• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Humor Prabowo dan Ironi Besar PSI: Dari Menuding Pendusta Hingga Berebut Tepuk Tangan

fusilat by fusilat
December 6, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Humor Prabowo dan Ironi Besar PSI: Dari Menuding Pendusta Hingga Berebut Tepuk Tangan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di Istora Senayan, pada perayaan HUT ke-61 Partai Golkar, Prabowo Subianto berdiri di tengah sorotan lampu, memanggil satu per satu tokoh politik. Namun pada momen ketika nama Kaesang Pangarep disebut, panggung itu berubah menjadi panggung komedi yang tak lagi sekadar mengundang tawa—tetapi mengundang ironi politik yang dalam.

Kaesang berdiri, para kader Golkar bersorak lebih meriah daripada ketika nama Wapres Gibran dipanggil. Prabowo, dengan gaya santai dan kepercayaan diri khasnya, menimpali, “Kok lebih ramai dari abangnya ini?” Disambut tawa. Suasana cair. Semua tampak natural.

Namun di balik kelakar sederhana itu, tersimpan drama besar yang pernah mewarnai hubungan Prabowo dan partai yang kini dipimpin Kaesang: Partai Solidaritas Indonesia (PSI).


PSI: Dari Penghujung Bibir yang Meludahi hingga Duduk di Pangkuan Kekuasaan

Tak banyak yang melupakan bagaimana pada Pemilu 2019, PSI secara terbuka memberikan penghargaan sinis kepada Prabowo:
“Award Pemimpin Pendusta.”

Itu bukan sekadar kritik, tapi deklarasi perang simbolik. PSI menegaskan dirinya sebagai partai moral, penegak kebenaran, dan pelawan populisme Prabowo.

Tapi panggung politik memang tidak pernah punya ingatan panjang.
Dan kekuasaan selalu punya cara memaksa orang untuk duduk berdekatan.

Lima tahun berlalu.
Orang yang dulu menjadi sasaran serangan PSI kini adalah Presiden.
Sementara Kaesang—ketua umum PSI yang baru—berdiri dengan senyum, disoraki dengan antusias oleh kader Golkar yang sama-sama berada di orbit kekuasaan Prabowo.

Jika 2019 adalah babak penuduhan, maka 2025 adalah babak pencairan—atau mungkin pengaburan.


Humor Prabowo: Alat Merangkul yang Pernah Melukainya

Apa yang dilakukan Prabowo di panggung malam itu sebenarnya lebih besar daripada sekadar melucu.
Ia sedang menunjukkan magnanimity—kebesaran hati yang sangat strategis.

Dengan bercanda soal Kaesang yang lebih disoraki daripada Gibran, Prabowo sedang memainkan peran sebagai pemimpin yang tidak menyimpan dendam. Tapi kelakar itu bukan tanda lupa; itu adalah cara mengelola memori, menertawakan luka agar luka itu tak lagi bisa melukai.

Ia tahu Kaesang adalah pimpinan partai yang dulu menyerangnya.
Ia tahu sejarah PSI tidak akan hilang dari arsip digital, tidak dari kepala publik.
Tapi ia memilih tawa. Bukan amarah.

Dan itu membuat posisi Prabowo jauh lebih tinggi dibanding mereka yang dulu melempari.

Humor menjadi panggilan damai, namun juga penanda dominasi:

“Aku tidak sakit hati. Aku tidak kecil. Kalian yang dulu menudingku pendusta kini hadir di panggungku, dan aku menyambutmu dengan senyum.”

Kalimat itu tak pernah terucap, tapi terasa.


Kaesang di Persimpangan: Mewarisi Bendera yang Pernah Diarahkan kepada Prabowo

Di satu sisi, Kaesang seperti mencoba memotong garis sejarah:
PSI era Kaesang bukan PSI era Grace Natalie.
PSI Kaesang tidak ingin hidup dalam bayang-bayang tuduhan lama.

Tapi sejarah bukan karpet yang bisa diangkat lalu dibuang.
Ketika Kaesang berdiri di hadapan Prabowo, disoraki begitu heboh, justru tampak jelas bahwa PSI hari ini berlari ke arah yang berlawanan dari retorika yang dulu dibangunnya.

Dan Prabowo memanfaatkan ini dengan sangat halus. Tanpa caci, tanpa sinis, tanpa membalas.
Cukup dengan satu gurauan ringan, ia menggeser relasi:
dari lawan → menjadi junior politik,
dari kritikus → menjadi pengikut orbit kekuasaan.


Tawa yang Dipimpin oleh Prabowo

Ada ironi besar yang mengambang di udara Istora Senayan malam itu:

  • dulu PSI mengajak publik menertawakan Prabowo sebagai “pendusta”,
  • kini Prabowo-lah yang memimpin tawa di panggung politik tempat Kaesang berdiri.

Perbedaannya tipis namun menentukan:
dulu tawa itu melemahkan Prabowo, kini tawa itu memperkuatnya.

Prabowo telah membalik skenario.
Ia berdiri bukan sebagai korban serangan masa lalu, tapi sebagai pemimpin yang merangkul musuh-musuh lamanya dengan lapang dada—dan sedikit humor yang tepat sasaran.

Di hadapan ribuan kader Golkar, di tengah sorakan untuk Kaesang, Prabowo seperti ingin berkata:

“Pada akhirnya, semua akan pulang ke pusat gravitasi kekuasaan. Dan hari ini, itu ada di tangan saya.”


Penutup: Ketika Humor Menjadi Bahasa Kekuasaan

Adegan sederhana di Istora Senayan itu menegaskan satu realitas pahit namun elegan tentang politik Indonesia:

  • bahwa kritik adalah sementara,
  • bahwa moralitas bisa berubah arah,
  • bahwa ingatan publik selektif,
  • dan bahwa kuasa selalu menemukan cara untuk memulihkan kejayaannya—dengan tawa atau tanpa tawa.

Prabowo telah menunjukkan bahwa dalam politik, yang tertawa belakangan bukan selalu yang menang,
tetapi yang memimpin tawa lah yang memegang kendali.

Dan malam itu, PSI, lewat Kaesang, tidak lagi menjadi partai yang menuding.
Mereka hanya menjadi bagian dari audiens yang ikut tertawa—dipimpin oleh orang yang dulu mereka sebut pendusta.

Sebuah ironi yang terlalu indah untuk tidak dicatat dalam sejarah politik Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SUKSES PENYERAPAN GABAH = SUKSES PENYIMPANAN BERAS?

Next Post

Anti-Perundungan, SMA Muhammadiyah 25 Pamulang Perkuat Kapasitas Guru

fusilat

fusilat

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan
News

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Next Post
Anti-Perundungan, SMA Muhammadiyah 25 Pamulang Perkuat Kapasitas Guru

Anti-Perundungan, SMA Muhammadiyah 25 Pamulang Perkuat Kapasitas Guru

Cak Imin : Bahlil – Juli, Mundurlah

Cak Imin : Bahlil - Juli, Mundurlah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist