• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Indonesia Harus Belajar dari Myanmar dan Thailand: Kesiapan Menghadapi Gempa Dahsyat

Ali Syarief by Ali Syarief
April 3, 2025
in Bencana, Feature
0
Indonesia Harus Belajar dari Myanmar dan Thailand: Kesiapan Menghadapi Gempa Dahsyat
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Indonesia terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, menjadikannya salah satu negara dengan risiko gempa dan tsunami tertinggi di dunia. Namun, kesiapan Indonesia dalam menghadapi bencana ini masih perlu ditingkatkan. Jika tidak, kita bisa mengalami situasi yang sama seperti Myanmar dan Thailand yang tidak siap menghadapi gempa besar. Sebaliknya, bangsa Jepang telah membuktikan bahwa pelatihan dan kesiapan menghadapi gempa adalah kunci untuk mengurangi dampak bencana.

Belajar dari Myanmar dan Thailand: Ketidaksiapan yang Berujung Bencana

Myanmar dan Thailand bukan negara yang terkenal dengan frekuensi gempa besar seperti Indonesia atau Jepang. Namun, ketika gempa dahsyat terjadi, kedua negara ini menunjukkan kelemahan dalam sistem mitigasi dan respons bencana. Pada tahun 2011, gempa berkekuatan 6,8 SR mengguncang Myanmar, menyebabkan banyak korban jiwa dan kehancuran infrastruktur. Kurangnya sistem peringatan dini dan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana membuat dampaknya semakin parah.

Thailand, meskipun terkenal dengan sektor pariwisatanya yang maju, juga mengalami dampak buruk saat tsunami 2004 melanda wilayah pesisirnya. Ribuan korban jiwa jatuh karena tidak adanya sistem peringatan dini yang memadai serta kurangnya edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana menghadapi tsunami setelah gempa besar. Kejadian ini menjadi pelajaran pahit bahwa negara-negara yang jarang mengalami gempa besar tetap harus memiliki kesiapan bencana yang matang.

Jepang: Contoh Kesiapan yang Harus Ditiru

Jepang adalah contoh nyata bagaimana sebuah negara dapat mempersiapkan diri menghadapi gempa dengan baik. Dengan teknologi canggih, sistem peringatan dini, serta pendidikan mitigasi bencana yang tertanam sejak dini, Jepang mampu mengurangi jumlah korban dan kerusakan akibat gempa besar. Gempa Tohoku 2011 yang berkekuatan 9,1 SR memang menyebabkan tsunami dahsyat, tetapi jika dibandingkan dengan potensi kehancuran yang bisa terjadi, kesiapan Jepang berhasil menyelamatkan banyak nyawa.

Di Jepang, anak-anak sejak kecil sudah diajarkan prosedur evakuasi. Bangunan-bangunan di sana juga dirancang untuk tahan gempa, dan sistem peringatan dini memungkinkan warga untuk segera mengambil langkah penyelamatan. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang budaya sadar bencana yang harus dibangun dalam masyarakat.

Indonesia Harus Bersiap: Jangan Sampai Terlambat

Indonesia harus belajar dari pengalaman Myanmar dan Thailand serta meniru kesiapan Jepang. Dengan sejarah panjang gempa dan tsunami di Indonesia, kita tidak boleh mengabaikan pentingnya mitigasi bencana. Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:

  1. Pendidikan Mitigasi Bencana Sejak Dini
    • Sekolah-sekolah harus mengajarkan siswa bagaimana menghadapi gempa dan tsunami.
    • Latihan evakuasi rutin perlu diterapkan, terutama di daerah rawan gempa.
  2. Peningkatan Infrastruktur
    • Membangun gedung-gedung tahan gempa, terutama di kota-kota besar dan daerah pesisir.
    • Memastikan jalur evakuasi tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat.
  3. Penguatan Sistem Peringatan Dini
    • Memanfaatkan teknologi untuk memberikan peringatan gempa lebih cepat kepada masyarakat.
    • Melakukan simulasi secara berkala agar masyarakat terbiasa dengan langkah-langkah penyelamatan.
  4. Kesadaran Masyarakat
    • Pemerintah harus aktif menyosialisasikan langkah-langkah mitigasi bencana melalui media.
    • Warga harus dilatih agar tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi.

Kesimpulan

Indonesia tidak boleh menunggu bencana besar berikutnya untuk belajar. Myanmar dan Thailand telah menunjukkan bagaimana ketidaksiapan bisa berujung pada bencana yang lebih besar, sementara Jepang menjadi bukti bahwa kesiapan dapat menyelamatkan banyak nyawa. Dengan meningkatkan edukasi mitigasi bencana, membangun infrastruktur yang lebih kuat, serta mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih baik, Indonesia bisa mengurangi risiko dan dampak gempa serta tsunami di masa depan. Jangan sampai kita menyesal karena tidak belajar dari pengalaman negara lain.


Berdasarkan penelitian para ahli kebencanaan, wilayah dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi gempa besar dan tsunami karena berada di zona subduksi lempeng tektonik. Beberapa faktor utama yang menyebabkan potensi ini adalah:

  1. Zona Subduksi Sunda (Sunda Megathrust)
    • Wilayah ini merupakan pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Pergerakan lempeng ini bisa menghasilkan gempa berkekuatan besar yang berpotensi memicu tsunami.
    • Sejumlah segmen di sepanjang zona ini, seperti segmen Mentawai, Selatan Jawa, dan Laut Banda, diketahui memiliki akumulasi energi yang belum sepenuhnya dilepaskan.
  2. Sejarah Gempa dan Tsunami
    • Aceh pernah mengalami gempa besar 9,1-9,3 magnitudo pada 2004 yang memicu tsunami dahsyat.
    • Wilayah Mentawai juga memiliki potensi gempa besar yang disebut sebagai “Mentawai Gap”, yaitu zona yang belum melepaskan energinya sejak 1797 dan 1833.
    • Selatan Jawa hingga Bali dan NTT juga berisiko tinggi karena aktivitas subduksi aktif di Samudra Hindia.
  3. Model dan Prediksi Ilmuwan
    • BMKG dan para peneliti menyebutkan adanya potensi gempa besar di selatan Jawa dengan magnitudo hingga 8,7-9,1 yang dapat menyebabkan tsunami setinggi lebih dari 20 meter di beberapa lokasi pesisir.
    • Studi juga menunjukkan potensi megathrust di segmen-segmen tertentu yang masih menyimpan energi.

Karena itu, mitigasi bencana, sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat sangat penting untuk mengurangi dampak jika terjadi gempa besar dan tsunami.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Marzuki Alie Kembali ke Habitat: dari Pendidik ke Politik ke Pendidik

Next Post

Uji Kepedulian Anies Baswedan: Antara Moralitas dan Tanggung Jawab Publik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Anies Baswedan “Gagas Partai Baru Awal Perlawanan Terhadap Politik Penganiayaan”

Uji Kepedulian Anies Baswedan: Antara Moralitas dan Tanggung Jawab Publik

Intelektual Palsu: Antara Silat Lidah dan Argumentasi Ilmiah

Intelektual Palsu: Antara Silat Lidah dan Argumentasi Ilmiah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist