• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

fusilat by fusilat
May 30, 2026
in Feature, Politik
0
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Optic Macca

Tak perlu banyak basa-basi. Sebentar lagi akan muncul lagi objek perdebatan baru, disusul gelombang hoaks dan propaganda yang diproduksi dari pabrik isu yang tak pernah kehabisan bahan baku.

Di satu sisi, kurban adalah ibadah. Niat dasarnya mulia: mendekatkan diri kepada Allah sekaligus berbagi kepada sesama. Namun di sisi lain, ketika sapi kurban berasal dari uang negara—yang bersumber dari pajak dan keringat rakyat melalui APBN—muncul pertanyaan yang sulit dihindari:

Ini ibadah untuk Allah atau pencitraan dengan uang rakyat?

Di situlah letak paradoksnya.

Pertama

Jika tujuannya membantu masyarakat kurang mampu agar dapat menikmati daging kurban, tentu itu dapat dipahami. Negara memang memiliki kewajiban menghadirkan kesejahteraan dan membantu kelompok yang membutuhkan.

Kedua

Namun ketika sapi kurban disertai spanduk besar, baliho, foto pejabat, dan publikasi yang berlebihan, persoalannya berubah. Ibadah yang seharusnya mengajarkan keikhlasan berpotensi bergeser menjadi instrumen pencitraan politik.

Di titik ini, sebagian ulama pun kerap dipertanyakan posisinya. Apakah mereka tetap menjadi penjaga nurani umat, atau justru berubah menjadi perpanjangan tangan kekuasaan?

Lalai atau Salah?

Jawabannya tentu bergantung pada sudut pandang dan pijakan argumentasi masing-masing.

Lalai, apabila seorang ulama mengetahui sumber dan motif yang dipersoalkan masyarakat, tetapi memilih diam demi kenyamanan atau kedekatan dengan penguasa. Dalam tradisi keilmuan Islam, diam terhadap kemungkaran sering diibaratkan sebagai sikap “setan bisu”.

Salah, apabila seorang ulama secara aktif terlibat dalam panggung politik yang memanfaatkan simbol-simbol agama demi kepentingan kekuasaan. Ketika agama menjadi akses menuju fasilitas dan pengaruh, batas antara dakwah dan transaksi kepentingan menjadi kabur.

Dari sinilah lahir berbagai julukan sinis yang beredar di tengah masyarakat.

Ulama dan Godaan Kekuasaan

Sudah sejak lama ulama “menjual” nasihat dalam arti menyebarkan ilmu dan petunjuk. Namun kritik masyarakat muncul ketika yang tampak bukan lagi penjualan ilmu, melainkan penjualan nama, pengaruh, panggung, bahkan legitimasi.

Meski demikian, tidak adil jika semua ulama dipukul rata.

Masih banyak ulama yang memilih menjaga jarak dari fasilitas yang dianggap syubhat. Mereka lebih nyaman menerima sapi hasil gotong royong warga, meskipun ukurannya tidak besar dan tidak disertai spanduk ataupun seremoni.

Bagi mereka, keberkahan lebih penting daripada kemegahan.

Pertanyaan yang Tersisa

Lalu bagaimana sebenarnya hukum menerima sapi kurban yang dananya berasal dari APBN?

Apakah otomatis salah?

Ataukah masih harus dilihat dari niat, mekanisme penganggaran, transparansi penggunaan dana, serta cara penyalurannya kepada masyarakat?

Perdebatan ini tentu tidak bisa diselesaikan hanya dengan teriakan di media sosial atau unggahan yang dibuat untuk menjadi viral. Dibutuhkan kajian yang jernih, argumentasi yang utuh, dan keberanian untuk bersikap objektif.

Karena pada akhirnya yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar seekor sapi, melainkan kepercayaan publik terhadap agama, ulama, dan penyelenggara negara.

Satu hal yang tampak semakin jelas: ketika kepemimpinan kehilangan arah, keteladanan melemah, dan batas antara ibadah, kekuasaan, serta pencitraan menjadi kabur, maka yang muncul adalah kebingungan publik yang berkepanjangan.

Dan bangsa yang kehilangan kompas moralnya akan mudah terombang-ambing oleh kepentingan, isu, dan propaganda yang datang silih berganti.


Catatan: Secara fikih, penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban tidak otomatis haram atau batal. Penilaiannya bergantung pada dasar hukum anggaran, tujuan penggunaan, transparansi, serta ada atau tidaknya unsur penyalahgunaan wewenang dan pencitraan politik. Karena itu, kritik yang paling kuat biasanya bukan pada sah atau tidaknya kurban, melainkan pada etika penggunaan uang publik dan potensi politisasinya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

fusilat

fusilat

Related Posts

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?
Feature

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026
Feature

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda
Feature

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist