Los Angeles, AS – Fusilatnews, Selasa, 10 Juni 2025 Kota Los Angeles masih dilanda ketegangan tinggi setelah kerusuhan yang dipicu oleh operasi besar-besaran penangkapan imigran oleh ICE (Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat) pada 6 Juni lalu terus meluas. Ribuan orang turun ke jalan dalam aksi protes yang berubah menjadi kekerasan, memaksa pemerintah federal untuk mengerahkan lebih dari 5.000 personel militer dan keamanan.
Kronologi Kerusuhan
6 Juni 2025
Kerusuhan dipicu oleh operasi penahanan massal oleh ICE terhadap imigran tak berdokumen di beberapa titik di Los Angeles. Lebih dari 100 orang ditahan. Aksi ini segera mendapat kecaman luas dan memicu demonstrasi spontan di kawasan Downtown LA.
7–8 Juni 2025
Demonstrasi meluas ke daerah Paramount dan Compton. Para demonstran menuduh ICE melakukan tindakan tidak manusiawi dan rasis. Bentrokan pertama terjadi di sekitar markas ICE, di mana pengunjuk rasa melempari batu dan bom molotov, serta membakar beberapa kendaraan, termasuk taksi otonom.
9 Juni 2025
Kerusuhan mencapai puncaknya. Sekitar 2.000 orang memblokir Jalan Tol 101. Polisi anti-huru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet. Beberapa jurnalis dan aktivis dilaporkan mengalami luka, termasuk seorang wartawan asal Australia.
10 Juni 2025 (hari ini)
Situasi belum mereda. Pemerintah federal telah mengerahkan 2.000 personel Garda Nasional dan 700–1.000 marinir atas perintah Presiden Donald Trump. Pasukan militer dikerahkan untuk menjaga gedung-gedung federal dan fasilitas ICE.
Respons Pemerintah
Presiden Donald Trump dalam pernyataannya mengatakan bahwa pengerahan militer adalah upaya untuk “mengembalikan hukum dan ketertiban.” Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom mengecam keras langkah tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai provokasi federal yang berbahaya dan mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Di sisi lain, Direktur FBI Kash Patel menyatakan pihaknya akan turun tangan jika situasi memburuk, meskipun tanpa izin negara bagian. “Kami tidak bisa menunggu persetujuan politik ketika ketertiban umum dipertaruhkan,” ujarnya.
Dampak dan Korban
Lebih dari 200 orang ditangkap.
Setidaknya 27 orang luka-luka, termasuk petugas dan warga sipil.
Beberapa mobil dan fasilitas publik dibakar.
Jurnalis dari media internasional terkena peluru karet saat meliput.
Peringatan Internasional
Pemerintah Tiongkok telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) kepada warganya yang berada di California. KJRI Los Angeles pun mengeluarkan imbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) agar menghindari pusat kota, menjauhi kerumunan, dan menghubungi perwakilan RI jika dalam kondisi darurat.
Penutup
Situasi di Los Angeles masih sangat fluktuatif. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa ketegangan akan mereda dalam waktu dekat. Pemerintah daerah dan federal berada dalam ketegangan politik, sementara warga sipil menghadapi kekacauan di jalanan. Dunia internasional memantau ketat perkembangan yang berpotensi menyebar ke kota-kota lain di Amerika Serikat.
Sumber: CNBC Indonesia, Kontan, The Independent, LA Times, KJRI Los Angeles























