• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ijazah Jokowi, Anwar Usman, dan Ambiguitas Hukum: Perspektif Damai Hari Lubis

fusilat by fusilat
August 25, 2025
in Feature, Law
0
Hasto Testimonium De Aiditu  “Anies Dikriminalisasi, Beranikah Melawan Kedzaliman?”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pengamat KUHP tidak hanya membaca teks hukum, melainkan juga menelaah gejala dan fenomena politik yang menyertainya. Analisis hukum yang hidup tidak pernah steril dari kekuasaan. Itulah sebabnya, penilaian subjektif kerap menjadi bagian dari sebuah objektivitas, sejauh ia bersandar pada data empirik dan fakta di lapangan.

Dalam perspektif ini, saya memandang ada kontras yang menyolok antara dua kasus yang sama-sama menjadi perhatian publik: laporan TPUA terhadap Anwar Usman dan laporan Presiden Jokowi terkait tuduhan ijazah palsu. Keduanya memperlihatkan wajah hukum yang berbeda: satu dibiarkan berjalan di tempat, yang lain melesat cepat bak peluru kendali.

Kontras Proses Hukum

  • Kasus Anwar Usman: TPUA melaporkan Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif itu pada 2 November 2023. Namun, hampir dua tahun berlalu, proses hukumnya seakan tak bergeming. Diam, stagnan, seperti tak tersentuh oleh keadilan.
  • Kasus Ijazah Jokowi: Laporan baru masuk pada 30 April 2025, namun dalam sekejap 12 orang sudah ditetapkan sebagai terlapor. Proses hukum melesat tanpa jeda, mengalahkan banyak kasus besar lain yang tersendat di ruang gelap penyidikan.

Perbedaan mencolok ini bukan sekadar teknis hukum, melainkan indikasi adanya prioritas kekuasaan. Petrus Selestinus, dari Advokat Nusantara, menilai ada kejanggalan serius: laporan ijazah palsu Jokowi justru diproses tanpa bukti utama—ijazah itu sendiri—yang semestinya diserahkan kepada penyidik.

Petrus juga menekankan bahwa kasus ijazah palsu Jokowi justru menyangkut kepentingan publik yang lebih besar. Ia menyentuh marwah pendidikan tinggi dan wibawa lembaga kepresidenan. Dengan kata lain, kebenaran di sini bukan hanya soal individu, tetapi soal harga diri bangsa.

Perspektif Damai Hari Lubis

Sebagai eks koordinator TPUA, saya melihat laporan Jokowi justru menjadi kausalitas dari laporan TPUA sebelumnya. Secara majas politik, publik dapat membaca bahwa TPUA “menang” dalam gugatan moralnya. Sebab dengan adanya laporan balasan, substansi tuduhan ijazah palsu kian menemukan panggung yang tak bisa ditutup-tutupi.

Bagi saya, transparansi dan kejujuran hukum adalah harga mati. Proses hukum atas dugaan ijazah palsu Jokowi harus dijalankan secara menyeluruh, demi menemukan kebenaran materil. Apapun hasilnya nanti, sejarah akan mencatat bahwa kasus ini pernah mengguncang republik.

Ambiguitas Guru Besar

Menariknya, pandangan Guru Besar Hukum Pidana UGM, Prof. Marcus Priyo Gunarto, justru menambah ruang tafsir yang membingungkan. Alih-alih menegaskan, opininya seolah menyisakan ambiguitas hukum. Dalam perspektif saya, ambiguitas itu justru dapat dimaknai sebagai pengakuan tak langsung bahwa ijazah Jokowi memang bermasalah.

Prof. Marcus mengatakan, “Jokowi benar-benar pernah kuliah, lulus, dan diwisuda. Namun, mengenai ijazah, hanya diterbitkan sekali dan hanya satu, sehingga pihak UGM tidak punya aslinya.” Pernyataan ini kontradiktif: bagaimana mungkin sebuah universitas tak lagi menyimpan dokumen akademik sekelas ijazah presiden?

Ia menambahkan, tuduhan Rismon Sianipar soal ijazah palsu harus dibuktikan. Lalu ia menjelaskan perbedaan dua perbuatan pidana:

  1. Membuat palsu – dokumen asli tidak pernah ada, lalu dibuat seolah-olah asli.
  2. Memalsukan – dokumen pernah ada, lalu rusak atau hilang, kemudian dibuat ulang agar tampak asli.

Keduanya jelas perbuatan pidana, dengan ancaman hukuman yang nyata. Namun, Prof. Marcus justru menutup opininya dengan pernyataan ambigu: tuduhan Rismon “tidak jelas” apakah yang dimaksud membuat palsu atau memalsukan. Ambiguitas inilah yang bagi saya problematis. Hukum pidana seharusnya pasti, bukan menggantung di awang-awang opini.

Penutup: Hukum dalam Cermin Kekuasaan

Dua kasus ini—Anwar Usman dan ijazah Jokowi—menjadi cermin telanjang dari wajah hukum Indonesia. Hukum bisa bergerak lambat, bisa pula melesat cepat, tergantung siapa yang menjadi objeknya. Ketika hukum tak lagi berdiri di atas kebenaran, melainkan pada prioritas kekuasaan, maka keadilan hanya tinggal jargon.

Dari perspektif hukum pidana, dari data empirik, dari gejala politik yang menyertai, saya hanya bisa menegaskan: kebenaran materil harus dicari. Jika tidak, hukum hanya akan menjadi instrumen kuasa, bukan instrumen keadilan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Konflik Arya Penangsang dan Joko Tingkir: Pergeseran Wajah Islam Pesisir ke Islam Pedalaman

Next Post

Kebijakan Penyerapan Gabah: Menolong Petani atau Membebani Bulog?

fusilat

fusilat

Related Posts

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat
Economy

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran
Economy

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia
Feature

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
Next Post
REBUTAN GABAH

Kebijakan Penyerapan Gabah: Menolong Petani atau Membebani Bulog?

Demo 25 Agustus: Jejak Jokowi, Operasi Senyap, dan Panggung Bayangan

Demo 25 Agustus: Jejak Jokowi, Operasi Senyap, dan Panggung Bayangan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

“AOTS E-Newsletter” is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS)

February 27, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

February 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist