• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Harga Beras Melonjak Sampai 40 persen Bukti Program Ketahanan Pangan Nasional Gagal

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
September 11, 2023
in Feature
0
Quo Vadis Demonstrasi Mahasiswa dan Buruh ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Sadarudin El Bakrie | Journalist | Pengamat  Ekonomi Politik | Alumni Universitas Negeri Jember

Melonjaknya harga beras tak luput dari krisis pangan global akibat perang di Ukraina dan cuaca panas ekstrim yang melanda beberapa belahan dunia.

Badan Pangan Nasional menginformasikan bahwa kenaikan harga beras jenis premium hingga kisaran diatas Rp15.000 per kg  menjadi beras paling mahal. Sedangkan harga beras kualitas bawah yang menjadi beras paling murah saja sudah mencapai diatas Rp 13.000 per kg.

Harga tersebut berada jauh diatas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Padahal menurut informasi beberapa daerah memasuki musim panen diantaranya sumatera utara, Indramayu dan juga beberapa kota lainnya yaitu batang, kebumen dan jember. Bahkan panen raya musim gadu sukses di Purwakarta menghasilkan 52.336 ton gabah

Melonjaknya harga beras tak luput dari krisis pangan global akibat perang di Ukraina dan cuaca panas ekstrim yang melanda beberapa belahan dunia.

Menurut Organiisasi Kerjasama Ekonomi Dan Pembangunan (OECD) Blokade parsial yang dilakukan Rusia terhadap ekspor biji-bijian Ukraina serta terjadinya cuaca ekstrem memicu kekhawatiran mengenai krisis pasokan pangan global,

Prospek ekspor biji-bijian global mengalami gangguan setelah eksportir utama Ukraina menghadapi ancaman militer Rusia dalam pengirimannya di Laut Hitam.

Situasi ini diperburuk oleh panas ekstrem yang menghancurkan produk-produk eksportir terbesar dunia terutama di Asia dan Australia

Badai yang mengakibatkan berkurangnya pasokan biji-bijian dan gelombang panas ini telah mengobarkan kekhawatiran bahwa ketahanan pangan global bisa berada dalam kesulitan.

Rusia memblokade pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam, dan kapal-kapal yang membawa gandum dari Ukraina terus-menerus mendapat ancaman serangan.Angkatan Laut Rusia

Turki dan PBB saat ini sedang berdiskusi dengan Rusia untuk menghidupkan perjanjian yang berakhir Juli 2023 lalu, perjanjian yang akan memungkinkan kapal-kapal gandum Ukraina melewatinya tanpa hambatan.

Tetapi Presiden Vladimir Putin tidak bereaksi terhadap permintaan PBB dam Turki, setelah melakukan pembicaraan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada hari Senin pekan lalu,  Rusia mendesak Eropa Barat memfasilitasi ekspor pertanian Rusia lebih dulu

Rusia dan Ukraina adalah dua produsen pertanian utama dunia dan pemasok utama biji-bijian seperti gandum, jagung, dan minyak sayur seperti lobak dan biji bunga matahari, yang banyak di antaranya diandalkan oleh negara-negara berkembang.

Menurut PBB, ketika Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam diberlakukan, negara-negara berpendapatan rendah dan menengah secara kolektif menerima 57% biji-bijian yang keluar dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam

Program Pangan Dunia, yang memberikan bantuan pangan di seluruh dunia, mendapat setengah dari pasokan gandumnya dari ekspor Ukraina tahun lalu dan lebih dari tiga perempatnya tahun ini. 

Bukan hanya perang yang mengancam ketahanan pangan global, juaga cuaca. Pasokan beras dan gandum kini menghadapi kekurangan yang mengkhawatirkan akibat cuaca panas ekstrim

Produksi biji-bijian terutama padi dari China sangat menderita akibat panas ekstrem, terutama akibat semakin intensifnya El Niño. Fenomena iklim yang memicu perubahan suhu dan curah hujan telah berdampak pada produksi biji-bijian di seluruh Asia. dan Ausrtalia

Perkiraan curah hujan yang lebih rendah pada bulan September semakin mengancam gangguan pasokan.

“Kami masih menunggu angka resmi [produksi sereal di China, red.] keluar, tapi ini adalah hal yang dapat berdampak pada pasar,” kata Direktur Perdagangan dan Pertanian, OECD Marion Jansen.

Sementara itu untuk mengendalikan harga tinggi di dalam negeri, India, yang menyumbang 40% dari kebutuhan pasar beras global, mengumumkan larangan ekspor beras putih non-basmati dan beras pecah, Dan ini berakibat pengurangan 40 persen pasokan beras di pasar global

Menurut Direktur Perdagangan dan Pertanian, OECD Marion Jansen kurangnya curah hujan juga berdampak buruk pada produksi gandum Australia.

“Produksi gandum akan menjadi tiga juta (metrik) ton lebih rendah dari perkiraan awal kami sebesar 33 juta ton,” Ole Houe, direktur layanan konsultasi di pialang pertanian IKON Commodities, mengatakan kepada Reuters.

“Jika kekeringan terus berlanjut pada bulan September, kami memperkirakan hasil panen akan lebih rendah lagi.”

Dengan terhentinya ekspor biji-bijian di Ukraina dan cuaca panas yang merusak produksi pertanian di Asia, dan Australia pertanyaanya seberapa besar kekurangan pasokan pamgan di pasar global?

Pada bulan Juli, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperkirakan rekor produksi tertinggi: 2.819 juta ton pada tahun 2023, 1,1% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Jadi sangat jelas penyebab utama melonjaknya harga beras di Indonesia karena terlalu lemahnya ketahanan pangan kita akibat kegagalan program swasembada pangan terutama beras. Sehingga kita harus mengimpor beras. 

Dan Pemerintah tak mampu melakukan impor beras karena tingginya harga beras di pasar global.

Presiden Jokowi hanya bisa menjanjikannya swasembada beras tapi selama 9 tahun berkuasa janji tinggal janji karena lebih memprioritaskan pembangunan infrasruktur dan proyek ekonomi lainnya.

Ketika beras tidak mencukupi akibat cuaca pabas dan tak menentu mengakibatkan pasokan beras di pasar domestik berkurang dan pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar maka pilihannya adalah impor beras

Rupanya pemerintah sedang menunggu harga beras di pasar global  turun, akibatnya harga beras pada tingkat konsumen di pasar domestik melonjak melebihi 40 persen jauh melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Korban Gempa Maroko Menanti  Bantuan.  Jumlah Korban Gempa Lebih 2.100 orang

Next Post

Sekjen Hasto: PDIP Partai Berhaluan Kiri Progressif

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Next Post
Sekjen Hasto: PDIP Partai Berhaluan Kiri Progressif

Sekjen Hasto: PDIP Partai Berhaluan Kiri Progressif

Terkait Pemeriksaan Cak Imin Hasil Survei Voxpol Klaim 53,4 Persen Publik Percaya Hukum untuk Jegal Lawan Politik

Cerita Cak Imin Saat di Tebu Ireng Jombang, Bagaimana Dirinya Sampai Dipasangkan Dengan Anies Baswedan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Simalakama Teddy Wijaya

by Karyudi Sutajah Putra
May 3, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta – Bukan Amien Rais namanya jika memilih diam....

Read more
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Simalakama Teddy Wijaya

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Simalakama Teddy Wijaya

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist