• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Hasto Tuding Jokowi “Pelemahan UU KPK”

Ali Syarief by Ali Syarief
February 27, 2025
in Crime, Feature, Law
0
Tamparan Untuk Jokowi: Disertasi Hasto Mengguncang Politik di Ujung Lengsernya Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Penahanan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membuka babak baru dalam dinamika politik Indonesia. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dan perintangan penyidikan terkait Harun Masiku, Hasto melontarkan tudingan serius terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Hasto menyebut bahwa dalang di balik revisi Undang-Undang KPK pada 2019 bukanlah PDI-P atau Megawati Soekarnoputri, melainkan Jokowi sendiri. Pernyataan ini tentu saja memicu reaksi luas dan memperkeruh relasi antara Jokowi dan PDI-P, yang selama ini dikenal sebagai sekutu politik.

Revisi UU KPK: Melemahkan atau Menguatkan?

Revisi Undang-Undang KPK yang disahkan pada 2019 memang menjadi polemik besar. Banyak pihak menilai perubahan ini melemahkan lembaga antirasuah tersebut dengan berbagai ketentuan yang dianggap menghambat independensi dan efektivitas KPK dalam memberantas korupsi. Salah satu poin utama yang dikritik adalah keberadaan Dewan Pengawas yang memiliki wewenang untuk menyetujui penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan, yang dinilai memperlambat kerja KPK.

Di sisi lain, pemerintah saat itu berargumen bahwa revisi dilakukan untuk memperkuat KPK agar lebih akuntabel dan profesional. Jokowi sendiri sempat menyatakan bahwa revisi ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola pemberantasan korupsi agar lebih efektif dan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia.

Tudingan Hasto: Kepentingan Politik di Balik Revisi UU KPK?

Dalam video yang beredar, Hasto menuduh bahwa Jokowi selalu mengklaim prestasi positif untuk dirinya sendiri, sementara dampak negatif dilemparkan ke PDI-P. Ia menegaskan bahwa PDI-P tetap berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi dan tidak terlibat dalam revisi UU KPK. Lebih jauh, Hasto mengungkapkan bahwa tujuan utama revisi tersebut adalah untuk melindungi kepentingan politik Jokowi, khususnya terkait pencalonan putra dan menantunya, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, sebagai wali kota.

Hasto bahkan menyebut adanya kebutuhan dana sebesar 3 juta dolar Amerika untuk meloloskan revisi UU KPK, yang diduga disampaikan oleh seorang menteri kepercayaan Jokowi. Tudingan ini tentu sangat serius karena mengindikasikan adanya politik transaksional dalam perubahan regulasi yang berdampak pada pemberantasan korupsi di Indonesia.

Respons Jokowi: Bantahan dan Logika Politik

Menanggapi tudingan tersebut, Jokowi dengan tegas membantah dan menyatakan bahwa pernyataan Hasto tidak berdasar. Ia menekankan pentingnya menggunakan logika dalam menilai situasi ini dan menolak anggapan bahwa revisi UU KPK dilakukan demi kepentingan keluarganya. Jokowi juga mengingatkan bahwa pengesahan undang-undang merupakan ranah legislatif, bukan eksekutif semata, sehingga menuduhnya sebagai dalang utama revisi ini dianggap tidak masuk akal.

Namun, bantahan ini tidak serta-merta menghentikan spekulasi publik. Relasi antara Jokowi dan PDI-P belakangan memang menunjukkan tanda-tanda ketegangan, terutama setelah dinamika politik pasca-Pemilu 2024 yang memperlihatkan arah politik Jokowi yang lebih condong ke koalisi lain di luar PDI-P.

Implikasi Politik: Retaknya Hubungan Jokowi dan PDI-P?

Tudingan Hasto terhadap Jokowi bisa menjadi indikasi retaknya hubungan antara PDI-P dan Jokowi. Sejak awal, hubungan mereka memang bersifat pragmatis, dengan PDI-P sebagai partai pengusung Jokowi dalam dua kali pemilihan presiden. Namun, seiring berjalannya waktu, perbedaan kepentingan politik semakin terlihat.

PDI-P, di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, tampaknya mulai mengambil jarak dari Jokowi. Sementara itu, Jokowi dengan manuver politiknya belakangan ini tampak semakin independen, bahkan diduga memiliki agenda politik sendiri untuk mempertahankan pengaruhnya setelah masa jabatannya berakhir. Isu revisi UU KPK dan tudingan Hasto bisa menjadi katalis yang mempercepat perpecahan antara kedua kubu ini.

Kesimpulan

Pernyataan Hasto Kristiyanto yang menuduh Jokowi sebagai dalang di balik revisi UU KPK telah menambah panas dinamika politik Indonesia. Sementara Jokowi membantah dengan logika, tudingan Hasto membuka wacana baru mengenai motif politik di balik perubahan regulasi yang kontroversial ini. Dengan retaknya hubungan Jokowi dan PDI-P, politik Indonesia ke depan akan semakin menarik untuk dicermati. Apakah ini awal dari pertarungan politik baru? Ataukah hanya bagian dari strategi PDI-P untuk kembali merebut kendali politik setelah dominasi Jokowi? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Politik Harus Diasuh oleh Better Argument: Menakar Kekuatan Dalil dalam Demokrasi

Next Post

Pertamax Oplosan Buat Kepercayaan kepada Pertamina di Titik Nadir, Publik Bisa Menggugat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Pertamax Oplosan Buat Kepercayaan kepada Pertamina di Titik Nadir, Publik Bisa Menggugat

Pertamax Oplosan Buat Kepercayaan kepada Pertamina di Titik Nadir, Publik Bisa Menggugat

Kejagung Munculkan Dua Tersangka Baru, Berperan Perintahkan Pengoplosan Pertalite Jadi Pertamax

Kejagung Munculkan Dua Tersangka Baru, Berperan Perintahkan Pengoplosan Pertalite Jadi Pertamax

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist