• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ekonomi Mencekik Rakyat

fusilat by fusilat
February 8, 2026
in Economy, Feature
0
Ancaman Resesi dan Kemiskinan

Ilustrasi Resesi Ekonomi

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di ruang-ruang resmi kekuasaan, ekonomi Indonesia kerap dipotret sebagai kisah keberhasilan. Pertumbuhan dijaga, stabilitas dirayakan, dan angka-angka makro dijadikan etalase keberhasilan rezim. Namun di luar gedung-gedung berpendingin udara itu, rakyat menghadapi kenyataan yang jauh lebih getir: ekonomi yang tak lagi menghidupi, melainkan mencekik.

Keluhan warga hari ini terdengar sederhana, bahkan klise: harga bahan pokok mahal, pekerjaan sulit, dan hidup makin berat. Tapi justru di situlah letak masalahnya. Ketika keluhan yang sama terus berulang dari tahun ke tahun, itu bukan lagi soal persepsi—melainkan kegagalan kebijakan.

Harga pangan yang tak terkendali menunjukkan rapuhnya tata kelola kebutuhan dasar. Negara tampak sibuk mengurusi proyek-proyek besar dan simbolik, sementara urusan paling mendasar—memastikan rakyat bisa makan dengan layak—justru terabaikan. Kenaikan harga beras, minyak goreng, dan bahan pokok lain seolah diterima sebagai keniscayaan, bukan sebagai alarm kegagalan negara dalam mengelola rantai pasok dan perlindungan konsumsi rakyat.

Daya beli pun tergerus perlahan. Pendapatan tidak tumbuh seiring kenaikan harga, dan tabungan masyarakat menyusut. Ini bukan perilaku konsumtif yang berlebihan, melainkan refleksi dari ekonomi rumah tangga yang terdesak. Ketika tabungan dipakai untuk menutup kebutuhan harian, artinya rakyat sedang mengorbankan masa depan demi bertahan hari ini.

Masalah ketenagakerjaan memperparah situasi. Rezim kerap membanggakan penciptaan lapangan kerja, tetapi di lapangan, banyak sektor justru melakukan efisiensi dengan mengorbankan tenaga kerja. PHK menjadi fenomena yang terus berulang, sementara penciptaan pekerjaan baru berjalan tertatih. Pasar kerja menjadi semakin tidak ramah, terutama bagi generasi muda yang memasuki usia produktif tanpa jaminan masa depan.

Ironisnya, kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah lebih banyak berpihak pada stabilitas makro dan kenyamanan investor, ketimbang perlindungan rakyat pekerja. Fleksibilitas pasar tenaga kerja dikedepankan, tetapi perlindungan sosial tertinggal. Negara hadir untuk menjaga angka, bukan menjaga manusia.

Di sisi fiskal, pemerintah terus berupaya menampilkan wajah disiplin dengan menjaga defisit anggaran di bawah ambang batas. Namun disiplin ini dibayar mahal oleh rakyat. Ruang fiskal yang sempit membuat negara lebih sibuk menambal gejolak jangka pendek dengan bantuan sosial sesaat, ketimbang membangun fondasi ekonomi rakyat yang berkelanjutan. Bantuan hadir sebagai penenang, bukan sebagai solusi struktural.

Di sinilah paradoks kebijakan rezim tampak jelas. Pertumbuhan ekonomi dijadikan mantra, tetapi distribusi hasil pertumbuhan diabaikan. Proyek-proyek mercusuar dirayakan, sementara ekonomi rumah tangga dibiarkan berjuang sendiri. Negara tampil megah di atas kertas, tetapi rapuh di tingkat dapur.

Ketika rakyat berbicara tentang harga dan pekerjaan, rezim menjawab dengan grafik dan persentase. Ketika rakyat mengeluh tentang hidup yang makin sempit, negara menawarkan optimisme. Jurang antara narasi kekuasaan dan pengalaman warga semakin menganga—dan jurang ini berbahaya.

Sebab ekonomi yang mencekik tidak hanya melahirkan kesulitan hidup, tetapi juga ketidakpercayaan. Rakyat mulai mempertanyakan arah kebijakan, prioritas pembangunan, dan keberpihakan negara. Dalam jangka panjang, ketidakpercayaan ini jauh lebih mahal daripada defisit anggaran mana pun.

Ekonomi seharusnya menjadi alat untuk memuliakan hidup rakyat, bukan sekadar menjaga citra rezim. Selama kebijakan lebih sibuk mengamankan stabilitas angka daripada kesejahteraan manusia, selama negara lebih bangga pada pertumbuhan daripada keadilan ekonomi, maka keluhan rakyat akan terus bergema.

Dan selama itu pula, ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh—namun rakyatnya tercekik.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Deep State dan Epstein Files: Konspirasi yang Terlalu “Deep” untuk Dipercaya, atau Hanya Pembusukan Elite ?

Next Post

Puasa sebagai Healing: Ketika Tubuh Mengobati Dirinya Sendiri

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Puasa sebagai Healing: Ketika Tubuh Mengobati Dirinya Sendiri

Puasa sebagai Healing: Ketika Tubuh Mengobati Dirinya Sendiri

Siapa Pendamping Prabowo 29? Ternyata Bukan Gibran

Siapa Pendamping Prabowo 29? Ternyata Bukan Gibran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist