• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Di Jepang, Pelecehan Gagal Jadi Berita Nasional—Di Kita, Kejahatan Besar Jadi Rutinitas

Kriminalitas Kecil, Dampak Besar: Cermin Jepang yang Kontras dengan Kita

Ali Syarief by Ali Syarief
March 17, 2026
in Aya Aya Wae, Feature, Japanese Supesharu
0
Polisi Tangkap Pria. Meminta Gadis Remaja Menunjukkan Celana Dalamnya
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di banyak negara, istilah “berita kriminal nasional” identik dengan kasus besar: pembunuhan berantai, korupsi miliaran, jaringan narkotika lintas negara, atau kekerasan brutal yang menelan korban jiwa. Namun di Jepang, standar itu tampak berbeda—bahkan nyaris bertolak belakang.

Sebuah peristiwa di Sapporo menjadi contoh yang menarik sekaligus menggugah: seorang gadis remaja diikuti dari belakang, dipegang, dan pelaku mencoba menarik celananya. Tidak ada luka fisik. Tidak ada korban jiwa. Pelaku melarikan diri. Namun kasus ini tetap menjadi berita nasional, disiarkan media, dan ditangani serius oleh kepolisian.

Bagi sebagian masyarakat di negara berkembang—termasuk Indonesia—peristiwa semacam ini mungkin akan dianggap sebagai “kasus kecil”, bahkan bisa saja tenggelam di antara hiruk-pikuk berita kriminal lain yang jauh lebih brutal. Tapi di Jepang, justru di situlah letak perbedaannya.

Girl grabbed from behind by a man who tried to pull down her pants on the sidewalk in Sapporo

Standar Keamanan yang Tinggi

Kasus tersebut menunjukkan satu hal mendasar: Jepang memiliki standar keamanan publik yang sangat tinggi. Ketika sebuah tindakan percobaan pelecehan tanpa korban luka saja sudah menjadi perhatian serius, itu berarti masyarakatnya hidup dalam ekspektasi bahwa ruang publik harus hampir sepenuhnya aman.

Kriminalitas di Jepang bukan tidak ada—tetapi skalanya relatif kecil, sporadis, dan jarang berkembang menjadi kejahatan sistemik. Karena itu, setiap gangguan terhadap rasa aman, sekecil apa pun, diperlakukan sebagai anomali yang harus segera diselesaikan.

Negara yang Tidak Toleran terhadap Gangguan Sosial

Budaya hukum di Jepang tidak hanya soal penegakan aturan, tetapi juga soal menjaga harmoni sosial. Tindakan seperti mencoba melecehkan seseorang di ruang publik bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran terhadap norma sosial yang sangat dijunjung tinggi.

Maka, responsnya bukan sekadar administratif, melainkan juga moral dan kolektif. Polisi bergerak cepat, media meliput, dan masyarakat diberi peringatan. Semua ini menunjukkan bahwa negara tidak memberi ruang sedikit pun bagi potensi kejahatan untuk berkembang.

Kontras dengan Realitas Negara Lain

Bandingkan dengan realitas di banyak negara lain, di mana kasus kekerasan seksual sering kali tidak dilaporkan, atau jika dilaporkan pun tidak selalu ditangani dengan serius. Bahkan dalam banyak kasus, korban justru menghadapi stigma, tekanan sosial, atau proses hukum yang berbelit.

Di sini, kita melihat paradoks yang menyakitkan: ketika kejahatan besar menjadi begitu biasa, standar sensitivitas masyarakat justru menurun. Yang seharusnya dianggap darurat, malah diperlakukan sebagai rutinitas.

Pelajaran yang Terlupakan

Jepang mengajarkan bahwa ukuran kemajuan sebuah negara bukan hanya pada pembangunan fisik atau pertumbuhan ekonomi, tetapi pada seberapa aman warganya merasa dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika seorang anak perempuan berjalan di trotoar pada pukul 7:30 malam, negara memastikan bahwa ia berhak merasa aman. Dan ketika rasa aman itu terganggu—meski hanya dalam hitungan detik—negara hadir.

Pertanyaannya bagi kita:
apakah kita masih memiliki standar yang sama?

Atau justru kita sudah terlalu terbiasa dengan ketidakamanan, hingga kehilangan kepekaan terhadap hal-hal yang seharusnya tidak pernah dianggap normal?

Penutup

Kasus di Sapporo bukan sekadar berita kriminal. Ia adalah cermin. Cermin yang memperlihatkan bagaimana sebuah negara menjaga martabat ruang publiknya, dan bagaimana masyarakatnya menolak untuk menormalisasi kejahatan—sekecil apa pun bentuknya.

Di Jepang, kriminalitas menjadi berita besar justru karena ia kecil dan jarang terjadi.

Di tempat lain, kriminalitas menjadi biasa karena ia besar dan terlalu sering terjadi.

Dan di situlah perbedaan peradaban mulai terlihat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Israel Resmi Mulai Operasi Darat di Lebanon, Konflik Timur Tengah Memanas

Next Post

Indonesia Aneh: Menjual Liburan di Tengah Krisis – Negara Bertaruh pada Ilusi Pariwisata

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Indonesia Aneh: Menjual Liburan di Tengah Krisis – Negara Bertaruh pada Ilusi Pariwisata

Indonesia Aneh: Menjual Liburan di Tengah Krisis - Negara Bertaruh pada Ilusi Pariwisata

Perang Israel/USA~Iran Menghapus Peta Liburan Dunia

Perang Israel/USA~Iran Menghapus Peta Liburan Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist