• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

DUA MENTERI KEUANGAN, DUA WAJAH NEGARA

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
October 2, 2025
in Birokrasi, Feature, Tokoh/Figur
0
PERGESERAN PARADIGMA EKONOMI INDONESIA: DARI BELENGGU NEOLIBERAL IMF MENUJU SOEMITRONOMICS BRICS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Uang negara selalu punya jalan panjang. Ia mengalir dari sumber-sumbernya—pajak, utang, dividen BUMN—lalu menempuh rute berliku melewati kementerian, lembaga, hingga akhirnya menyentuh dapur rakyat, atau justru menguap tanpa jejak. Perjalanan itulah yang membedakan dua wajah bendahara republik kita: Sri Mulyani dan Purbaya.

Keduanya sama-sama memikul jabatan yang sama: Menteri Keuangan. Tapi cara mereka memandang aliran uang negara berbeda bagai dua sungai yang berangkat dari hulu yang sama, lalu bercabang ke arah yang kontras.

Sri Mulyani: Menjaga Mata Air

Sri Mulyani dikenal luas di panggung internasional. Ia teknokrat yang dibanggakan Bank Dunia, ekonom yang fasih bicara dalam bahasa investor global. Baginya, tugas utama bendahara negara adalah menjaga “mata air uang” agar tidak kering.

Ia mengawal disiplin fiskal dengan keras: defisit tak boleh melewati 3 persen PDB, utang harus dijaga di bawah 60 persen. Ia memberi tax holiday pada konglomerat karena dianggap pencipta lapangan kerja, sembari tetap menarik pajak dari kelas menengah dan bawah. Dengan begitu, pasar diyakinkan bahwa Indonesia negara yang kredibel, layak diberi pinjaman, layak mendapat investasi.

Tapi di sepanjang saluran air itu, banyak kebocoran yang luput dari perhatian. Subsidi energi membengkak karena kilang minyak tak kunjung berdiri. Infrastruktur kadang lebih jadi monumen politik daripada motor pertumbuhan. Dana bansos sering bocor, tapi sepanjang defisit terkendali, neraca dianggap aman.

Sri Mulyani adalah penjaga bendungan, bukan pengawas parit. Ia memegang kunci gerbang hulu, tapi kurang peduli apa yang terjadi di hilir. Itu konsekuensi logis dari cara pandangnya: uang harus netral, negara harus adil pada semua.

Purbaya: Mengawasi Aliran

Purbaya datang dengan kacamata lain. Ia tidak puas menjaga hulu, ia menelusuri sungai anggaran hingga ke muara. Baginya, uang negara bukan sekadar angka dalam neraca, melainkan arus yang harus tiba di sawah, sekolah, puskesmas, dan dapur rumah tangga.

Karena itu ia berani bersuara lantang. Pertamina ia kritik habis-habisan: sudah bertahun-tahun janji membangun tujuh kilang minyak, tapi tak satu pun terwujud. “Malas-malasan,” katanya. Padahal tanpa kilang, subsidi energi akan terus menggunung, dan rakyat harus menanggung beban harga impor BBM.

Badan Gizi Nasional juga tak luput. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pagu Rp 71 triliun baru menyerap Rp 13,2 triliun, atau 18,6 persen, hingga September 2025. Uang yang mengendap sama buruknya dengan uang yang bocor, sebab keduanya gagal memberi manfaat. Purbaya bahkan mengancam akan mengalihkan anggaran MBG ke bansos lain bila penyerapan tetap lamban.

Ia menegur pula BUMN yang boros, proyek infrastruktur yang macet, lembaga-lembaga yang lihai membuat laporan tapi miskin realisasi. Ia ingin memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas negara tak berhenti jadi angka, melainkan manfaat.

Kontras ini makin jelas ketika menyentuh soal keadilan.

Bagi Sri Mulyani, keadilan berarti perlakuan sama untuk semua. Kapitalis boleh mendapat insentif, kelas menengah tetap membayar pajak, rakyat kecil mendapat bansos secukupnya. Negara tidak boleh berpihak—karena pasar membenci diskriminasi.

