• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Iftar Diplomacy: Ketika Jepang Menyapa Dunia Muslim di Bulan Ramadan

Ali Syarief by Ali Syarief
March 6, 2026
in Feature, Japanese Supesharu
0
Iftar Diplomacy: Ketika Jepang Menyapa Dunia Muslim di Bulan Ramadan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah dunia yang semakin dipenuhi ketegangan geopolitik, diplomasi sering kali menemukan jalannya melalui cara-cara yang sederhana namun sarat makna. Salah satunya adalah melalui meja makan. Di Jepang, tradisi ini kembali hidup ketika Perdana Menteri Sanae Takaichi dijadwalkan menggelar jamuan iftar tahunan pada 12 Maret di kantor resminya di Tokyo, dengan mengundang para duta besar dari negara-negara Islam yang sedang menjalankan ibadah Ramadan.

Iftar—santapan yang menandai berakhirnya puasa harian—bagi umat Muslim bukan sekadar momen makan bersama. Ia adalah simbol kebersamaan, solidaritas, dan refleksi spiritual. Ketika tradisi ini diadopsi dalam praktik diplomasi, ia berubah menjadi ruang dialog yang hangat dan manusiawi di tengah hubungan antarnegara yang sering kali kaku dan formal.

Bagi Jepang, jamuan iftar tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar gestur budaya. Pertemuan ini menjadi platform diplomatik penting untuk bertukar pandangan mengenai situasi keamanan global, khususnya meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran setelah perkembangan militer terbaru di kawasan Timur Tengah.

Salah satu isu yang diperkirakan akan menjadi fokus diskusi adalah stabilitas di sekitar Strait of Hormuz—jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Selat sempit ini menjadi arteri utama perdagangan minyak global, tempat sebagian besar pasokan energi dari Timur Tengah mengalir menuju pasar internasional, termasuk ke Jepang. Gangguan di wilayah tersebut bukan hanya ancaman regional, melainkan juga risiko serius bagi stabilitas ekonomi global.

Ketergantungan Jepang terhadap minyak Timur Tengah menjadikan keamanan jalur ini sebagai kepentingan strategis yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, Tokyo memiliki kepentingan langsung dalam memastikan bahwa kapal-kapal komersial dapat melintas dengan aman tanpa ancaman konflik militer atau eskalasi geopolitik.

Namun agenda yang dibawa Jepang dalam pertemuan ini tidak berhenti pada isu energi. Perdana Menteri Takaichi juga diperkirakan akan mendorong kerja sama internasional yang lebih luas untuk menjamin keselamatan warga negara Jepang yang tinggal dan bekerja di berbagai negara Timur Tengah, sebuah kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir kerap diliputi ketidakpastian politik dan keamanan.

Jamuan iftar tersebut sekaligus mencerminkan pendekatan diplomasi Jepang yang cenderung halus—menggunakan jembatan budaya dan agama sebagai medium untuk mempererat hubungan internasional. Tahun lalu, pertemuan serupa menghadirkan perwakilan dari 45 negara dan wilayah ekonomi, menunjukkan komitmen Tokyo untuk memperdalam hubungan dengan dunia Muslim.

Di balik hidangan sederhana yang mengakhiri puasa itu, tersimpan pesan yang lebih luas: bahwa dialog lintas peradaban tetap mungkin dilakukan bahkan di tengah dunia yang terbelah oleh konflik dan kepentingan geopolitik.

Dengan mengundang para diplomat Muslim berbuka puasa bersama di Tokyo, Jepang tidak hanya menghormati tradisi Ramadan, tetapi juga mengirimkan sinyal diplomatik yang halus—bahwa hubungan internasional tidak selalu harus dibangun melalui negosiasi keras di ruang konferensi. Kadang-kadang, ia justru dimulai dari meja makan, ketika manusia bertemu sebagai sesama manusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PEMKOT SAN FRANCISCO MELAKUKAN TUNTUTAN HUKUM KEPADA 10 PRODUSEN RAKSASA SOFT DRINK & SNACK

Next Post

AS Akui Kewalahan Hadapi Serangan Drone Iran, Tidak Semua Bisa Dicegat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
AS Akui Kewalahan Hadapi Serangan Drone Iran, Tidak Semua Bisa Dicegat

AS Akui Kewalahan Hadapi Serangan Drone Iran, Tidak Semua Bisa Dicegat

Rantai Minyak AS: Venezuela Direbut, Iran Dibom, China Dicekik

Rantai Minyak AS: Venezuela Direbut, Iran Dibom, China Dicekik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist