• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Inflasi dan Pedasnya Harga Cabai

fusilat by fusilat
August 23, 2022
in Feature
0
Inflasi dan Pedasnya Harga Cabai
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Tita Rosy

Badan Pusat Statistik secara resmi mengumumkan inflasi Juli 2022 sebesar 0,64 persen secara month to month dan 4,94 persen secara year on year. Besaran inflasi Juli 2022 ini melampaui batas inflasi yang telah ditargetkan oleh pemerintah yaitu 3 plus minus 1 persen. Tren kenaikan inflasi terasa selama kurun waktu satu semester 2022 ini, bahkan sejak akhir 2021 yang notabene merupakan tahun kedua pandemi Covid-19.

Peningkatan Inflasi Global

Kurva inflasi Indonesia tidak menanjak sendirian. Amerika Serikat (AS) yang variabel-variabel makro ekonominya banyak dijadikan barometer oleh pengamat ekonomi juga mengalami kondisi yang sama. Inflasi AS sebagaimana disampaikan oleh The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) telah mencapai angka yang sangat tinggi yaitu 9,1 persen. Inflasi Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara G20 lainnya.

Inflasi di negara-negara Uni Eropa sebagaimana dilaporkan oleh OECD juga mencapai besaran yang sangat tinggi yaitu 9,6 persen. Selain itu, Inggris mengalami inflasi hingga 8,2 persen, dan Korea 6,1 persen. Meskipun masih relatif lebih rendah dari beberapa negara besar di luar sana, inflasi nasional yang terus menanjak perlu diwaspadai mengingat saat ini kondisi pandemi belum berlalu.

Selain itu, ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang menimbulkan carut marut rantai pasok turut memperparah fluktuasi harga sejumlah bahan pangan di dalam maupun luar negeri. Kondisi extraordinary ini menimbulkan ketidakpastian dalam banyak aspek kehidupan, salah satunya di bidang ekonomi. Hal ini yang menyebabkan IMF merevisi proyeksi inflasi yang sudah dirilisnya di awal 2022.

Pada Januari 2022, IMF memproyeksikan inflasi negara-negara berkembang berada pada posisi 5,9 persen dan negara-negara maju di angka 3,9 persen. Selanjutnya pada April 2022 IMF merevisi naik proyeksi nya masing-masing untuk negara berkembang sebesar 8,7 persen dan 5,7 persen untuk negara maju. IMF telah memberikan sudut pandang bahwa ada ancaman inflasi global yang tinggi hingga akhir tahun.

Mengurai Akar Inflasi

Kembali pada inflasi nasional, peningkatan inflasi dapat ditelaah menurut komponen pembentuknya. Komponen-komponen komoditas pembentuk inflasi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kelompok inti (core inflation), barang-barang yang diatur harganya oleh pemerintah (administered price inflation), barang-barang yang harganya bergejolak (volatile goods).

Inflasi Juli sebesar 0,64 persen dapat diuraikan menurut andilnya berdasarkan 3 kelompok tersebut yaitu 0,18 persen dari core inflation, 0,21 persen dari administered price inflation, dan 0,25 persen berasal dari volatile goods. Besarnya andil volatile goods atau yang lebih sering dikenal dengan istilah volatile foods memberikan pesan kepada pemerintah bahwa kelompok komoditas ini perlu mendapat penanganan yang tidak sederhana.

Cabai merah berada pada urutan teratas penyumbang inflasi di kelompok ini. Berbekal andil sebesar 0,15 persen, si pedas ini memberikan pengaruh terkereknya inflasi pada Juli. Gangguan suplai domestik akibat pengaruh cuaca ditengarai menjadi penyebab tingginya kenaikan harga cabai merah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menampilkan data curah hujan yang tinggi dan sangat tinggi (>150 mm/dasarian) terjadi di sentra-sentra produksi cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah seperti di Cianjur, Garut, Brebes, dan Banjarnegara.

Mengungkit Kestabilan Harga Cabai Merah

Distribusi yang lancar merupakan syarat mutlak dan syarat perlu untuk kestabilan harga. Konektivitas antarwilayah sangat penting karena sentra penghasil cabai merah saat ini masih didominasi Pulau Jawa. Sementara, penikmat pedas tersebar di seantero Nusantara. Tantangan dari wilayah kepulauan seperti Indonesia adalah ekspor impor inter-regional yang harus terhubung agar menjamin distribusi barang-barang kebutuhan konsumsi masyarakatnya dapat terpenuhi.

Anomali cuaca adalah peristiwa alam yang dapat mengganggu koneksi antarwilayah. Kejadian berulang ini harus dapat ditelaah mitigasi dampaknya. Kepastian inventori adalah salah satu mitigasi risiko yang dapat diterapkan. Inventori sangat penting untuk dikaji demi memastikan ketersediaan suatu komoditas dalam suatu wilayah berada pada level aman. Gudang penyimpanan yang memadai adalah barang modal yang krusial dalam hal ini.

Resi gudang merupakan salah satu skema yang dapat menjawab permasalahan ini. Resi gudang selain dapat menyajikan informasi stok yang jelas, juga dapat membantu petani agar tidak buru-buru menjual hasil panennya di saat panen raya. Sebagaimana hukum permintaan dan penawaran, apabila penawaran berlimpah sedangkan permintaan tetap maka harga akan jatuh.

Jatuhnya harga meski tidak memicu inflasi namun menimbulkan persoalan lain terkait kesejahteraan petani. Dengan adanya sistem resi gudang dapat membantu petani untuk menjual panen cabainya dengan harga yang masih kompetitif meski saat panen raya, karena volume barang yang dilempar ke pasar tidak sebanyak yang mereka panen, sebagian disimpan untuk inventori.

Inventori inilah yang dapat membantu meredam pedasnya harga cabai di luar musim panen raya. Dalam hal ini, diperlukan investasi dari pemerintah maupun swasta berupa gudang yang sekaligus menjadi cold storage karena komoditas cabai merah tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama dalam suhu ruang.

Teknologi pertanian juga perlu dikembangkan. Diperlukan varietas cabai yang lebih unggul terhadap cuaca yang ekstrem, misalnya ketika curah hujan tinggi. Penelitian-penelitian yang telah menemukan hasil tersebut perlu dieksplorasi bahkan kalau perlu direplikasi agar ketersediaan si cabai merah meski cuaca ekstrim tidak fluktuatif perubahannya sehingga memantik inflasi. Terbuka ruang pengabdian bagi kalangan akademisi dengan disiplin ilmu pertanian yang bersesuaian.

Selain memperhatikan volume produksi, kesejahteraan petani juga perlu diungkit dengan membantu mengurangi biaya produksinya. Digunakan untuk apa saja biaya produksi petani cabai merah? Badan Pusat Statistik telah melaksanakan Survei Struktur Ongkos Usaha Tanaman Hortikultura (SOUH). Berdasarkan hasil SOUH 2018, dapat diambil informasi bahwa biaya produksi petani cabai merah sekitar lebih dari sepersepuluh (12,78 persen) digunakan untuk pembelian pupuk.

Dominannya pengeluaran petani untuk pupuk dapat menjadi celah untuk pemerintah mengintervensi kebijakan lewat pemberian subsidi pupuk. Harga pupuk yang terus meningkat saat ini menjadi lampu kuning bagi ketahanan pangan. Pemberian subsidi pupuk di saat seperti ini sangat tepat mereduksi biaya produksi petani, termasuk petani cabai merah. Penguatan kelembagaan petani seperti kelompok tani juga diperlukan agar pemberian subsidi tidak salah sasaran, serta yang penting juga adalah pengawasan pasca pemberian subsidi.

Memaknai Inflasi

Inflasi sebetulnya merupakan salah satu besaran indikator yang tidak perlu diantisipasi atau ditekan serendah-rendahnya layaknya persoalan kemiskinan maupun pengangguran. Bahkan, pada 1958 A.W.Philips menemukan bahwa hubungan antara inflasi dan tingkat pengangguran berbanding terbalik. Semakin tinggi inflasi, justru dapat menyebabkan pengangguran menurun dan demikian juga sebaliknya.

Setidaknya teori ini terbaca pada 3 titik rilis angka pengangguran oleh BPS. Angka pengangguran periode Februari 2020, Februari 2021, serta Februari 2022 berturut-turut adalah 4,94 persen; 6,26 persen; dan 5,83 persen. Membersamai ketiga titik tersebut, BPS mencatat inflasi Februari 2020, Februari 2021, serta Februari 2022 berturut-turut 2,98 persen; 1,38 persen; dan 2,06 persen.

Namun perlu kehati-hatian dalam memaknai teori Philips, bukan berarti pengangguran dapat diturunkan dengan inflasi yang setinggi-tingginya. Selain itu, inflasi juga pada dasarnya adalah stimulan bagi produsen dalam hal ini adalah petani untuk berproduksi. Namun tentunya inflasi yang dimaksud adalah inflasi yang tidak ‘pedas’ atau bergejolak. Inflasi yang dimaksud adalah kenaikan harga yang menjadi jalan tengah agar terjangkau oleh konsumen namun sekaligus tidak menyakiti produsen.

Cabai merah merupakan salah satu komoditas yang kerap memantik inflasi dengan andil besar, sehingga pemerintah perlu mengendalikan kestabilan harganya di negeri penghasil cabai terbesar ke-4 sedunia ini.

Tita Rosy, S.ST, MP Fungsional Statistisi Ahli Madya di Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan

Dikutip detik.com Senin, 22 Agustus 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rektor Koruptor dan Kegagalan Revolusi Mental

Next Post

Isu Fadhil Imran akan Susul Ferdy Sambo, Ini Jawaban Mahfud Md

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Isu Fadhil Imran akan Susul Ferdy Sambo, Ini Jawaban Mahfud Md

Isu Fadhil Imran akan Susul Ferdy Sambo, Ini Jawaban Mahfud Md

Iran Salahkan AS karena ‘Menunda-nunda’ Kesepakatan Nuklir

Iran Salahkan AS karena 'Menunda-nunda' Kesepakatan Nuklir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist