• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Ali Syarief by Ali Syarief
March 26, 2026
in Economy, Feature
0
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli
Share on FacebookShare on Twitter

Tokyo – Di atas kertas, harga bahan bakar minyak (BBM) di Jepang memang lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Saat ini, harga bensin di Jepang berada di kisaran ¥158–162 per liter, atau jika dikonversi sekitar Rp16.500 hingga Rp17.300 per liter. Angka ini jelas lebih tinggi dibandingkan harga BBM di Indonesia yang berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp14.000 per liter.

Namun, jika perbandingan berhenti pada nominal harga semata, kita sedang melihat realitas dengan kacamata yang keliru.

Masalah utamanya bukan pada harga BBM, melainkan pada daya beli.

Seorang lulusan perguruan tinggi di Jepang pada tahun pertama bekerja umumnya memperoleh penghasilan sekitar Rp25 juta per bulan. Dengan pendapatan sebesar itu, harga BBM—meskipun tinggi—tidak menjadi tekanan utama dalam struktur pengeluaran.

Bandingkan dengan Indonesia. Lulusan perguruan tinggi yang baru memasuki dunia kerja rata-rata hanya memperoleh sekitar Rp6,5 juta per bulan. Dalam kondisi seperti ini, bahkan harga BBM yang secara nominal lebih rendah tetap terasa mahal, karena menyedot porsi yang jauh lebih besar dari total pendapatan.

Di sinilah letak paradoksnya: BBM di Jepang mahal, tetapi tidak memberatkan. Sementara di Indonesia, BBM relatif murah, tetapi terasa mencekik.

Perbandingan ini memperlihatkan satu hal penting—bahwa kesejahteraan tidak ditentukan oleh murah atau mahalnya harga barang, melainkan oleh keseimbangan antara harga dan pendapatan. Jepang berhasil menjaga keseimbangan itu, sementara Indonesia masih tertatih.

Lebih jauh, struktur ekonomi Jepang memungkinkan masyarakatnya memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap fluktuasi harga energi. Sistem transportasi publik yang efisien menjadi penyangga utama, memberikan alternatif nyata bagi warga untuk tidak bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi. Sebaliknya, banyak wilayah di Indonesia masih memaksa masyarakat bergantung pada BBM karena keterbatasan transportasi publik yang layak.

Artinya, beban BBM di Indonesia bukan hanya soal harga, tetapi juga soal keterpaksaan.

Jika ditarik lebih dalam, persoalan ini menyentuh akar yang lebih fundamental: produktivitas tenaga kerja, kualitas pendidikan, struktur industri, hingga arah kebijakan ekonomi. Jepang membangun ekosistem yang memungkinkan lulusan baru langsung terserap dengan penghasilan layak. Indonesia, sebaliknya, masih berkutat dengan ironi—jumlah lulusan meningkat, tetapi kualitas pekerjaan dan tingkat upah tidak berbanding lurus.

Dalam konteks ini, kebijakan subsidi BBM yang sering dijadikan “penyelamat” justru tampak sebagai solusi jangka pendek yang menutupi persoalan struktural. Subsidi menahan harga, tetapi tidak secara signifikan meningkatkan daya beli masyarakat.

Pertanyaan yang semestinya diajukan bukan lagi: “Mengapa BBM di Indonesia mahal?” melainkan “Mengapa pendapatan masyarakat Indonesia masih rendah?”

Selama pertanyaan ini tidak dijawab secara serius, maka perbandingan dengan Jepang akan terus menjadi cermin ketimpangan—bahwa murah tidak selalu berarti terjangkau, dan mahal tidak selalu berarti memberatkan.

Pada akhirnya, isu BBM bukan sekadar soal energi, tetapi soal keadilan ekonomi. Dan dalam konteks ini, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar: memastikan bahwa setiap liter BBM yang dibeli rakyat tidak mengorbankan kebutuhan hidup lainnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Next Post

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...