• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Era Jokowi – By Data Utang Membengkak~Rakyat Miskin Meningkat

Ali Syarief by Ali Syarief
June 10, 2025
in Economy, Feature
0
Era Jokowi – By Data Utang Membengkak~Rakyat Miskin Meningkat
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pembangunan di era Presiden Joko Widodo terasa begitu masif. Jalan tol membentang, bendungan dibangun, dan bandara bersolek dengan arsitektur futuristik. Namun di balik semua kemegahan itu, ada realitas muram yang terungkap dari laporan terbaru Bank Dunia: 194,6 juta warga Indonesia—atau hampir 7 dari 10 penduduk—masuk kategori miskin. Bukan oleh definisi lokal, tapi oleh standar global.

Bank Dunia baru saja memperbarui metode pengukuran kemiskinan dengan menggunakan data Purchasing Power Parity (PPP) tahun 2021. Hasilnya mengejutkan, sekaligus memalukan. Jika sebelumnya ambang batas kemiskinan untuk negara menengah seperti Indonesia adalah 6,85 dolar AS per hari, kini naik menjadi 8,30 dolar AS per hari. Dengan standar ini, mayoritas rakyat Indonesia ternyata tak mampu memenuhi kebutuhan hidup paling dasar.

Pemerintah, melalui Badan Pusat Statistik (BPS), buru-buru menjaga narasi. Mereka tetap bersandar pada metode lama: pendekatan kebutuhan dasar (Cost of Basic Needs). Menurut mereka, jumlah orang miskin hanya 24 juta jiwa. Angka ini tampak indah di atas kertas, apalagi ketika dibandingkan dengan utang yang terus menumpuk dan proyek-proyek infrastruktur yang terus digenjot.

Narasi Palsu Kemajuan

Sejak awal menjabat, Jokowi menempatkan pembangunan fisik sebagai poros utama kekuasaannya. Dari tol Trans-Jawa hingga megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN), pembangunan dijadikan etalase prestasi. Namun prestasi itu harus dibayar mahal. Utang pemerintah meroket dari Rp 2.600 triliun pada akhir 2014 menjadi lebih dari Rp 8.000 triliun pada pertengahan 2025.

Pembangunan fisik yang diagungkan nyatanya tak menyentuh akar masalah rakyat: daya beli yang lemah, harga bahan pokok yang tak terkendali, dan akses kesehatan serta pendidikan yang timpang. Proyek-proyek bernilai triliunan rupiah itu tidak otomatis mengangkat martabat warga yang hidup di bawah garis kemiskinan global. Jalan tol tak bisa dimakan. Bandara baru tak menurunkan harga beras. Dan istana di Kalimantan tak menyelesaikan persoalan pengangguran di kota-kota besar.

Pemerintah selalu berdalih bahwa pembangunan akan berdampak jangka panjang. Tapi rakyat butuh makan hari ini. Butuh pekerjaan yang layak, bukan sekadar lapangan kerja semu dari proyek padat karya. Jika pembangunan tidak mengangkat kesejahteraan, lalu untuk siapa semua ini dibangun?

Ilusi Pertumbuhan, Nyata Kemiskinan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih berada di kisaran 5 persen. Tapi pertumbuhan itu tak inklusif. Ia hanya memperkaya segelintir elite yang punya akses ke kekuasaan dan proyek. Ketimpangan tetap tinggi. Distribusi aset dan peluang masih timpang. Maka ketika Bank Dunia membuka data kemiskinan berdasarkan standar global, tirai optimisme yang selama ini dijaga rapat-rapat langsung tersingkap.

Indonesia miskin secara struktural. Bukan sekadar kekurangan uang, tapi kekurangan visi. Pemerintah lebih memilih mengukur kemajuan lewat jumlah proyek, bukan kualitas hidup rakyat. Ketika anak-anak kekurangan gizi di NTT, pemerintah meresmikan Istana Negara baru. Ketika petani menjerit karena harga gabah anjlok, pemerintah sibuk mengundang investor ke IKN.

Wajah Buram Republik

Esai ini bukan ajakan untuk menolak pembangunan. Tapi mari kita bicara kejujuran. Jika utang dibuat untuk membangun, maka ukuran keberhasilannya bukan tinggi menara atau panjang jalan tol. Ukurannya sederhana: apakah rakyat bisa hidup lebih baik?

Hari ini, jawabannya: tidak. Utang bertumpuk, tapi kemiskinan makin dalam. Pembangunan masif, tapi keadilan sosial kian jauh. Jokowi membangun banyak hal, tapi tak membangun kesejahteraan. Ia membangun jalan, tapi tak memberi arah.

Dan kelak, sejarah akan mencatat: Indonesia pernah dipimpin oleh seseorang yang sangat percaya pada beton, tapi melupakan perut.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rekrutmen Tamtama untuk Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan Merusak Profesionalisme dan Roadmap Reformasi TNI

Next Post

Mediasi Rasa Tipu-Tipu di PN Sorong: Bayar Dulu, Bukti Belakangan?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?
Feature

Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?

July 9, 2026
Next Post
Mediasi Rasa Tipu-Tipu di PN Sorong: Bayar Dulu, Bukti Belakangan?

Mediasi Rasa Tipu-Tipu di PN Sorong: Bayar Dulu, Bukti Belakangan?

Kerusuhan Masih Membara di Los Angeles, Ribuan Pasukan Dikerahkan Hadapi Demonstrasi Anti-ICE

Kerusuhan Masih Membara di Los Angeles, Ribuan Pasukan Dikerahkan Hadapi Demonstrasi Anti-ICE

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

by Karyudi Sutajah Putra
July 9, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Seragam sama cokelat. Bedanya, Kepolisian RI (Polri) cokelat muda, sedangkan...

Read more
Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

July 8, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tujuh Tahun yang Tidak Sia-Sia

July 9, 2026

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026
Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

July 9, 2026
Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

July 9, 2026
Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tujuh Tahun yang Tidak Sia-Sia

July 9, 2026

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist