• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home daerah

Difabel di Makassar Masih Hadapi Keterbatasan Akses Berkesenian

fusilat by fusilat
April 11, 2026
in daerah, News
0
Difabel di Makassar Masih Hadapi Keterbatasan Akses Berkesenian
Share on FacebookShare on Twitter

Makassar-FusilatNews –  Di tengah pesatnya pembangunan dan geliat kebudayaan di Kota Makassar, kelompok difabel masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses ruang seni dan budaya. Minimnya akses, stigma sosial, hingga kurangnya fasilitas menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

Daeng Malik, seorang difabel netra yang menjadi penulis sekaligus sutradara dalam produksi teater Makassar Lintas Indra, menilai seni sebagai medium untuk menyuarakan pengalaman dan perlawanan terhadap diskriminasi.

“Suara itu bukan hanya soal audio, tetapi bagaimana kita menyuarakan keresahan, kritik, dan pengalaman diskriminasi,” ujar Malik, 3 April 2026.

Tema tersebut, menurut Malik, berangkat dari pengalaman personalnya, termasuk kehilangan sang ibu serta ingatan terhadap suara-suara medis dan sirene ambulans yang membekas. Ia kemudian mengolah pengalaman tersebut menjadi karya sebagai bentuk penyembuhan sekaligus kritik sosial.

Dalam proses produksinya, Malik membuka casting bagi difabel—sebuah langkah yang jarang dilakukan di Makassar. Ia menyebut produksi ini sebagai upaya serius dengan melibatkan tim profesional, mulai dari penata panggung hingga dramaturgi.

Namun, tantangan tetap ada. Sebagai sutradara netra yang mengarahkan aktor dengan beragam disabilitas, termasuk tuli, Malik mengakui prosesnya tidak mudah.

“Cukup tricky,” katanya.

Meski demikian, ia melihat teater sebagai ruang untuk menjembatani sekat antarkelompok difabel yang selama ini masih terjadi.

Sementara itu, Muh. Ilham, mahasiswa difabel netra di Universitas Hasanuddin, mengaku kesempatan berkesenian bagi difabel masih sangat terbatas. Ia menyambut antusias kesempatan mengikuti casting tersebut.

“Senang sekali… akhirnya setelah sekian lama, baru lagi rasa pengalaman main drama,” ujarnya, 5 April 2026.

Ilham menilai dunia seni masih cenderung berorientasi pada visual, sehingga difabel netra kerap dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan pertunjukan. Stigma tersebut, menurutnya, menjadi penghambat utama berkembangnya potensi difabel.

“Masih kurang sekali kesempatan untuk teman-teman netra untuk akses kesenian,” tegasnya.

Ia meyakini bahwa banyak difabel memiliki potensi di berbagai bidang seni, seperti musik dan seni suara, namun tidak memiliki wadah yang memadai untuk berkembang.

Di sisi lain, Regina Widyadhana Hasibuan atau Nadine menyoroti persoalan akses informasi dan fasilitas fisik. Menurutnya, banyak kegiatan seni tidak sampai ke komunitas difabel karena kurangnya distribusi informasi.

“Informasinya belum menyebar ke komunitas-komunitas disabilitas dan juga ke SLB-SLB,” ujarnya, 6 April 2026.

Sebagai pengguna kursi roda, ia juga menekankan pentingnya infrastruktur yang ramah difabel. Ramp yang terlalu curam, misalnya, justru menjadi hambatan baru bagi mobilitas.

“Sudah ada, tapi terlalu terjal… saya tidak bisa sendiri,” katanya.

Dari berbagai perspektif tersebut, persoalan utama yang dihadapi difabel dalam berkesenian bukan terletak pada kemampuan, melainkan pada keterbatasan akses—baik akses ruang, informasi, maupun fasilitas.

Meski demikian, upaya seperti produksi teater Makassar Lintas Indra menunjukkan bahwa ruang inklusi masih dapat dibangun. Melalui seni, difabel di Makassar perlahan menegaskan keberadaan mereka sebagai bagian utuh dari kehidupan budaya, bukan sekadar penonton.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Soal Motor Listrik BGN dan Pikap India: APBN Bisa “Dibypass” di Program Prioritas?

Next Post

Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

fusilat

fusilat

Related Posts

Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung
Crime

Prabowo Murka: Pengusaha Tambang Ilegal 8 Tahun Harus Dipidana, Jaksa Agung Diberi Komando Tegas

April 11, 2026
DHL: Perbandingan Eggi Versus A. Khoizinudin dan Fitnah Versi Refly Harun–dr. Tifa
Law

DHL: Perbandingan Eggi Versus A. Khoizinudin dan Fitnah Versi Refly Harun–dr. Tifa

April 10, 2026
Tabung Emas dari Rp50 Ribu: KPID DKI Dorong Budaya Betawi, BSI Masuk Panggung Penyiaran
daerah

Tabung Emas dari Rp50 Ribu: KPID DKI Dorong Budaya Betawi, BSI Masuk Panggung Penyiaran

April 9, 2026
Next Post
Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Murka: Pengusaha Tambang Ilegal 8 Tahun Harus Dipidana, Jaksa Agung Diberi Komando Tegas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Feature

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

by Karyudi Sutajah Putra
April 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Masih ingatkah kita akan Ahmad Sahroni? Anggota DPR RI dari...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Ketika Pejabat Karbitan Bicara Inflasi Pengamat

April 11, 2026
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

April 11, 2026
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Murka: Pengusaha Tambang Ilegal 8 Tahun Harus Dipidana, Jaksa Agung Diberi Komando Tegas

April 11, 2026
Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

April 11, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist