• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Drakor Heroik Arteria untuk “Royal Family” Bung Karno, Seperti Apa?

fusilat by fusilat
October 2, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Desak Jaksa Agung Pecat Kajati Pakai Bahasa Sunda. Arteria : Membuat takut dan bingung peserta rapat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta, Fusilatnews – Ibarat bermain Drama Korea (Drakor), kali ini Arteria Dahlan menampilkan karakter yang tak biasanya. Biasanya, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan yang per 1 Oktober 2024 kemarin pensiun ini adalah seorang petarung. Siapa pun dilawan. Tak peduli mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim yang sudah sepuh.

Tapi kali ini Teri, panggilan akrabnya, menampilkan karakter berbeda. Ia dengan mudah “menyerah” begitu saja. Ia membuka jalan bagi Romy, cucu Bung Karno, menjadi anggota DPR RI. Alasan Teri pun cukup heroik: balas budi kepada “royal family” Bung Karno!

Romy, kata Teri, datang kepadanya untuk memohon agar putra RachmawatiSoekarnoputri itu bisa menjadi anggota DPR RI. Sebab, kata Teri, hanya dengan menjadi anggota DPR RI itulah maka Romy akan bisa mewujudkan cita-citanya.

Alkisah, PDIP mendapat jatah dua kursi di Daerah Pemilihan Jawa Timur VI di Pemilu 2024 yang meliputi Blitar, Kediri dan Tulungagung. Satu kursi sudah diduduki Pulung Agustanto, karena adik kandung Pramono Anung Wibowo, mantan Menteri Sekretaris Kabinet yang kini sedang mencoba peruntungan sebagai calon gubernur Jakarta di Pilkada 2024, itu sebagai peraih suara terbanyak di dapil tersebut dari PDIP. Disusul Sri Rahayu di urutan kedua dan Arteria Dahlan di urutan ketiga perolehan suara.

Entah mengapa, Sri Rahayu mundur. Maka jatah kursi PDIP beralih ke Teri. Teri yang sudah 10 tahun menjadi anggota DPR pun mundur. Alasannya, membalas budi “royal family” (keluarga kerajaan) Bung Karno.

Teri merasa sebelumnya bukan siapa-siapa. Berkat bimbingan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama mendiang suaminya, Taufiq Kiemas, dan putrinya, Puan Maharani, Teri menjadi seperti sekarang ini: duduk di Senayan.

Kini saatnya ia membalas budi “royal family” Bung Karno. Padahal, kata Teri, bisa saja ia menggugat seperti caleg PDIP lainnya, yakni Tia Rahmania di Dapil Banten I dan Rahmad Handoyo di Dapil Jawa Tengah V.

Tapi karena perolehan PDIP hanya dua kursi di Dapil Jatim VI, maka Teri urung menggugat. Ia tak mau berebut kursi dengan sesama kader PDIP. Jatah kursi yang dia peroleh dari Siti Rahayu pun ia berikan kepada Romy Soekarno. Merupakan suatu kehormatan, kata Teri, bisa melayani “royal family” Bung Karno. Heroik, bukan?

Sayangnya, klaim Teri itu dibantah Romy. Putra mendiang Rachmawati ini tak merasa minta jatah kursi empuk Dewan itu dari Teri. Itu semua, klaim Romy, merupakan kewenangan partai. PDIP, klaim Romy, mengapresiasi dirinya yang sudah bekerja siang-malam di dapil. Nah, lho!

Lalu, siapa yang benar, Teri atau Romy?

Sri Rahayu selaku pemilik pertama kursi panas itu cenderung diam. Teri-lah yang berkoar-koar. Kalau memang mau jadi pahlawan, bukan pahlawan kesiangan, mengapa harus berkoar-koar?

Mungkin Teri sudah berhitung: percuma saja menggugat. Soalnya, sesuai undang-undang, partai politik punya hak prerogatif untuk me-“recall” atau melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) kadernya di DPR RI atau pun DPRD provinsi/kabupaten/kota.

PAW diatur di dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, UU Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah (MD3) sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No 13 Tahun 2019, dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Perubahan PKPU Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Penggantian Antarwaktu Anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

PAW tergantung parpol. Tak harus urut kacang. Artinya, tak harus Arteria Dahlan yang menggantikan Sri Rahayu. Bisa Romy. Inilah yang terjadi dengan Harun Masiku yang melompati caleg di atasnya hasil Pemilu 2019.

Jadi, seandainya Teri mengguggat dan menang lalu dilantik jadi anggota DPR RI kembali, di tengah jalan ia bisa di-PAW kapan saja. Alasan bisa dicari. Inilah mungkin yang membuat Teri menyerah begitu saja.

Tia Rahmania sedang menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, hasilnya belum terlihat. Rahmad Handoyo sudah menggugat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan menang. Lembaga yang kini diketuai Rahmat Bagja ini memerintahkan KPU untuk melantik Rahmad Handoyo sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029, Selasa (1/10/2024) kemarin. Namun kapan pun Rahmad bisa di-PAW oleh PDIP.

Tia dan Rahmad diputuskan PDIP telah melakukan kecurangan dengan menggelembungkan jumlah suara hasil Pemilu 2024 di dapil masing-masing sehingga merugikan sesama caleg dari PDIP.

Kasus serupa juga terjadi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Muhammad Irsyad Yusuf yang merupakan adik kandung Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), dan Ahmad Gufron Sirodj yang merupakan Asisten Pribadi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dipecat PKB sehingga tidak boleh dilantik jadi anggota DPR RI dari Dapil Jatim II dan IV. Satu lagi, Ahmad Ali juga dipecat PKB sehingga tidak boleh dilantik jadi anggota DPR RI dari Dapil Jatim V. Akan tetapi, Bawaslu memutuskan agar ketiganya dilantik jadi anggota DPR RI, kemarin. Namun di tengah jalan ketiganya rawan di-PAW. Alasan bisa dicari.

Apalagi, pemecatan Gufron dan Yusuf ditengarai berkaitan dengan konflik internal antara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf serta Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.

Kewenangan PAW inilah yang menjadikan para pengurus parpol laksana raja. Teri menyebutnya sebagai “royal family”. Maka bila mau jadi raja, pangeran, kaum ningrat atau darah biru, bergabunglah dengan parpol.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negoro Siap Tangkap Jokowi Usai Pelantikan Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024

Next Post

James Webb Telescope Deteksi Karbon Dioksida di Bulan Terbesar Pluto

fusilat

fusilat

Related Posts

Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya
Feature

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026
Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Next Post
James Webb Telescope Deteksi Karbon Dioksida di Bulan Terbesar Pluto

James Webb Telescope Deteksi Karbon Dioksida di Bulan Terbesar Pluto

Shibuya Tokyo Terapkan Larangan Konsumsi Alkohol di Ruang Publik Sepanjang Tahun

Shibuya Tokyo Terapkan Larangan Konsumsi Alkohol di Ruang Publik Sepanjang Tahun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...