Bagi Purbaya, keadilan formal itu hanya topeng. Yang miskin butuh perlakuan khusus, yang lemah perlu dipihaki. APBN harus berpihak, sebab netralitas hanya menguntungkan yang kuat. Maka, seperti Presiden Prabowo, ia bicara terang: uang negara harus jadi alat untuk menolong yang miskin, menutup jurang kesenjangan.

Dua Filosofi Fiskal

Di balik sikap itu, berdiri dua filosofi fiskal:

  1. Neoliberal teknokratis ala Sri Mulyani: disiplin, stabilitas, kredibilitas di mata pasar.
  2. Populis distributif ala Purbaya: efisiensi, keberpihakan, manfaat nyata bagi rakyat.

Sri Mulyani sibuk menjaga angka-angka. Purbaya sibuk menjaga aliran.

Sri Mulyani membangun keadilan formal. Purbaya menuntut keadilan substantif.

Banyak orang kaget melihat gaya keras Purbaya. Ia mengkritik Pertamina di depan umum, ia menyentil BGN tanpa tedeng aling-aling, ia menyebut lembaga lamban sebagai beban. Tapi justru di situ terlihat kepeduliannya: ia tidak ingin uang negara bocor atau mengendap.

Bagi dia, kritik adalah bagian dari pengawasan. Menteri Keuangan bukan sekadar akuntan, melainkan juga penjaga moral aliran uang. Karena itu ia berani bersuara, meski resikonya dituding menyerang kolega.

Dengan kacamata ini, artikel “Jebakan Fiskal, Jebakan Imajinasi” bisa dibaca ulang. Banyak yang mengira tulisan itu apologi neolib ala Sri Mulyani, hanya menenangkan pasar, hanya meremehkan risiko. Padahal isinya justru seirama dengan semangat Purbaya: menolak narasi pesimis yang hanya menakut-nakuti, dan mengingatkan bahwa krisis bukan keniscayaan.

Jebakan fiskal sejati bukan sekadar angka defisit. Jebakan fiskal adalah ketika uang negara terus bocor, mengendap, atau berputar tanpa makna. Menolak jebakan itu berarti mengawasi aliran, memastikan dana publik tidak berhenti di laporan.

Di situlah wajah lain dari argumen “jebakan imajinasi”: bukan pembelaan neolib, melainkan peringatan agar kita tidak terjebak pada ketakutan, sementara aliran nyata justru diabaikan.

Arah Baru

Sejarah akan menilai siapa yang benar. Tapi jelas, di era Prabowo, arah fiskal cenderung ke jalur Purbaya. Ia berani memarahi BUMN, menggugat program lamban, menuntut manfaat nyata. Itu bukan sekadar gaya, melainkan paradigma baru: dari netralitas pasar ke pemihakan sosial, dari menjaga hulu ke mengawasi hilir.

Apakah ini akan membawa falaah dan barakah? Belum pasti. Tapi setidaknya kini ada bendahara negara yang mau menelusuri sungai uang sampai ke muara, bukan hanya duduk menjaga bendungan di hulu.

Dan mungkin di situlah perbedaan mendasar: Sri Mulyani menjaga neraca, Purbaya menjaga rakyat.===

Cimahi, 2 Oktober 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kebakaran Tower 14 Hunian Pekerja Konstruksi IKN, Semua Pekerja Dievakuasi

Next Post

Anak-Anak Menteng di Kasih MGB Nilainya Rp. 10.000 – Gizinya dimana?

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Anak-Anak Menteng di Kasih MGB Nilainya Rp. 10.000 – Gizinya dimana?

Anak-Anak Menteng di Kasih MGB Nilainya Rp. 10.000 - Gizinya dimana?

Santri Masih Tertimbun, Gedung Ponpes Al Khoziny Runtuh Jadi Sorotan Media Jepang

PESANTREN MURAH, SANTRI JADI KORBAN: PENGELOLA YANG LUPA AMANAH

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...