• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Soal Motor Listrik BGN dan Pikap India: APBN Bisa “Dibypass” di Program Prioritas?

fusilat by fusilat
April 10, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Soal Motor Listrik BGN dan Pikap India: APBN Bisa “Dibypass” di Program Prioritas?
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus impor 105.000 pikap & truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) plus pengadaan 25.000 motor listrik (realisasi 21.801 unit, merek Emmo, Rp50 jutaan per unit) untuk Kepala SPPG di program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebetulan, tapi gejala sistemik yang berbahaya: APBN kehilangan arah karena prioritas politik presiden mengalahkan prosedur keuangan negara.

Faktanya:
1. Motor listrik BGN: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bilang sudah masuk anggaran 2025, proses realisasi mulai Desember 2025, masih proses BMN, belum didistribusikan. Tujuannya: mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan: tahun lalu dia menolak usulan serupa (motor + komputer) karena anggaran MBG harus prioritas makanan, bukan kendaraan. Sekarang dia mengaku “belum tahu” dan bilang “ini gosip ya? Saya cek lagi”. DPR Komisi IX sudah siap panggil BGN.

  1. Pikap India: Menteri Koperasi Ferry Juliantono bilang “sudah terlanjur impor” ribuan unit dari Mahindra & Tata Motors, jadi tetap didistribusikan ke koperasi yang sudah siap (gudang, gerai). Total 105.000 unit, hemat Rp46,5 T katanya, tapi industri otomotif dalam negeri lagi lesu dan Kadin/DPR kritik keras.

Dua kasus ini punya pola sama: dalih “terlanjur” + “sudah masuk anggaran existing” dan menjadi program unggulan presiden.

Lalu, Kenapa Bisa Begini? Akar Masalahnya Bukan Korupsi Langsung, Tapi Desain Sistem
1. Bahwa Presiden adalah “bos besar” keuangan negara
Menurut UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara, Presiden memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara (Pasal 6). Menkeu hanya Bendahara Umum Negara (BUN) yang diberi wewenang operasional. Artinya, secara hierarki, Presiden lebih besar dari Menkeu.

  1. BGN adalah “superbody” langsung di bawah Presiden
    Dibentuk lewat Perpres 83/2024. Bukan kementerian biasa, tapi lembaga pemerintah yang bertanggung jawab langsung ke Presiden. Kepala BGN (Dadan Hindayana) adalah Pengguna Anggaran penuh. Dia punya fleksibilitas merealisasikan DIPA yang sudah disetujui DPR, meski Menkeu pernah tolak usulan baru. Ini celah legal: anggaran 2025 “sudah ada”, tinggal dieksekusi dengan dalih prioritas nasional (MBG adalah janji kampanye Prabowo yang skalanya Rp268–335 T di 2026).

  2. Budaya “terlanjur” dan prioritas politik
    Sama seperti kasus pikap India di bawah Kemenkop & PT Agrinas. Begitu barang masuk pelabuhan, dibilang sudah “terlanjur”, dan “terlanjur” ini menjadi alasan sakti untuk bypass kritik efisiensi, industri lokal, dan prosedur. Ini pola klasik di pemerintahan manapun: program flagship presiden diberi “jalur cepat”. Efeknya? Menkeu yang seharusnya penjaga gerbang fiskal jadi seperti “terlambat tahu”.

Lalu Siapa yang “Bermain”?
Jawabannya bukan karena ada “Menkeu bayangan” atau konspirasi gelap. Ini sih lebih parah: main openly di atas aturan formal.

  • Presiden Prabowo: Penentu arah politik tertinggi. MBG & KDMP adalah program andalannya. Dia yang bentuk BGN via Perpres, alokasikan ratusan triliun dari efisiensi APBN, dan beri ruang eksekusi cepat.
  • Kepala BGN Dadan Hindayana: Eksekutor lapangan. Dia yang pesan motor listrik Rp1,2 T lebih dan mengklaim “sudah dianggarkan”. Tanggung jawabnya langsung ke Presiden, bukan ke Menkeu.
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono: Sama-sama pola “terlanjur” untuk impor India.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Korban sistem. Dia tolak usulan, tapi realisasi lolos lewat anggaran yang tersedia. Ini bukti pengawasan internal Kemenkeu atas lembaga superbody sangatlah lemah.

Memang tidak ada bukti money laundering. Semua dari APBN yang disetujui DPR. Tapi justru itu masalahnya: dua kali lipat berbahaya karena pakai duit rakyat yang “resmi”, tapi prosedurnya diakali.

Bahayanya: Cara Bernegara Menjadi Rusak
Ini bukan soal motor atau pikap doang. Ini soal:
– APBN telah kehilangan arah: Efisiensi hilang. Duit ratusan triliun untuk MBG, tapi prioritas jadi kendaraan mewah daripada makanan bergizi itu sendiri.
– Check and balance rapuh: Kalau Menkeu bisa “nggak tahu” soal pengeluaran Rp1,2 T lebih, besok program lain pun juga bisa, bak mengulang pola serupa.
– Potensi penyalahgunaan kekuasaan: “Demi rakyat” jadi tameng untuk bypass kewenangan Kemenkeu, DPR, dan BPK. Risiko korupsi/mark-up di level pelaksana (mitra SPPG) semakin tinggi.
– Industri dalam negeri terbunuh: Impor India vs seruan produksi lokal.

Ini merusak fondasi tata kelola negara. Pemerintahan yang baik bukan cuma niat bagus + program raksasa, tapi juga disiplin secara prosedur. Kalau “prioritas presiden” boleh override segalanya, besok APBN menjadi alat kekuasaan, bukan alat pembangunan.

Jadi Harusnya Gimana?
DPR sudah bergerak (panggil BGN). KPK & BPK harus audit mendalam. Masyarakat & media harus tekan transparansi real-time DIPA BGN. Kalau tidak, ini bukanlah akhir—hanya awal dari era di mana “terlanjur” jadi kata sakti untuk segala pemborosan.

Kita berhak khawatir. Bukan anti-MBG atau anti-pemerintah. Tapi pro-tata kelola yang bersih. Kalau cara bernegara rusak, yang rugi ya rakyat biasa: duit negara habis, tapi gizi anak tetap kurang, dan industri lokal mati pelan-pelan.

Malika Dwi Ana

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

GENCATAN SENJATA AS–IRAN: KEMENANGAN BAGI KEMANUSIAAN

Next Post

Difabel di Makassar Masih Hadapi Keterbatasan Akses Berkesenian

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Difabel di Makassar Masih Hadapi Keterbatasan Akses Berkesenian

Difabel di Makassar Masih Hadapi Keterbatasan Akses Berkesenian

Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...