan didengar, lalu perubahan datang, dan optimisme tumbuh. Namun, dalam konteks Prabowo yang telah mengonsolidasikan koalisi permanen KIM Plus (yang menguasai 80% kursi DPR), pertemuan ini bisa menjadi strategi cerdas untuk meredam potensi konflik. Mengumpulkan tokoh kritis seperti ini bukan hal baru; ini mirip dengan taktik “merangkul oposisi” untuk menetralkan ancaman, bukan untuk mengubah kebijakan secara radikal.

Pertama, timingnya mencurigakan. Pertemuan ini datang di tengah banyaknya kritik terhadap kebijakan awal Prabowo-Gibran, seperti program makan siang gratis yang sarat kepentingan dan masalah atau isu oligarki yang masih menghantui. Dengan mengundang oposisi, Prabowo bisa membangun narasi bahwa pemerintahannya terbuka terhadap kritik, sehingga mengurangi tekanan dari luar. Ini seperti membangun “tameng” yang disebut: bukan untuk perubahan sejati, tapi untuk legitimasi. Abraham Samad sendiri awalnya ragu, tapi akhirnya hadir—mungkin karena undangan dari Sjafrie Sjamsoeddin, yang menekankan peran mereka sebagai kelompok yang “kritis.”

Kedua, komposisi peserta: Selain tokoh kritis, ada menteri-menteri inti Prabowo. Ini menunjukkan pertemuan bukan forum oposisi murni, tapi lebih ke arah co-optation—yakni menarik suara kritis ke dalam lingkaran pengaruh. Said Didu, yang pernah vokal melawan oligarki, kini berbicara tentang “kesepakatan” dengan Prabowo. Apakah ini tanda oposisi dilemahkan, atau justru kesempatan untuk mempengaruhi dari dalam? Jika berpikiran skeptis, maka akan bilang: ini cara halus untuk “menjinakkan” banteng oposisi, mengingat PDIP masih ambigu sebagai oposisi formal.

Ketiga, risiko erosi demokrasi. Tanpa oposisi kuat di parlemen, pertemuan seperti ini bisa jadi pengganti palsu untuk checks and balances. Jika Prabowo benar-benar ingin perubahan, mengapa tidak mengundang lebih banyak kelompok masyarakat sipil atau oposisi parlementer? Ini bisa jadi bagian dari strategi jangka panjang menuju 2029, dimana Prabowo ingin tampak inklusif untuk mempertahankan dukungan luas disatu sisi, sementara ketegangan dengan Jokowi-Gibran masih mengintai sebagai bom waktu.

Jadi, ini Optimisme yang Harus Diuji
Tujuan utama Prabowo tampaknya adalah membuka dialog untuk masukan kebijakan, seperti yang diungkap para peserta—tapi dengan nuansa strategis untuk membangun narasi pemerintahan yang “mendengar rakyat.” Apakah ini harapan sejati atau tameng? Waktu akan membuktikan melalui aksi nyata, seperti reformasi antikorupsi yang lebih tegas. Jika hanya berhenti di pertemuan, maka benar bahwa ini sekadar alat untuk memperkuat kekuasaan, bukan untuk perubahan. Politik Indonesia tetap cair, tapi tanpa kewaspadaan, harapan bisa berubah jadi ilusi.

Malika Dwi Ana, Pengamat Sosial Politik Independen
6 Februari 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masuk Dewan Gaza Bentukan Trump, Habib Umar Alhamid: Prabowo Lakukan Blunder Diplomatik dan Menyimpang dari Amanat Konstitusi

Next Post

Peringati HUT ke-16, Medialink Global Mandiri Perkuat Silaturahmi dengan Yayasan Pembinaan Tunanetra

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Peringati HUT ke-16, Medialink Global Mandiri Perkuat Silaturahmi dengan Yayasan Pembinaan Tunanetra

Peringati HUT ke-16, Medialink Global Mandiri Perkuat Silaturahmi dengan Yayasan Pembinaan Tunanetra

Mengapa Auditor Negara Harus Tak Sekadar Bersih, Tapi Juga Terlihat Bersih

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...