• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Gini Rasio Mengintai: Ketimpangan yang Diam-Diam Menggerogoti Bangsa

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 11, 2026
in Economy, Feature
0
Gini Rasio Mengintai: Ketimpangan yang Diam-Diam Menggerogoti Bangsa
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Gini Rasio adalah ukuran statistik yang digunakan untuk membaca tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau pengeluaran penduduk suatu negara. Nilainya berada pada rentang 0 hingga 1. Angka 0 mencerminkan kesetaraan sempurna—semua orang memiliki pendapatan yang sama—sementara angka 1 menunjukkan ketimpangan sempurna, di mana seluruh pendapatan dikuasai oleh satu pihak. Semakin tinggi Gini Rasio, semakin parah ketimpangan ekonomi yang terjadi.

Per Maret 2025, Gini Rasio Indonesia tercatat sebesar 0,375. Angka ini terlihat relatif stagnan dalam lima tahun terakhir. Namun, sejumlah pakar mengingatkan bahwa kondisi ketimpangan ekonomi sesungguhnya bisa jauh lebih serius dibandingkan gambaran data resmi. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur ketimpangan berbasis pengeluaran, bukan pendapatan, sehingga akumulasi kekayaan kelompok atas kerap luput dari penghitungan.

Tingginya Gini Rasio di Indonesia tidak lahir tanpa sebab. Ketimpangan pendapatan antara kelompok kaya dan miskin terus melebar. Akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan masih timpang. Lapangan kerja dan kesempatan ekonomi belum merata. Distribusi aset dan sumber daya dikuasai oleh segelintir pihak, sementara kesenjangan pembangunan antarwilayah tetap menjadi masalah kronis.

Secara historis, pada era Orde Baru (1966–1998), Gini Rasio Indonesia relatif lebih rendah, berada pada kisaran 0,30–0,35. Pertumbuhan ekonomi kala itu ditopang oleh kebijakan pembangunan yang relatif berorientasi pada pemerataan. Memasuki era Reformasi (1998–sekarang), Gini Rasio cenderung meningkat ke kisaran 0,35–0,40, seiring melemahnya kontrol negara terhadap distribusi ekonomi dan makin lebarnya jurang pendapatan.

Idealnya, sebuah negara berkembang seperti Indonesia memiliki Gini Rasio di kisaran 0,20–0,30, yang mencerminkan kesetaraan pendapatan yang lebih sehat. Namun, pemerintah justru menetapkan target Gini Rasio 0,36 pada tahun 2025—sebuah angka yang patut dipertanyakan ambisi keadilannya.

Gini Rasio memiliki keterkaitan erat dengan kemiskinan. Ketimpangan yang tinggi hampir selalu berjalan seiring dengan tingginya angka kemiskinan, karena kelompok masyarakat berpenghasilan rendah terjebak dalam keterbatasan akses terhadap sumber daya dan kesempatan ekonomi.

Pemerintah memang telah mengambil sejumlah langkah untuk menekan Gini Rasio. Pembangunan infrastruktur strategis—seperti pelabuhan, bandara, dan jalan—ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kesenjangan antarwilayah. Program bantuan sosial seperti Rastra, jaminan kesehatan, dan Program Keluarga Harapan digulirkan untuk menopang kelompok miskin. Di sektor sumber daya manusia, akses pendidikan dan pelatihan vokasi diperluas. Reforma agraria juga diupayakan untuk memperkuat kepemilikan aset rakyat kecil. Selain itu, pengembangan industri manufaktur, pariwisata, dan perikanan diarahkan untuk membuka lapangan kerja baru.

Langkah-langkah tersebut tentu penting. Namun, bila pengendalian ketimpangan ini dilakukan setengah hati, Gini Rasio yang tak terkendali bisa menjelma menjadi masalah yang mencemaskan. Ketimpangan ekonomi yang tinggi adalah bom waktu bagi pembangunan nasional—memicu instabilitas sosial, menghambat pertumbuhan ekonomi, memperluas kemiskinan, bahkan mengancam keutuhan sosial dan politik.

Pengalaman negara lain memberi pelajaran berharga. Afrika Selatan, dengan Gini Rasio sekitar 0,63, menghadapi kemiskinan akut dan ketimpangan rasial yang berkepanjangan. Brasil, dengan Gini Rasio 0,54, kerap dilanda gejolak sosial akibat jurang pendapatan yang lebar. Sebaliknya, Norwegia mampu menjaga Gini Rasio di kisaran 0,26, berkat sistem kesejahteraan sosial yang kuat. Singapura, meski bertumpu pada pertumbuhan ekonomi cepat, menjaga Gini Rasio sekitar 0,38 dengan tata kelola yang relatif efektif.

Indonesia, sebagai bangsa yang bercita-cita membangun keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil pembangunan, seharusnya mampu menjaga Gini Rasio pada tingkat yang aman bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Karena itu, para pengambil kebijakan wajib diingatkan agar tidak terjebak pada obsesi mengejar angka pertumbuhan semata, seraya mengabaikan keadilan distribusi hasil pembangunan.

Tanpa pemerataan, pertumbuhan hanyalah angka. Dan Gini Rasio yang dibiarkan membengkak adalah peringatan keras bahwa pembangunan bisa kehilangan arah.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Operasional Mesin Olah Runtah di Jawa Barat Dihentikan Usai Dikritik Menteri Lingkungan Hidup

Next Post

Mengaku Sulit Akses Pergudangan, Pengamat: Walikota Kok Tidak Berdaya!

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Mengaku Sulit Akses Pergudangan, Pengamat: Walikota Kok Tidak Berdaya!

Mengaku Sulit Akses Pergudangan, Pengamat: Walikota Kok Tidak Berdaya!

Klien Cerdas, Pengacara Cerdas, atau Strategi Provokasi? Ketika Narasi Liar Digiring ke Polda Metro Jaya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...