• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

fusilatnews by fusilatnews
May 30, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Seorang akuntan duduk bersimpuh di masjid menjelang syuruq.

Langit masih gelap. Matahari belum menampakkan dirinya. Suasana hening, tetapi pikirannya sedang berjalan jauh melampaui dinding masjid dan batas negara.

Di tangannya ada sebuah surat keputusan.

SK pengangkatan.

Promosi.

Penempatan di Singapura.

Bagi sebagian orang, itu adalah kabar gembira. Puncak karier. Pengakuan atas kemampuan dan kerja keras yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Tetapi di dalam dirinya, surat itu justru melahirkan pertanyaan.

Mengapa Allah membawanya ke sana?

Apa yang sedang dipersiapkan-Nya?

Apa pelajaran yang akan lahir dari perjalanan itu?

Ia terbiasa membaca ayat-ayat kauniyah dalam hidupnya. Peristiwa-peristiwa yang tampak biasa tetapi sebenarnya merupakan bahasa Allah yang tidak tertulis. Kadang jawabannya datang cepat. Kadang baru dipahami beberapa bulan kemudian.

Namun kali ini berbeda.

SK Direksi itu terasa seperti lembar soal ujian yang belum diketahui pertanyaannya.

Ia bersyukur.

Tetapi sekaligus beristighfar.

Karena pengalaman mengajarinya satu hal: tidak semua promosi adalah hadiah, sebagaimana tidak semua kesulitan adalah hukuman.

Kadang jabatan hanyalah ruang ujian yang lebih besar.

Kadang fasilitas hanyalah alat untuk mengukur seberapa kuat seseorang mempertahankan prinsipnya.

Dan kadang keberhasilan hanyalah pintu masuk menuju ujian yang lebih berat.

Pagi itu, dalam sujud dan doanya, ia melantunkan sebuah ayat yang sudah lama dikenalnya:

“Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraa.”

“Ya Tuhanku, masukkan aku dengan cara masuk yang benar, dan keluarkan aku dengan cara keluar yang benar, serta berikanlah kepadaku kekuasaan yang menolong.”(QS. Al-Isra: 80)

Saat itu ia belum memahami mengapa ayat tersebut terasa begitu dekat.

Jawabannya baru datang setahun kemudian.

Penempatan itu ternyata bukan sekadar perpindahan lokasi kerja.

Di sana ia berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih penting daripada target bisnis, laporan keuangan, atau pencapaian korporasi.

Ia berhadapan dengan hati nuraninya sendiri.

Di hadapannya terbentang pilihan yang sering hadir dalam berbagai bentuk di dunia profesional.

Mendukung kebatilan.

Membiarkan kebatilan.

Atau melawan kebatilan.

Pilihan yang terlihat sederhana dalam teori, tetapi sangat mahal dalam praktik.

Karena kebatilan tidak selalu datang dalam bentuk yang kasar dan terang-terangan.

Sering kali ia datang bersama fasilitas.

Datang bersama jabatan.

Datang bersama kenyamanan.

Datang bersama kesempatan untuk hidup lebih mudah.

Dan justru karena itulah ia menjadi berbahaya.

Dalam situasi seperti itu, seseorang mulai memahami bahwa ujian terbesar bukanlah kekurangan.

Ujian terbesar justru sering datang dalam bentuk kelimpahan.

Bukan ketika tidak memiliki apa-apa.

Tetapi ketika memiliki banyak hal yang bisa hilang.

Alih-alih menjadi bagian dari mekanisme yang membiarkan penyimpangan berlangsung, akuntan itu memilih jalan yang berbeda.

Ia menyusun proposal SOP risk management.

Sebuah sistem yang dirancang untuk menutup celah.

Mencegah penyimpangan.

Mengurangi peluang korupsi.

Mengubah proses agar lebih akuntabel.

Keputusan itu tidak populer.

Karena setiap celah yang ditutup akan mengganggu mereka yang selama ini menikmati celah tersebut.

Setiap sistem yang diperbaiki akan membuat sebagian orang kehilangan kenyamanan.

Dan setiap upaya menjaga integritas hampir selalu memiliki konsekuensi.

Ia memahami risikonya.

Tetapi ia juga memahami sesuatu yang lebih penting.

Bahwa manusia mungkin tidak selalu bisa memilih hasil, tetapi selalu bisa memilih sikap.

Ia memilih tetap berdiri di pihak yang menurut keyakinannya benar.

Dan sebagaimana sering terjadi dalam sejarah, kebenaran tidak selalu menghasilkan kemenangan yang cepat.

Ketika SOP itu mulai berlaku, masa jabatannya justru segera berakhir.

Ia tidak kehilangan integritas.

Tetapi kehilangan kursinya.

Ia tidak kehilangan hati nurani.

Tetapi kehilangan posisinya.

