• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Indonesia Aneh: Menjual Liburan di Tengah Krisis – Negara Bertaruh pada Ilusi Pariwisata

Ali Syarief by Ali Syarief
March 17, 2026
in Economy, Feature, Pariwisata
0
Indonesia Aneh: Menjual Liburan di Tengah Krisis – Negara Bertaruh pada Ilusi Pariwisata
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di tengah dunia yang bergolak oleh konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Indonesia justru mengajukan satu resep lama: pariwisata sebagai penopang ekonomi.

Sebuah narasi yang terdengar optimistis.
Tetapi jika ditelisik lebih dalam, ia lebih menyerupai ilusi yang dipoles menjadi strategi.


Kebijakan yang Terlalu Cepat Percaya

Dorongan pemerintah—melalui Airlangga Hartarto—untuk memperkuat pariwisata sebagai respons terhadap krisis global menunjukkan satu hal:
keyakinan bahwa sektor ini cukup tangguh untuk menahan guncangan dunia.

Masalahnya, keyakinan itu bertolak belakang dengan realitas.

Pariwisata bukan fondasi ekonomi. Ia adalah produk dari stabilitas.
Ia tumbuh ketika dunia damai, bukan ketika dunia retak.

Menjadikannya sebagai bantalan krisis adalah seperti berharap bunga tetap mekar di tengah badai.


Ketergantungan yang Salah Arah

Selama bertahun-tahun, Indonesia tampak nyaman dengan pola ekonomi yang bertumpu pada:

  • konsumsi

  • komoditas

  • dan pariwisata

Tiga sektor yang sama-sama rentan terhadap gejolak global.

Ketika harga komoditas jatuh, ekonomi goyah.
Ketika daya beli melemah, konsumsi turun.
Dan ketika perang pecah—pariwisata runtuh lebih dulu.

Namun alih-alih melakukan koreksi struktural, negara justru kembali pada sektor yang sama.
Seolah tidak ada pelajaran dari krisis sebelumnya.


Pariwisata: Sektor yang Tidak Pernah Netral

Ada kesalahpahaman besar dalam melihat pariwisata sebagai sektor “aman”.

Padahal, ia adalah sektor yang paling politis—meski tidak terlihat.

Keputusan seseorang untuk berwisata sangat ditentukan oleh:

  • persepsi keamanan

  • stabilitas global

  • kondisi ekonomi negara asal

Dalam konteks perang AS–Israel vs Iran, ketiganya runtuh sekaligus.

Maka harapan bahwa wisatawan akan tetap datang adalah asumsi yang terlalu sederhana—bahkan naif.


Antara Retorika dan Realitas

Pernyataan pemerintah tentang penguatan pariwisata terdengar seperti upaya menenangkan pasar.
Tetapi di lapangan, indikatornya berbicara lain:

  • harga tiket pesawat meningkat akibat lonjakan energi

  • jalur penerbangan terganggu

  • wisatawan global menahan perjalanan

Dalam kondisi seperti ini, promosi wisata tidak akan cukup.
Diskon hotel tidak akan cukup.
Bahkan branding “Wonderful Indonesia” pun tidak akan cukup.

Karena masalahnya bukan pada destinasi—
tetapi pada dunia yang sedang kehilangan rasa aman.


Absennya Strategi Jangka Panjang

Yang paling mengkhawatirkan bukanlah pilihan pada pariwisata,
melainkan ketiadaan strategi alternatif.

Di mana diversifikasi ekonomi?
Di mana penguatan industri berbasis teknologi?
Di mana kemandirian energi yang bisa meredam dampak konflik global?

Alih-alih menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, negara justru kembali pada sektor yang paling mudah dipromosikan—bukan yang paling kuat menopang.


Pariwisata dan Politik Kenyamanan

Mengapa pariwisata terus diandalkan?

Karena ia nyaman secara politik.

  • Mudah dikampanyekan

  • Cepat terlihat hasilnya

  • Tidak membutuhkan reformasi struktural yang rumit

Tetapi justru di situlah bahayanya.

Kenyamanan politik sering kali melahirkan kebijakan yang dangkal.


Penutup: Antara Harapan dan Penyangkalan

Mengandalkan pariwisata di tengah konflik global bukan sekadar optimisme.
Ia bisa menjadi bentuk penyangkalan terhadap realitas.

Dunia sedang memasuki fase baru—lebih keras, lebih tidak pasti, dan lebih terfragmentasi.
Dalam dunia seperti ini, ekonomi tidak bisa lagi bertumpu pada sektor yang rapuh.

Pariwisata tetap penting.
Tetapi menjadikannya sebagai tumpuan di tengah krisis global adalah pertaruhan yang terlalu besar.

Dan sejarah menunjukkan:
negara yang salah membaca krisis, biasanya membayar dengan harga yang jauh lebih mahal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Jepang, Pelecehan Gagal Jadi Berita Nasional—Di Kita, Kejahatan Besar Jadi Rutinitas

Next Post

Perang Israel/USA~Iran Menghapus Peta Liburan Dunia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Perang Israel/USA~Iran Menghapus Peta Liburan Dunia

Perang Israel/USA~Iran Menghapus Peta Liburan Dunia

“Iran War”: Narasi Siapa, Perang Siapa?

“Iran War”: Narasi Siapa, Perang Siapa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist