MAKASSAR, Fusilatnews – Komunitas Gerakan Aktualisasi Mandiri (Gammara Inklusi) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penyandang disabilitas dengan menggelar program kurban bertajuk “Idul Adha Menyapa Disabilitas 2026” pada Kamis (28/5/2026) atau 11 Zulhijah 1447 Hijriah.
Komunitas yang berdiri pada 3 Maret 2026 tersebut menyembelih tiga hewan kurban, terdiri atas dua ekor sapi dan satu ekor kambing. Daging kurban selanjutnya didistribusikan kepada para penyandang disabilitas di Kota Makassar.
Koordinator Gammara Inklusi, Andi Fajrin Syam, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasinya untuk menghadirkan akses yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam pelaksanaan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan.
Menurut Fajrin, Gammara Inklusi telah membangun jejaring dengan komunitas penyandang tunanetra di Surabaya serta organisasi nasional Kuril Langit. Melalui jejaring tersebut, berbagai kegiatan keagamaan telah dilaksanakan, seperti khataman Al-Qur’an Braille dan buka puasa bersama di kawasan Masjid 99 Kubah, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, pada 17 Ramadan lalu.
“Pada Idul Adha ini kami mencoba berkurban dengan harapan daging kurban dapat disalurkan kepada teman-teman disabilitas yang membutuhkan,” ujar Fajrin kepada wartawan.
Ia menjelaskan, sebagian penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai keterbatasan, bukan hanya dalam aspek sosial, tetapi juga dalam menjalankan ritual keagamaan. Pengalaman pribadinya sebagai penyandang tunanetra menjadi salah satu alasan lahirnya program tersebut.
Fajrin menuturkan, pada Idul Adha sebelumnya dirinya sempat mengalami kesulitan memperoleh daging kurban. Meski telah memiliki kupon, keterbatasan akses informasi dan tidak adanya pendamping membuatnya hampir kehilangan kesempatan untuk mendapatkan haknya sebagai penerima kurban.
“Kadang kami memiliki kupon, tetapi tidak mendengar pengumuman atau tidak ada pendamping yang membantu menuju lokasi penukaran kupon. Pengalaman seperti itu masih sering dialami teman-teman disabilitas,” katanya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Gammara Inklusi berinisiatif menghadirkan program distribusi kurban yang lebih ramah disabilitas.
“Daging kurban bukan sekadar dibagikan. Ada nilai tenggang rasa dan kepedulian yang harus ditanamkan sehingga kita bisa berbagi kebahagiaan dengan sesama, termasuk teman-teman disabilitas,” ujarnya.
Fajrin menambahkan, daging kurban yang terkumpul akan disalurkan kepada berbagai kelompok disabilitas, mulai dari penyandang tunanetra, disabilitas fisik, teman tuli, hingga kelompok disabilitas lainnya.
“Atas nama Gammara Inklusi, kami berharap program ini terus berkembang sehingga semakin banyak teman-teman disabilitas yang dapat menerima manfaatnya,” tambahnya.
Untuk mengatasi keterbatasan akses distribusi, Gammara Inklusi menerapkan sistem pengantaran langsung melalui kurir kepada para penerima manfaat.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang menitipkan hewan kurban maupun patungan kebaikannya melalui Gammara Inklusi. Kami meyakini bahwa isu disabilitas adalah isu semua orang. Pada dasarnya, ketika usia bertambah, setiap orang berpotensi mengalami keterbatasan. Karena itu, mari tumbuhkan kepekaan dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Fajrin juga menyoroti masih minimnya kesadaran sebagian panitia kurban di masjid terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
“Sepanjang pengalaman saya, masih sangat jarang panitia kurban yang mengantarkan langsung daging kurban kepada penerima yang rentan, termasuk penyandang disabilitas. Padahal aksesibilitas menjadi tantangan utama bagi mereka,” ujarnya.
Tahun ini, Gammara Inklusi mendata sekitar 100 penerima manfaat yang terdiri atas penyandang disabilitas, siswa SLB-A YAPTI, serta para pemerhati disabilitas di Makassar.
Melalui program tersebut, Gammara Inklusi berharap semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Reporter Firdaus Abdul Rahim






