Bagi sebagian orang, itu mungkin tampak seperti kekalahan.

Namun benarkah demikian?

Di sinilah makna ayat Al-Isra ayat 80 menjadi sangat menarik.

Kebanyakan manusia berdoa agar dimasukkan ke dalam jabatan.

Dimasukkan ke dalam kekuasaan.

Dimasukkan ke dalam keberhasilan.

Dimasukkan ke dalam posisi yang tinggi.

Tetapi Al-Qur’an mengajarkan sesuatu yang berbeda.

Allah tidak hanya mengajarkan cara masuk.

Allah juga mengajarkan cara keluar.

Karena ternyata hidup tidak hanya diukur dari bagaimana seseorang mencapai sebuah posisi.

Tetapi juga dari bagaimana ia meninggalkan posisi tersebut.

Banyak orang masuk dengan terhormat tetapi keluar dengan kehinaan.

Banyak orang masuk dengan idealisme tetapi keluar dengan kompromi.

Banyak orang masuk dengan sumpah jabatan tetapi keluar dengan vonis pengadilan.

Banyak orang berhasil mencapai puncak, tetapi gagal menjaga dirinya ketika berada di atas.

Karena itu doa ini bukan sekadar doa kesuksesan.

Ini adalah doa integritas.

Doa agar proses masuknya benar.

Perjalanannya benar.

Dan keluarnya pun tetap benar.

Dalam tafsir para ulama, ayat ini awalnya berkaitan dengan hijrah Rasulullah ď·ş dari Makkah ke Madinah. Rasul berdoa agar keluar dari Makkah dengan cara yang diridhai Allah dan masuk ke Madinah dengan cara yang diridhai Allah.

Namun maknanya jauh melampaui peristiwa sejarah tersebut.

Ayat ini berlaku untuk setiap fase kehidupan manusia.

Masuk ke sekolah.

Masuk ke pekerjaan.

Masuk ke organisasi.

Masuk ke bisnis.

Masuk ke jabatan.

Masuk ke masa pensiun.

Bahkan pada akhirnya masuk ke alam kubur dan keluar kembali pada hari kebangkitan.

Semua membutuhkan satu hal yang sama:

Kejujuran terhadap kebenaran.

Mungkin itulah pelajaran terbesar yang akhirnya dipahami oleh sang akuntan.

Bahwa keberhasilan sejati bukanlah bertahan selama mungkin di sebuah kursi.

Keberhasilan sejati adalah tetap menjadi diri sendiri ketika kursi itu hilang.

Karena jabatan hanyalah titipan.

Fasilitas hanyalah pinjaman.

Kekuasaan hanyalah amanah.

Tetapi integritas adalah sesuatu yang akan ikut pulang bersama kita.

Ketika masa jabatan berakhir, yang tersisa bukanlah nama kantor, bukan pula ruang kerja, mobil dinas, atau fasilitas yang pernah melekat.

Yang tersisa adalah jawaban atas satu pertanyaan sederhana:

Apakah kita masuk dengan cara yang benar?

Dan apakah kita keluar dengan cara yang benar?

Kesimpulan

Al-Qur’an melalui QS. Al-Isra ayat 80 mengajarkan bahwa kehidupan bukan hanya tentang mencapai sesuatu, tetapi tentang menjaga kebenaran sepanjang perjalanan menuju dan meninggalkan sesuatu tersebut. Kemuliaan manusia tidak hanya ditentukan oleh posisi yang berhasil diraih, melainkan oleh integritas yang berhasil dipertahankan.

Masuk dengan benar adalah kehormatan.

Keluar dengan benar adalah kematangan.

Dan mampu menjaga keduanya adalah karunia yang tidak diberikan kepada semua orang.

Saran

Dalam setiap promosi, jabatan, usaha, maupun amanah baru, mungkin ada baiknya kita tidak hanya bertanya, “Apa yang akan saya dapatkan?”

Tetapi juga bertanya, “Jika suatu hari saya harus meninggalkannya, apakah saya dapat keluar dengan kepala tegak?”

Karena pada akhirnya sejarah tidak selalu mengingat siapa yang paling lama berkuasa.

Tetapi hampir selalu mengingat siapa yang tetap berdiri bersama kebenaran ketika kekuasaan harus ditinggalkan.

Referensi

  • Al-Qur’an Surat Al-Isra (17): 80.

  • Tafsir Ibnu Katsir, penafsiran QS. Al-Isra ayat 80.

  • Tafsir Ath-Thabari, penafsiran QS. Al-Isra ayat 80.

  • Al-Qur’an Surat Al-‘Ashr (103): 1–3.

  • M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Jilid 7.

  • Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir, pembahasan QS. Al-Isra ayat 80.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

Next Post

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?
Feature

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda
Feature

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026
Feature

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026
Next Post
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...