• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

fusilatnews by fusilatnews
May 30, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Di tengah semangat globalisasi yang mendorong setiap orang menguasai berbagai bahasa asing, ada satu pertanyaan penting yang jarang diajukan: mengapa kita begitu bersemangat mempelajari bahasa-bahasa dunia, sementara bahasa ibu kita sendiri perlahan ditinggalkan?

Sahabat sekaligus guru saya, Mr. Kenshi Suzuki, CEO LEX/Hippo Family Club Jepang—sebuah organisasi nirlaba yang mempraktikkan kehidupan multilingual—pernah mengatakan:

“Orang yang berkemampuan multibahasa, otaknya lebih cerdas.”

Pernyataan tersebut bukan sekadar pandangan pribadi. Berbagai penelitian di bidang neurolinguistik dan psikologi kognitif menunjukkan bahwa orang yang menguasai lebih dari satu bahasa memiliki kemampuan berpikir yang lebih fleksibel, daya ingat yang lebih baik, serta kemampuan memecahkan masalah yang lebih tinggi. Profesor Ellen Bialystok dari York University, Kanada, bahkan menemukan bahwa penggunaan banyak bahasa dapat membantu meningkatkan fungsi eksekutif otak dan memperlambat penurunan kognitif pada usia lanjut.

Karena itu, tidak ada yang salah dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk mempelajari bahasa asing. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika dorongan tersebut tidak dibarengi dengan upaya menjaga bahasa daerah yang menjadi akar identitas bangsa.

Belakangan muncul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong generasi muda Indonesia mempelajari bahasa Prancis dan bahasa Brasil (Portugis). Secara pragmatis, gagasan itu dapat dipahami sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan internasional dan memperkuat hubungan antarbangsa. Tetapi di saat yang sama, muncul ironi yang sulit diabaikan.

Di berbagai daerah di Indonesia, bahasa ibu justru sedang berada di ambang kepunahan.

Anak-anak Jawa yang tidak lagi bisa berbahasa Jawa. Anak-anak Sunda lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia. Generasi muda di berbagai daerah memahami bahasa leluhurnya, tetapi tidak mampu lagi menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Bahasa daerah semakin jarang terdengar di rumah. Orang tua merasa lebih modern ketika berbicara kepada anak-anaknya menggunakan bahasa Indonesia. Akibatnya, satu generasi tumbuh tanpa kedekatan emosional dengan bahasa yang selama ratusan tahun menjadi identitas keluarganya.

Padahal Indonesia memiliki sekitar 718 bahasa daerah yang telah teridentifikasi. Jumlah itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keragaman bahasa terbesar di dunia. Sayangnya, sebagian dari bahasa-bahasa tersebut kini masuk kategori rentan, terancam punah, bahkan kritis karena tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di sinilah kita perlu memahami bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi.

Bahasa adalah cara suatu bangsa berpikir.

Filsuf Austria, Ludwig Wittgenstein, pernah mengatakan:

“The limits of my language mean the limits of my world.”

“Batas bahasaku adalah batas duniaku.”

Setiap bahasa mengandung cara pandang yang unik terhadap kehidupan. Bahasa Sunda mengajarkan tata krama melalui tingkatan bahasanya. Bahasa Jawa mengenalkan konsep unggah-ungguh dan penghormatan kepada orang lain. Bahasa Bugis mengenal nilai siri’ yang berkaitan dengan harga diri dan kehormatan. Bahasa Minangkabau menyimpan falsafah adat yang kaya dan mendalam.

Ketika bahasa itu hilang, yang hilang bukan hanya kata-kata. Yang hilang adalah cara suatu masyarakat memahami dunia.

UNESCO bahkan mengingatkan bahwa bahasa ibu merupakan kendaraan utama pewarisan budaya dan pengetahuan antargenerasi. Dalam salah satu publikasinya, UNESCO menegaskan:

“Languages are the most powerful instruments of preserving and developing our tangible and intangible heritage.”

“Bahasa adalah instrumen paling kuat untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang berwujud maupun tidak berwujud.”

Karena itu, belajar bahasa daerah bukanlah langkah mundur. Sebaliknya, itulah fondasi bagi pembangunan manusia yang utuh.

Tidak ada pertentangan antara belajar bahasa Sunda dan bahasa Inggris. Tidak ada konflik antara menguasai bahasa Jawa dan bahasa Prancis. Tidak ada alasan seseorang tidak bisa fasih berbahasa Batak sekaligus menguasai bahasa Mandarin.

Justru kemampuan multilinguistik yang ideal dimulai dari penguasaan bahasa ibu.

Seorang anak yang memiliki fondasi kuat dalam bahasa pertamanya cenderung lebih mudah mempelajari bahasa kedua, ketiga, bahkan keempat. Karena itu, negara-negara maju tidak pernah meminta rakyatnya meninggalkan bahasa asli mereka demi bahasa asing.

Jepang maju dengan bahasa Jepang. Korea Selatan mendunia dengan bahasa Korea. Tiongkok bangkit dengan bahasa Mandarin. Prancis mempertahankan kebanggaannya terhadap bahasa Prancis. Bahkan Brasil yang disebut-sebut sebagai bahasa yang perlu dipelajari, tidak pernah meninggalkan bahasa Portugis sebagai identitas nasionalnya.

Lalu mengapa kita justru membiarkan bahasa daerah kita perlahan mati?

Belajar bahasa asing memang penting untuk membuka jendela dunia. Tetapi menjaga bahasa daerah jauh lebih penting untuk memastikan kita tidak kehilangan rumah tempat kita berasal.

Karena itu, sebelum berlomba-lomba mengajarkan bahasa dunia kepada anak-anak kita, ada baiknya kita memastikan mereka masih mampu berbicara dengan bahasa kakek dan neneknya.

Sebab bangsa yang kehilangan bahasa ibunya bukan hanya kehilangan alat komunikasi. Ia sedang kehilangan sebagian dari ingatan, jati diri, dan peradabannya sendiri.

Dan bangsa yang kehilangan jati dirinya akan selalu menjadi tamu di rumahnya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

Feature

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda
Feature

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026
Feature

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...